Jumat, 28 Juni 2019

Resep Awet Muda

Resep Awet Muda

1. Hadapi segala maslah dengan santai dan tenang, tanpa
   melupakan masalah anda sendiri.

2. Bersedih hati janganlah terlalu berkepanjangan.
   Carilah bahan pelipur dan berusahalah menyibukan diri.

3. Jauhkanlah amarah, karena kemarahan memakan energi
   yang berpengaruh buruk terhadap kesehatan fisik anda.

4. Bila sesuatu dapat diselesaikan dengan ketenangan,
   mengapa harus dibarengi dengan ketegangan.

5. Kedengkian dan iri hati berpengaruh buruk terhadap
   peredaran darah dan jantung anda.

6. Hadapi orang marah dengan tenang dan jangan masukan
   kedalam hati.

7. Jangan memperdulikan hal-hal yang dilakukan orang
   lain, apalagi memvonisnya.

8. Dunia ini berputar, bila anda sedang berada dibawah,
   jangan putus asa. Ada saatnya anda pasti akan naik
   keatas. Tetapi bila sudah berada diatas, ingatlah bahwa
   anda dapat jatuh.

9. Terimalah penderitaan dengan pasrah dan takwa kepada
   Tuhan, karena penderitaan selalu membawa hikmah suatu
   kebahagiaan.

10. Fisik anda harus anda jaga dengan olah raga.

11. Jangan lekas merasa tua, karena dibanding dengan
    esok anda masih muda sekarang

Tantangan Pertama di Awal Tahun Pernikahan

Tantangan Pertama di Awal Tahun Pernikahan

SUMBER DATA : BUKU PUNYA IBUKU...(HIHIII..)
(Ririn Tania Taufik) : related our post. 2014

Tahun-tahun pertama perkawinan adalah masa-masa penyesuaian pasangan dalam meleburkan kepentingan dua kepala dan individu menjadi satu kepentingan atas nama bersama. Di masa ini pasangan memiliki persepsi serba positif mengenai konsep pernikahan. Sikap positif thingking menjadi dasar setiap pasangan dalam mewujudkan kehidupan perkawinan yang ideal seperti yang mereka bayangkan.

Masa-masa pernikahan juga bisa menjadi masa-masa penuh cobaan karena penyesuaian awal ini butuh pengorbanan. Jika berhasil, pasangan akan memasuki tahap berikutnya dengan landasan yang lebih kokoh. Sebaliknya, jika gagal menyesuaikan diri dan menghabiskan banyak energi untuk memahami atau menuntut pasangan agar sesuai dengan harapan, maka perkawinan akan disibukan dengan hal-hal kecil. Kalau dibiarkan akan menjadi besar.

Bagaimana melewati cobaan yang lebih berat di tahun-tahun mendatang, jika pada masa awal saja pasangan tidak saling mendukung. Banyak sekali hal-hal yang dapat menjadi hambatan di tahun-tahun pertama perkawinan. Mulai dari pembagian tanggung jawab rumah tangga, alokasi keuangan, hingga ke masalah sosialisai dengan keluarga besar pasangan.

Dengan mengenali sumber konflik dan tantangan pertama tahun perkawinan, disarankan agar pasangan bisa melakukan introspeksi diri dan segera kembali ke konsep awal pernikahan. Tantangan itu hendaknya justru memperkuat kehidupan rumah tangga untuk memasuki tahap berikutnya yang tak kalah menantang dan bukannya menggoyahkan ikatan.


Tantangan-tantangan yang akan dihadapi adalah seperti:

1. Sukar melepaskan gaya hidup lajang

Banyak individu yang memasuki gerbang rumah tangga dengan pemahaman bahwa pasangannya akan memahami gaya hidupnya saat melajang. Sebaiknya saling terbuka membicarakan sejauh mana batas toleransi terhadap kebiasaan dan hobby masing-masing.

2. Ekspektasi berlebih

Umumnya pasangan yang baru menikah membayangkan kehidupan yang serba indah dan pasangan bersikap serba sempurna dalam menjalani hidup berumah tangga. Seseorang terpaksa menahan kecewa, karena pasangannya yang dulu ia bayangkan ternyata berbeda dengan setelah menikah. Jangan berharap terlalu tinggi terhadap pasangan, karena akan kecewa dan putus asa jika harapannya tak terpenuhi. Sebaiknya menerima kenyataan yang ada. Anggaplah kekurangan itu sebagai anugrah dan tantangan bagi kita untuk mengimbanginya dengan kelebihan kita.

3. Sukar menyatukan pendapat

Tak sedikit pasangan yang baru menikah menghabiskan waktu berduanya dengan berargumentasi membicarakan hal-hal yang tak terlalu penting. Saat baru menikah pasangan masih mempertahankan egonya masing-masing. Sebelum menikah mereka bertindak memutuskan sendiri. Namun setelah menikah semua keputusan diambil harus dengan kesepakatan bersama. Tidak ada salahnya bila masing-masing belajar berkompromi dan mengalah demi kesenangan yang lain.

4. Sulit beradaptasi

Tingkat keluasan bersosialisasi seseorang berbeda-beda. Ada yang mudah masuk kelingkungan yang lebih besar tapi ada juga yang tidak. Bila seseorang sulit membaur dengan keluarga pasangannya, sebaiknya si suami/isteri memberi pengertian kepada pasangannya, bahwa keluarganya adalah keluarga pasangannya juga. Sebaiknya pasangan juga tidak terlalu menuntut adaptasi secepat kilat dari pihak yang lain. Bagaimanapun lingkungan baru yang besar membutuhkan perjuangan sendiri untuk bisa masuk ke dalamnya.

5. Uangku, uang kita

Pasangan yang berkarir sebelum menikah mengalami banyak benturan mengenai keuangan bersama setelah memasuki gerbang rumah tangga. Keuangan rumah tangga modern yang makin fleksibel sebenarnya jauh memudahkan pasangan yang sama-sama berpenghasilan sendiri untuk berkompromi. Tinggal pilih, mau tabungan bersama atau pembagian pembiayaan rumah tangga berdasarkan pos-posnya.

6. Terusik masa lalu

Setelah menikah, sebaiknya masa lalu disimpan didalam hati saja. Bila bagian dari masa lalu kembali mengusik setelah kita berumah tangga, yang harus diingat adalah tanggung jawab terhadap komitmen pernikahan dengan pasangan. Biarlah masa lalu menjadi kenangan dan mulailah masa kini dengan harapan baru menuju masa depan yang bahagia.
 Move on from Our post. 

Complex

complex

If you visit her often, she thinks it is boring
If you don't, she accuses you of double-crossing

If you praise her, she thinks you are lying
If you don't, you are good for nothing

If you are well dressed, she says you are a playboy
If you don't, you are a dull boy

If you are jealous, she says it's bad
If you don't, she thinks you do not love her

If you agree to all her likes, you are a wimp
If you don't, you are not understanding

If you are a minute late, she complains it's hard to wait
If she is late, she says that's a girl's way

If you visit another Woman, you're not putting in "quality time"
If she is visited by another man, "oh it's natural, we are girls"

If you fail to help her in crossing the street, you lack ethics
If you do, she thinks it's just one of men's tactics for seduction

If you stare at another woman, she accuses you of flirting
If she is stared by other men, she says that they are just admiring

If you talk, she wants you to listen
If you listen, she wants you to talk

In short...

So simple, yet so complex
So weak, yet so powerful

So confusing, yet so desirable