Minggu, 08 Oktober 2017

Jawaban Lembar Kerja Guru Pembelajaran SMP/MTSn

Lembar Kerja 1 Teori,model, pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran Tujuan Kegiatan: Melalui diskusi kelompok peserta mampu membedakan pengertian istilah teori, model, pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran Langkah Kegiatan: 1.Pelajari modul tentang teori, model, pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran. 2.Isilah lembar kerja yang tersedia dengan pengertian teori, model, pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran secara singkat. 3.Berikan contohnya sesuai dengan pembelajaran IPA 4.Setelah selesai, presentasikan hasil diskusi kelompok Anda! 5.Perbaiki hasil kerja kelompok Anda jika ada masukan dari kelompok lain Format Teori,model, pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembe lajaran Teori Model Pendekatan Metode Strategi Teknik pengertian Adalah suatu kegiatan seorang guru untuk mengubah perilaku peserta didik Pola yang mendeskripsikan kegiatan guru/peserta didik di dalam mewujudkan kondisi belajar/ sistem yang menyebabkan terjadinya proses belajar. Merupakan cara pandang yang digunakan guru terhadap permasalahan yang dihadapi dalam pelajaran Kumpulan prinsip yang terkoordinisir untuk melaksanakan pembelajaran atau cara-cara untuk menyajikan suatu bahan pelajaran pada situasi tertentu Rencana dan cara – cra membawakan pembelajaran agar segala prinsip dasar dapat terlaksana dan segala tujuan dapat terlaksana dan segala tujuan dapat dicapai secara efektif Hal- hal yang spesifik yang dilakukan oleh guru dalam mengelola pembelajaran contoh Teori belajar behavioristik,kontruktivisme,kognitifisme Model jigsaw, model cooperatif Pendekatan konsep Metode ceramah Dalam metode diskusi digunakan teknik snow ball Lembar Kegiatan 2 Teori-teori Belajar Tujuan Kegiatan: Melalui diskusi kelompok peserta mampu mendeskripsikan jenis -jenis teori belajar sesuai dengan pembelajaran IPA. Langkah Kegiatan: 1.Pelajari modul tentang teori belajar. 2.Isilah lembar kerja yang tersedia sesuia intruksi kerjanya. 3.Berikan contohnya sesuai dengan pembelajaran IPA. 4.Setelah selesai, presentasikan hasil diskusi kelompok Anda! 5.Perbaiki hasil kerja kelompok Anda jika ada masukan dari kelompok lain! No Teori Belajar Uraian singkat Penerapan pada 1. Teori praget Proses kognitif berdasarkan hasil perkembangan pengetahuan Seoraanak sudah memahami jenis-jenis alat ukur ketika mempelajari prinsip pengukuran ,maka terjadi pengintegrasian antara pengenalan alat ujur yang telah dipahami dengan prinsip pengukuran sebagai informasi baru 2. Teori jerome bruner (discovery learning) proses PBM banyak mengacu pada siswa dan guru sebagai pendamping Penerapannya pada kerja kelompok FOTOSINTESIS 1. Percobaan Ingenhousz d. Hasil percobaan 1.Ketika alat diletakkan di tempat yang langsung terkena sinar matahari selama 10 menit terjadi banyak gelembung. Sedangkan ketika alat diletakkan di dalam ruangan selama 10 menit terjadi sedikit gelembung. 2.Adakah perbedaan kuantitas gelembung yang terjadi ketika alat diletakkan di tempat yang langsung terkena sinar matahari dibandingkan ketika alat diletakkan dalam ruangan ? : pada saat alat diletakkan langsung di di tempat yang terkena cahaya matahari tumbuhan akan beresprirasi dengan cepat dan ketika alat di letakkan di dalam ruangan akan melakukan respirasi yang lambat sehingga gelembung yang di hasilkan sedikit. 3. Perbedaan banyak gelembung yang terjadi disebabkan oleh: perbedaan suhu 2. Percobaan Sachs d. Hasil percobaan 1.Setelah daun direbus dalam alkohol mendidih, warna daun menjadi Hijau pucat dan warna alkohol menjadi hijau 2.Setelah daun ditetesi larutan lugol, warna daun yang tadinya tertutup kertas timah/karbon menjadi putih sedangkan warna daun yang tadinya tidak tertutup kertas timah/karbon menjadi biru kehitaman 3.Terdapat atau tidaknya perbedaan warna pada daun yang tadinya tidak tertutup kertas timah/karbon setelah ditetesi larutan lugol, hal ini disebabkan oleh daun yang tidak tertutup timah/karbon telah melakukan fotosintesis sehingga terbentuk amilum dan saat di tetesi lugol akan bereaksi menjadi warna biru kehitaman. 4.Buatlahkesimpulan dari kegiatan di atas Pada proses fotosintesis dihasilkan amilum dan proses Fotosintesis membutuhkan dua komponen utama yaitu cahaya dan klorofil Daun dimasukkan ke dalam air panas adalah untuk menonaktifkan (memfiksasi) membuat daun tidak beraktifitas selnya namun sel dalam kondisi hidup Tujuan pemanasan dengan alcohol agar melarutkan zat klorofil yang terkandung dalam daun sehingga di daun tinggal amylum yang nanti di reaksikan dengan Lugol PERANGKAT PERCOBAAN SALING KETERGANTUNGAN ANTARA HEWAN DAN TUMBUHAN HasilPengamatan Tabel 3.1. Pengamatan Saling Ketergantungan Antara Hewan dan Tumbuhan Hari ke warna Botol A Botol B Botol C Botol D nomor Pagi Siang Pagi Siang Pagi Siang Pagi siang 1 Biru Biru muda Biru Biru tua biru kuning biru Tidak ada perubahan warna 2 kuning kuning biru biru kuning Biru pudar Tidak ada perubahan warna Tidak ada perubahan warna Tabel 3.2. Perubahan Warna Larutan Metilen Biru INTERAKSI ANTAR MAKHLUK HIDUP Pertanyaan 1.Mengapa botol percobaan diatas diletakkan pada tempat yang cukup mendapatkan sinar matahari ? karena tumbuhan dan hewan membutuhkan cahaya matahari untuk proses metabolisme 2.Bandingkan botol B dan botol C, perbedaan apakah yang terlihat pada hasil akhir? Perbedaan warna. Botol B menunjukkan hasil akhir dengan warna biru yang menandakan O2 lebih banyak dari CO2 di dalam air. Sedangkan botol C menunjukkan hasil akhir bewarna biru pudar yang menandakan masih ada O2 tertinggal akibat adanya tumbuhan yang dimasukkan ke botol C. 3.Bandingkan botol A dan B, perbedaan akhir apakah yang diperlihatkan? Perbedaan warna. Botol A menunjukkan hasil akhir dengan kuning yang menandakan CO2 lebih banyak dari O2 di dalam air. Sedangkan botol B menunjukkan hasil akhir bewarna biru yang menandakan masih ada O2 tertinggal akibat adanya tumbuhan yang berespirasi 4.Bagaimana hasil akhir pada botol C ? bewarna biru pudar Apa yang dapat disimpulkan dari data tersebut? Tumbuhan dan hewan saling ketergantungan. Tumbuhan menghasilkan oksigen kemudian di gunakan hewan untuk berespirasi sedangkan hewan menghasilkan karbondioksida yang di gunakan tumbuhan kembali untuk berespirasi 5.Berdasarkan hasil pengamatan ternyata : a. tumbuhan menghasilkan oksigen untuk pernapasan b. hewan mengeluarkan karbondioksida yang digunakan oleh tanaman air untuk berespirasi 6.Apa yang dapat disimpulkan dari hasil kegiatanmu? Hubungan antar makhluk hidup dengan lingkungannya sangat erat dan saling ketergantungan, karena makhluk yang satu membutuhkan bantuan makhluk lain. Makhluk hidup membutuhkan lingkungan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidupnya. Hewan juga membutuhkan tumbuhan dalam kelangsungan hidupnya DAMPAK PENCEMARAN LINGKUNGAN Pertanyaan: 1)Apa kesimpulan dari percobaan di atas? Ikan akan mati saat terkena cairan sabun 2)Menurut pendapat Anda, apakah deterjen juga berpengaruh terhadap hewan air lainnya? Iya, karena zat yang terdapat pada deterjen merupakan zat yang juga dapat merusak lingkungan. 3)Apa yang harus dilakukan, supaya deterjen tidak banyak mencemari badan air? Tidak membuang air deterjen langsung ke kolam penampungan ikan agar ikan tidak mati Lembar kegiatan 1 Energi potensial Cermati kasus berikut Dua buah benda yang memiliki massa dan bahan yang sama,jatuh dari ketinggian yang berbeda 1. Menurut anda,benda manakah yang memiliki energi potensial yang lebih besar ? Benda di h1 2. Buktikan jawaban anda dengan sebuah percobaan a. Buat langkah-langkah percobaan dengan menggunakan alat dan bahan berikut • Kelereng • Plastisin • Penggaris • Air • Pipet tetes b. Tulis data hasil pengamatan anda • Kelereng = (Ep= m.g.h) = 0,2 kg. 10 N/kg. 1 m = 2 • Plastisin = 0,25 kg. 10 N/kg. 1 m = 2,5 • Penggaris = 0,3 kg. 10 N/kg. 1 m = 3 • Air = 0,1 kg. 10 N/kg. 1 m = 1 • Pipet tetes = 0,1 kg. 10 N/kg. 1 m = 1 3. Apakah jawaban anda pada nomor 1 di atas (hipotesis sementara) sesuai dengan hasil percobaan anda ? tidak sesuai 4. Apakah kesimpulan anda dari kegiatan ini ? Untuk benda yang massa nya besar menghasilkan nilai potensial yang besar pula, dan juha ketinggian berpengaruh. Semakin besar jarak ketinggian suatu benda menghasil kan nilai energi potensial yang tinggi pula. Lembar kegiatan 2 Perubahan bentuk energi 1. Apa yang terjadi ketika bola dijatuhkan pada lantai? Akan memantul 2. Mengapa demikian? Karena danya perubahan energi kinetik ke energi potensial 3. Perhatikan sebuah bola yang menggelinding pada bidang berikut. a.Faktor apa yang mempengaruhi energi potensial awal bola sebelum menggelinding? Ketinggian b.Identifikasi perubahan energi yang terjadi pada bola. Dengan mengabaikan gesekan, gambarkan perubahan bentuk energi dari posisi-posisi bola tersebutdalam bentuk diagram lingkaran seperti yang disediakan pada gambar berikut. Beri warna yang berbeda untuk jenis energi yang berbeda. c.Identifikasi perubahan energi yang terjadi pada bola. Jika gesekan tidak diabaikan, gambarkan perubahan bentuk energi dari posisi-posisi bola tersebut dalam bentuk diagram lingkaran seperti yang disediakan pada gambar berikut. Beri warna yang berbeda untuk jenis energi yang berbeda. 5. Apa kesimpulan anda dari kegiatan ini ? Usaha merupakan segala sesuatu yang dilakukan sehingga benda itu bergerak. Energi merupakan kemampuan melakukan usaha. Energi tidak pernah hilang, tetapi hanya dapat berubah bentuk dari satu bentuk energi menjadi bentuk energi lain. Energi kinetik adalah energi yang dimiliki oleh suatu benda yang bergerak. Lembar Kegiatan3 ENERGI PEGAS 1.Tujuan 1.Menentukan konstanta pegas suatu pegas. 2.Menentukan energipotensialsuatu pegas. 2.Landasan Teori 1.Pegas Tunggal Hukum Hooke pada Pegas Perhatikan gambar berikut. Bila sebuah pegas ditarik dengan sebeuah gaya sebesar F,makapegas akan bertambah panjang sebesar ∆x. Robert Hooke mengemukakan bahwa: Jika gaya tarik tidak melampaui batas elastik pegas, maka pertambahan panjang pegas itu berbanding lurus dengan gaya tariknya.Pernyataan di atas dapat dirumuskan: F = k∆x Di mana, kadalah konstanta pegas, satuannya N/m. 3.Alat dan Bahan •Pegas spiral 2 buah •Mistar 30 cm 1 buah •Beban pemberat •Statif 4.Prosedur Percobaan Percobaan I: 1.Rangkai statip, pegas spiral, dan beban pemberat seperti pada gambar. 2.Pada kaitan pegas berikan beban dengan massa 50 gram. Catat perubahan panjang pegas dalam tabel pengamatan. 3.Ulangi kegiatan pada langkah 2 dengan beberapa massa yang berbeda. Catat perubahan panjang pegas akibat massa beban. 4.Hitunglah konstanta masing-masing pegas dengan menggunakan persamaan:k= f/ ∆x Dimana: k= konstanta pegas (N/m) F= gaya beban pemberat pada pegas (N) ∆x= pertambahan panjang pegas (m) Tabel Pengamatan assa Beban (gram) Pertambahan Panjang Konstanta Pegas (N/m) Konstanta pegas rata - rata 50 7,5 cm-6,5 cm = 1 cm 50 Nm R = 24,296 N/m 70 9,5 cm-6,5 cm = 3 cm 23,33 Nm 90 11,5 cm-6,5 cm = 5 cm 18 Nm 110 13,5 cm-6,5 cm = 7 cm 15,71 Nm 130 15,5 cm-6,5 cm = 9 cm 14,44 Nm Ep 50 = ½ k ∆x2 = ½ 24,296 ( 1)2 =22,148 X 10 -2 Ep 70 = ½ k ∆x2 = ½ 24,296 (3)2 = 109,332 X 10 -2 Ep 90 = ½ k ∆x2 = ½24,296 (5)2 = 303,7 X 10 -2 Ep 110 = ½ k ∆x2 = ½24,296 (7)2 = 595,252 X 10 -2 Ep 130 = ½ k ∆x2 = ½24,296 (9)2 = 983,988 X 10 -2 7.Tentukan konstanta rata-rata pegas tersebut. 0,5 + 0,7+ 0,9 + 1,1 + 1,3 = 4,5 / 5 = 0,9 N 8.Buatlah grafik antara gaya berat (F = m.g) terhadap pertambahan panjang pegas (x) pada kertas milimeter block. (di kertas milimeter ) 9.Hitunglah besar energi yang dimiliki pegas dari grafik tersebut. 10.Tulislah kesimpulan dari hasil percobaan Anda Setiap bahan memiliki konstanta pegas yang berbeda. Apabila sebuah pegas diberi gaya dan dilepaskan maka pegas tersebut akan kembali ke bentuk awalnya. Besarnya konstanta pegas dan ∆x mempengaruhi besarnya energi potensial pegas. Semakin besar nilai konstanta, maka nilai energi potensial yang didapat juga semakin besar. Sebaliknya semakin kecil nilai konstanta, maka semakin besar nilai energi potensial. Lembar Kerja 4 USAHA I.Alat dan Bahan • Balok kecil • Balok besar • Penggari • Dinamometer • Timbangan II.Percobaan/Prosedur 1. Timbang massa dari balok kayu yang tersedia. 2. Rakitlah alat seperti gambar di atas. 3. Buat garis A sebagai acuan awal balok mulai bergerak (seperti pada gambar di atas) 4. Tariklah dinamometer sampai garis B dengan jarak sebesar 20 cm, 30 cmdan 50 cm 5. Catat hasil pengamatan pada tabel 1 No. Massa Balok Besar Gaya (newton) Jarak (meter) Usaha (joule) 1 0,000350 kg 0,2 N 0,12 M 24 x 10 2 0,000700 kg 0,4 N 0,21 M 84 x 10 3 0,0001050 g 0,6 N 0,29 M 192 x 10 6.Ganti balok besar dengan balok kecil 7.Lakukan percobaan seperti langkah 2 sampai 4. 8.Catat hasil pengamatan pada tabel 2. Tabel 2 No. Massa Balok kecil Gaya (newton) Jarak (m) Usaha (joule) 1 0,000175 kg 0,1 N 0,06 12 x 10 2 0,000350 kg 0,2N 0,0105 42 X 10 3 0,000525 kg 0,3N 0,0145 96 X 10 III. Pertanyaan 1.Dari percobaan yang telah dilakukan apa yang dirasakan terhadap massa balok besar dibandingkan dengan massa balok yang kecil? Balok besar akan membutuhkan usaha 2.Bagaimana penunjukkan skala pada dinamometer terhadap kedua massa tersebut? 3.Apa hubungan antara massa yang ditarik oleh pegas terhadap gaya yangdikerjakan pada benda tersebut? 4.Bagaimana dengan hasil usaha yang dihitung dari hasil percobaan dalam tabel 1 dan 2? 5.Kapankah suatu benda dikatakan tidak melakukan usaha IV. Kesimpulan Tulislah kesimpulan Anda dari percobaan Bagian II. Selesaikan kasus berikut. 1.Sebuah bola besi jatuh dari suatu ketinggian h dari permukaan tanah. Bola akhirnya berhenti di permukaan tanah. Tentukan besarnya energi kinetik dan energi potensial bola pada posisi I, II, d an III

Rabu, 09 Agustus 2017

SILABUS MATA PELAJARAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH (SMP/MTs)

SILABUS MATA PELAJARAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH (SMP/MTs) MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN JAKARTA, 2016 DAFTAR ISI DAFTAR ISI i I. PENDAHULUAN A. Rasional 1 B. Kompetensi yang Diharapkan Setelah Siswa Mempelajari Ilmu Pengetahuan Alam di Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah 2 C. Kompetensi yang Diharapkan Setelah Siswa Mempelajari Ilmu Pengetahuan Alam di Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah 2 D. Kerangka Pengembangan Kurikulum Ilmu Pengetahuan Alam di Sekolah Menegah pertama/Madrasah Tsanawiyah 6 E. Pembelajaran dan Penilaian 9 F. Kontekstualisasi Pembelajaran sesuai dengan Kondisi Lingkungan dan Siswa 11 II.KOMPETENSI DASAR, MATERI PEMBELAJARAN, DAN KEGIATANPEMBELAJARAN 12 A. Kelas VII 12 B. Kelas VIII 19 19 C. KelasIX 26 I. PENDAHULUAN A. Rasional Saat ini kita berada pada abad 21 yang ditandai dengan perkembangan teknologi yang pesat, sehingga sains dan teknologi merupakan salah satu landasan penting dalam pembangunan bangsa. Pembelajaran sains diharapkan dapat menghantarkan siswa memenuhi kemampuan abad 21. Berikut kemampuan yang diperlukan pada abad 21, yaitu: 1) keterampilan belajar dan berinovasi yang meliputi berpikir kritis dan mampu menyelesaikan masalah, kreatif dan inovatif, serta mampu berkomunikasi dan berkolaborasi; 2) terampil untuk menggunakan media, teknologi, informasi dan komunikasi (TIK); 3) kemampuan untuk menjalani kehidupan dan karir, meliputi kemampuan beradaptasi, luwes, berinisiatif, mampu mengembangkan diri, memiliki kemampuan sosial dan budaya, produktif, dapat dipercaya, memiliki jiwa kepemimpinan, dan tanggung jawab. Silabus ini disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Penyederhanaan format dimaksudkan agar penyajiannya lebih efisien, tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (sequence) materi dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah diajarkan oleh guru (teachable); mudah dipelajari oleh siswa (learnable); terukur pencapainnya (measurable); bermakna (meaningfull); dan bermanfaat untuk dipelajari (worth to learn) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan siswa. Silabus ini merupakan acuan bagi guru dalam melakukan pembelajaran agar siswa mampu mengembangkan kompetensinya secara optimal melalui kegiatan pengamatan, berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan terlibat aktif dalam pembelajaran. Selain itu siswa diharapkan mampu mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari baik berhubungan dengan proses maupun produk sains. Silabus ini bersifat fleksibel, kontekstual, dan memberikan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran, serta mengakomodasi keungulan-keunggulan lokal. Atas dasar prinsip tersebut, komponen silabus mencakup kompetensi dasar, materi pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran. Uraian pembelajaran yang terdapat dalam silabus merupakan alternatif kegiatan yang dirancang berbasis aktivitas. Pembelajaran tersebut merupakan alternatif dan inspiratif sehingga guru dapat mengembangkan berbagai model yang sesuai dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran. Dalam melaksanakan silabus ini guru diharapkan kreatif dalam pengembangan materi, pengelolaan proses pembelajaran, penggunaan metode dan model pembelajaran, yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat serta tingkat perkembangan kemampuan siswa. B. Kompetensi yang Diharapkan Setelah Siswa Mempelajari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dibelajarkan sejak SD/MI hingga SMA/MA. Pada jenjang SD/MI Kelas I, II, dan III (kelas rendah) muatan sains diintegrasikan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, sedangkan di Kelas IV, V, dan VI (kelas tinggi) Ilmu Pengetahuan Alam menjadi mata pelajaran yang berdiri sendiri tetapi pembelajarannya menerapkan pembelajaran tematik terpadu. Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP/MTs menerapkan pembelajaran IPA terpadu. Di tingkat SMA/MA Ilmu Pengetahuan Alam disajikan sebagai mata pelajaran yang spesifik yang terbagi dalam mata pelajaran Fisika, Kimia, dan Biologi. Setelah mengikuti pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sejak Sekolah Dasar, lulusan pendidikan dasar dan pendidikan menengah akan memperoleh kecakapan untuk: • menjalani kehidupan dengan sikap positif dengan daya pikir kritis, kreatif, inovatif, dan kolaboratif, disertai kejujuran dan keterbukaan, berdasarkan potensi proses dan produk sains; • memahami fenomena alam di sekitarnya, berdasarkan hasil pembelajaran sains melalui bidang-bidang spesifiknya yaitu Fisika, Kimia dan Biologi; • membedakan produk atau cara yang masuk akal dengan produk atau cara yang tidak bersesuaian dengan prinsip-prinsip sains; • mengambil keputusan di antara berbagai pilihan yang dibedakan oleh hal-hal yang bersifat ilmiah; • menyelesaikan masalah yang dihadapi lulusan dalam kehidupannya, terutama memilih di antara cara-cara yang telah dikenal manusia berdasarkan pertimbangan ilmiah; • mengenali dan menghargai peran sains dalam memecahkan permasalahan umat manusia, seperti permasalahan ketersediaan pangan, kesehatan, pemberantasan penyakit, dan lingkungan hidup. • memahami dampak dari perkembangan sains terhadap perkem-bangan teknologi dan kehidupan manusia di masa lalu, maupun potensi dampaknya di masa depan bagi dirinya, orang lain, dan lingkungannya. C. Kompetensi yang Diharapkan Setelah Siswa Mempelajari Ilmu Pengetahuan Alam di Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Perumusan Kompetensi Dasar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam pada SMP/MTs menggunakan Kompetensi IPA secara umum dan pertimbangan kompetensi yang dapat dicapai siswa setelah belajar Ilmu Pangetahuan Alam. Kompetensi setelah belajar Ilmu Pengetahuan Alam di SMP/MTs tertuang dalam peta kompetensi pada setiap jenjang pendidikan ditunjukkan pada Tabel 1.   Tabel 1. Peta Kompetensi Ilmu Pengetahuan Alam pada Setiap Jenjang Pendidikan SD (I-III) SD (IV-VI) SMP SMA (Fisika) SMA (Kimia) SMA (Biologi) Siswa mampu: 1. menjalani kehidupan dengan sikap positif dengan daya pikir kritis, kreatif, inovatif, dan kolaboratif, disertai kejujuran dan keterbukaan Siswa mampu: 1. menjalani kehidupan dengan sikap positif dengan daya pikir kritis, kreatif, inovatif, dan kolaboratif, disertai kejujuran dan keterbukaan, berdasarkan potensi proses dan produk sains Siswa mampu: 1. menjalani kehidupan dengan sikap positif dengan daya pikir kritis, kreatif, inovatif, dan kolaboratif, disertai kejujuran dan keterbukaan, berdasarkan potensi proses dan produk sains Siswa mampu: 1. menjalani kehidupan dengan sikap positif dengan daya pikir kritis, kreatif, inovatif, dan kolaboratif, disertai kejujuran dan keterbukaan, berdasarkan potensi proses dan produk fisika Siswa mmapu: 1. menjalani kehidupan dengan sikap positif dengan daya pikir kritis, kreatif, inovatif, dan kolaboratif, disertai kejujuran dan keterbukaan, berdasarkan potensi proses dan produk kimia Siswa mampu: 1. menjalani kehidupan dengan sikap positif dengan daya pikir kritis, kreatif, inovatif, dan kolaboratif, disertai kejujuran dan keterbukaan, berdasarkan potensi proses dan produk biologi 2. memahami fenomena alam di sekitarnya, berdasarkan hasil pembelajaran sains melalui bidang IPA dan lingkungan sekitarnya 2. memahami fenomena alam di sekitarnya, berdasarkan hasil pembelajaran sains melalui bidang IPA dan lingkungan sekitarnya 2. memahami fenomena alam di sekitarnya, berdasarkan hasil pembelajaran sains melalui bidang IPA 2. memahami fenomena alam di sekitarnya, berdasarkan hasil pembelajaran sains melalui bidang-bidang Fisika 2. memahami fenomena alam di sekitarnya, berdasarkan hasil pembelajaran sains melalui bidang-bidang Kimia 2. memahami fenomena alam di sekitarnya, berdasarkan hasil pembelajaran sains melalui bidang-bidang Biologi 3. memahami produk atau cara yang masuk akal dengan prinsip-prinsip sains; 3. memahami produk atau cara yang masuk akal dengan prinsip-prinsip sains; 3. memahami produk atau cara yang masuk akal dengan produk atau cara yang tidak bersesuaian dengan prinsip-prinsip sains; 3. membedakan produk atau cara yang masuk akal dengan produk atau cara yang tidak bersesuaian dengan prinsip-prinsip Fisika 3. membedakan produk atau cara yang masuk akal dengan produk atau cara yang tidak bersesuaian dengan prinsip-prinsip Kimia 3. membedakan produk atau cara yang masuk akal dengan produk atau cara yang tidak bersesuaian dengan prinsip-prinsip Biologi 4. mengambil keputusan di antara berbagai pilihan berdasarkan pengamatan 4. mengambil keputusan di antara berbagai pilihan berdasarkan pengamatan dan pertimbangan ilmiah 4. mengambil keputusan di antara berbagai pilihan berdasarkan pertimbangan ilmiah 4. mengambil keputusan di antara berbagai pilihan yang dibedakan oleh hal-hal yang bersifat ilmiah 4. mengambil keputusan di antara berbagai pilihan yang dibedakan oleh hal-hal yang bersifat ilmiah 4. mengambil keputusan di antara berbagai pilihan yang dibedakan oleh hal-hal yang bersifat ilmiah 5. menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam kehidupannya dengan memilih di antara cara-cara yang telah dikenal manusia 5. menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam kehidupannya dengan memilih di antara cara-cara yang telah dikenal manusia berdasarkan pengetahuan yang telah dimilikinya 5. menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam kehidupannya, terutama memilih di antara cara-cara yang telah dikenal manusia berdasarkan pertimbangan ilmiah 5. menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam kehidupannya, terutama memilih di antara cara-cara yang telah dikenal manusia berdasarkan pertimbangan ilmiah 5. menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam kehidupannya, terutama memilih di antara cara-cara yang telah dikenal manusia berdasarkan pertimbangan ilmiah 5. menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam kehidupannya, terutama memilih di antara cara-cara yang telah dikenal manusia berdasarkan pertimbangan ilmiah 6. memahami peran sains dalam memecahkan permasalahan dirinya 6. memahami peran sains dalam memecahkan permasalahan sehari-hari di lingkungan sekitarnya 6. memahami dan menghargai peran sains dalam memecahkan permasalahan lingkungan hidup 6. memahami dan menghargai peran Fisika dalam memecahkan permasalahan umat manusia 6. memahami dan menghargai peran Kimia dalam memecahkan permasalahan umat manusia 6. memahamidan menghargai peran Biologi dalam memecahkan permasalahan umat manusia 7. memahami perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan 7. memahami perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan sebagai dampak perkembangan sains 7. memahami dampak dari perkembangan sains terhadap perkem¬bangan teknologi, kehidupan, dan lingkungan 7. memahami dampak dari perkembangan Fisika terhadap perkem¬bangan teknologi dan kehidupan manusia di masa lalu, maupun potensi dampaknya di masa depan bagi dirinya, orang lain, dan lingkungannya 7. memahami dampak dari perkembangan Kimia terhadap perkem¬bangan teknologi dan kehidupan manusia di masa lalu, maupun potensi dampaknya di masa depan bagi dirinya, orang lain, dan lingkungannya 7. memahami dampak dari perkembangan Biologi terhadap perkem¬bangan teknologi dan kehidupan manusia di masa lalu, maupun potensi dampaknya di masa depan bagi dirinya, orang lain, dan lingkungannya D. Kerangka Pengembangan Kurikulum Ilmu Pengetahuan Alam Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Pengembangan kurikulum sains dilakukan dalam rangka mencapai dimensi kompetensi pengetahuan, kerja ilmiah, serta sikap ilmiah sebagai perilaku sehari-hari dalam berinteraksi dengan masyarakat, lingkungan dan pemanfaatan teknologi, seperti yang tergambar pada Gambar 3. berikut. Gambar 1. Kerangka Pengembangan Sains Gambar 1. di atas menunjukkan bahwa siswa diharapkan mampu menerapkan kompetensi sains yang dipelajari di sekolah menjadi perilaku dalam kehidupan masyarakat dan memanfaatkan masyarakat dan lingkungan sebagai sumber belajar. Kerangka pengembangan Kompetensi Dasar (KD) Ilmu Pengetahuan Alam diorganisasikan secara vertikal dan horizontal. Organisasi vertikal KD berupa keterkaitan KD antar-kelas harus memenuhi prinsip belajar, yaitu terjadi suatu akumulasi yang ber-kesinambungan antar-kompetensi yang dipelajari siswa. Organisasi horizontal berupa keterkaitan antara KD suatu mata pelajaran dengan KD mata pelajaran lain dalam satu kelas yang sama sehingga terjadi proses saling memperkuat. Pengembangan kompetensi dasar berdasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antar-mata pelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal). Kompetensi terdiri atas 4 (empat) aspek, yaitu: sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Sikap Spiritual dan Sikap Sosial pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam tidak dirumuskan, tetapi hasil pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) dari pengetahuan dan keterampilan, sehingga perlu direncanakan pengembangannya. Kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi siswa. Sedangkan kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan dirinci lebih lanjut dalam KD mata pelajaran. Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa lebih lanjut. Ruang lingkup materi Ilmu Pengetahuan Alam untuk setiap jenjang pendidikan ditunjukkan pada Tabel 2 berikut ini. Tabel 2. Ruang Lingkup Materi Ilmu Pengetahuan Alam Ruang Lingkup Ruang Lingkup Materi IPA pada Jenjang SD/MI I-III SD/MI IV-VI SMP/MTs SMA/MA Kerja Ilmiah dan Keselamat-an Kerja • Mengajukan pertanyaan • Memprediksi • Melakukan pengamatan • Mengumpulkan data • Menarik kesimpulan • Mengomuni-kasikan hasil percobaan • Mengajukan pertanyaan • Memprediksi • Melakukan percobaan • Mengumpul-kan dan mengolah data • Menarik kesimpulan • Mengomuni-kasikan hasil percobaan • Merumuskan masalah • Memprediksi • Melakukan percobaan • Mengumpul-kan data secara akurat • Mengolah data secara sistematis • Menarik kesimpulan • mengomunikasikan hasil percobaan • Merumuskan masalah • Mengajukan hipotesis • Menentukan variabel • Merancang dan melakukan percobaan • Mengumpul-kan dan mengolah data secara sistematis • Menarik kesimpulan • Mengomuni-kasikan hasil percobaan Makhluk Hidup dan Sistem Kehidupan • Bagian tubuh manusia dan makhluk hidup di sekitarnya serta perawatan-nya • Gejala alam • Tumbuhan • Hewan • Manusia • Lingkungan • Gejala alam • Tumbuhan • Hewan • Manusia • Lingkungan dan peruba-hannya • Objek biologi • Tingkat organisasi kehidupan • Ragam persoalan biologi Energi dan Perubahannya • Sumber energi • Bentuk energi • Gaya dan Gerak • Sumber Energi • Bunyi • Cahaya • Sumber daya alam • Suhu dan Kalor • Listrik dan Magnet • Gerak dan gaya • Usaha (kerja) dan pesawat sederhana • Tekanan • Gelombang • Optik • Kelistrikan dan kemagnetan • Teknologi ramah lingkungan • Mekanika • Termodi-namika • Gelombang dan optik • Listrik statik dan dinamik • Arus bolak-balik • Fisika modern • Teknologi digital Materi dan Perubahannya • Ciri benda • Wujud benda • Perubahan wujud • Penggolongan materi • Penggolo-ngan dan perubahan materi • Zat aditif dan adiktif • Partikel materi • Komposisi, struktur, dan sifat materi • Transformasi • Dinamika • Energitika • Terapan kimia/isu kimia Bumi dan Alam Semesta • Siang dan malam • Perubahan cuaca dan musim • Tata surya • Bumi • Bulan • Matahari • Lapisan bumi • Tata surya • Gerak planet dalam tata surya Sains, Lingkung-an, Teknologi, dan Masya-rakat • Dampak perubahan musim terhadap kegiatan sehari-hari • Lingkungan dan kesehatan • Perawatan tumbuhan • Sumber daya alam • Pemanasan global • Teknologi ramah lingkungan • Tanah • Pemanasan global dan dampaknya bagi kehidupan • Lingkungan • Energi alternatif Dalam konteks mata pelajran IPA SD, kurikulum IPA SD mencakup rencana pengaturan materi pelajaran IPA dan cara pembelajaran IPA untuk mencapai kompetensi. Rencana pengauran diwujudkan dalam bentuk silabus IPA, sedangkan rencana pengaturan yang lebih detail diiwujudkan dalam bentuk Rencana Pengaturan Pembelajaran (RPP) IPA. Penyusunan RPP IPA SD merupakan tugas dan kewenangan guru, dengan mengacu pada silabus, buku guru, buku siswa, sumber belajar yang tersedia, serta karakteristik siswanya. Ruang lingkup mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs dijabarkan ke dalam peta materi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam setiap kelas sebagaimana ditampilkan pada Tabel 4. Tabel 4. Peta Materi Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs per Kelas E. Pembelajaran dan Penilaian 1. Pembelajaran Kurikulum 2013 mengembangkan dua proses pembelajaran yaitu proses pembelajaran langsung dan proses pembelajaran tidak langsung. Proses pembelajaran langsung adalah proses pembelajaran yang mengembangkan pengetahuan, kemampuan berpikir dan keterampilan psikomotorik siswa melalui interaksi langsung dengan sumber belajar yang dirancang dalam silabus dan RPP berupa kegiatan-kegiatan pembelajaran berbasis aktivitas. Pada proses pembelajaran dapat menggunakan berbagai macam model pembelajaran. Beberapa contoh diantaranya adalah Discovery Based Learning (Pembelajaran Berbasis Penesmuan), Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah/PBL), dan Project Based Learning (Pembelajaran Berbasis Projek/PjBL). Discovery dilakukan melalui pengamatan, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan dan merumuskan kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan. Inquiry Based learning mengubah kondisi belajar yang pasif menjadi aktif dan kreatif, dari teacher centered ke student centered. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) menggunakan peristiwa atau permasalahan nyata dalam konteks siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah, serta memperoleh pengetahuan esensial dari Kompetensi Dasar. Dengan PBL, siswa mengembangkan keterampilan belajar sepanjang hayat termasuk kemampuan mendapatkan dan menggunakan sumber belajar. Sedangkan Project Based Learning atau PjBL memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghasilkan karya tertentu dalam rangka menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam melalui kerja ilmiah dimaksudkan untuk membangun pengetahuan baru secara tidak langsung yang akan membentuk keseimbangan antara kecakapan dan sikap ilmiah. Selain menggunakan model-model pembelajaran tersebut, pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dapat menggunakan metode pembelajaran sebagai berikut: • pengamatan langsung • eksperimen/percobaan • resitasi • diskusi • demonstrasi • penugasan • tanya jawab, dan lain-lain. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dapat dibantu dengan menggunakan media antara lain: a. media visual: grafik, diagram, carta, poster, bagan, gambar/foto, kartun/komik. b. media audio: tape recorder; c. projected still media: LCD projector; d. projected motion media: film, televisi, video, komputer (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Media pembelajaran berupa alat peraga dapat berupa benda alami, benda buatan dan model. Contoh media benda alami antara lain: preparat awetan, hewan, dan tumbuhan segar. Contoh media buatan antara lain: torso, dan model simulasi; Contoh media model adalah terarium sebagai model ekosistem. Dalam proses pembelajarannya, IPA tidak hanya mempelajari konsep-konsep tetapi juga diperkenalkan aspek dan peran teknologi di masyarakat serta pengaruhnya pada lingkungan. Pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah pembelajaran yang berasaskan konsep pembelajaran komputer dan multimedia yang berkembang pesan di masyarakat. Kebutuhan teknologi informasi (TI) mengharuskan guru untuk mampu mengimbangi perubahan yang terjadi. Guru dituntut menjadi kreatif dalam mengembangkan model pembelajaran maupun media yang digunakan. Selain sebagai sarana untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, pembelajaran berbasis TIK juga dapat mempermudah guru dalam mempersiapkan materi/bahan ajar. Beberapa manfaat bahan ajar berbasis TIK antara lain: guru dan siswa dapat berkomunikasi dengan relatif lebih mudah, memanfaatkan pertukaran data, memanfaatkan teknologi multimedia sehingga suasana pembelajaran menjadi lebih menarik 2. Penilaian Penilaian Hasil Belajar dalam Ilmu Pengetahuan Alam dilakukan terhadap tiga dimensi yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diperoleh melalui pengamatan pada saat proses pembelajaran dan diakhir pembelajaran. Penilaian terhadap sikap digunakan dalam rangka menumbuhkan dan mengembangkan sikap ilmiah pada siswa. Penilaian pengetahuan dilakukan pada penguasaan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif. Sedangkan penilaian terhadap keterampilan dilakukan terhadap penguasaan kerja ilmiah. Penilaian hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam oleh guru mencakup kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan dengan berbagai teknik dan instrumen penilaian. Penilaian kompetensi sikap dilakukan melalui pengamatan sebagai sumber informasi utama, sedangkan penilaian melalui penilaian diri dan penilaian antarteman digunakan sebagai informasi pendukung. Hasil penilaian sikap oleh guru disampaikan dalam bentuk predikat atau deskripsi. Hasil penilaian sikap digunakan sebagai pertimbangan pengembangan karakter siswa lebih lanjut. Penilaian pengetahuan dilakukan melalui tes tertulis, tes lisan, dan penugasan sesuai dengan kompetensi yang dinilai. Penilaian keterampilan dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dilakukan melalui unjuk kinerja/praktik, produk, proyek, portofolio dan/atau teknik lain sesuai dengan kompetensi yang dinilai. Penilaian keterampilan melalui praktik dilakukan dengan mengamati kegiatan siswa saat melakukan praktikum/percobaan dan pemaparan hasil percobaan. F. Kontekstualisasi Pembelajaran Sesuai dengan Kondisi Lingkungan dan Siswa Kegiatan Pembelajaran pada silabus ini hanya merupakan model. Guru dapat memperkaya dan menyesuaikan dengan sumber daya yang ada, karakteristik dan kekhasan daerah/sekolah sesuai dengan potensi siswa. Penyesuaian ini harus tetap memperhatikan pencapaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa. Guru sebaiknya memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), Buku Teks (Buku Siswa dan Buku Guru), dan lembar kerja siswa (LKS) sebagai sumber belajar. Lembar kerja siswa sedapat mungkin disusun oleh guru dengan memberi peluang untuk berkembangnya kreativitas siswa yang terlibat dalam merancang prosedur kegiatan. Lembar kerja siswa merupakan panduan bagi siswa untuk melakukan sesuatu yang menghasilkan kemampuan berpikir. Selain itu guru diharapkan dapat mengaitkan dengan lingkungan, sumber daya alam, dan energi di sekitarnya dan konteks global, agar siswa dapat memelihara dan memanfaatkan lingkungannya sebagai sumber belajar.   II. KOMPETENSI DASAR, MATERI PEMBELAJARAN, DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN A. Kelas VII Alokasi waktu: 5 jam pelajaran/minggu Kompetensi Sikap Spiritual dan Kompetensi Sikap Sosial dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) pada pembelajaran Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan melalui keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik, mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi siswa. Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat dignakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa lebih lanjut. Pembelajaran untuk Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan sebagai berikut ini. Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Siswa mampu: 3.1 menerapkan konsep pengukuran berbagai besaran yang ada pada diri sendiri, makhluk hidup lain, dan benda-benda di sekitar serta pentingnya penggunaan satuan standar (baku) dalam pengukuran 4.1 menyajikan data hasil pengukuran dengan alat ukur yang sesuai pada diri sendiri, makhluk hidup lain, dan benda-benda di sekitar dengan menggunakan satuan tak baku dan satuan baku Objek Ilmu Pengetahuan Alam dan pengamatannya • Pengukuran • Besaran Pokok dan turunan • Satuan baku dan tak baku • Mengamati diri sendiri dan teman, serta benda-benda yang ada di sekitar untuk melihat ciri-ciri yang dapat diamati seperti tinggi badan, warna rambut, warna kulit • Mengukur panjang benda dengan hasil bersatuan baku dan tak baku,untuk menemukan pentingnya satuan baku dalam pengukuran • Mengumpulkan informasi mengenai berbagai besaran pokok dan turunan yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, misalnya panjang benda, massa jenis, energi, frekuensi denyut nadi, konsentrasi larutan, laju pertumbuhan tanaman, dan lain-lain. • Melakukan percobaan mengukur besaran panjang, massa, dan waktu menggunakan alat ukur baku dan tak baku untuk mendapatkan konsep satuan baku dan tak baku • Menyajikan hasil percobaan tentang pengukuran dengan alat ukur dalam bentuk laporan tertulis dan mendiskusikannya dengan teman Siswa mampu: 3.2 mengklasifikasi-kan makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati 4.2 menyajikan hasil pengklasifikasian makhluk hidup dan benda di lingkungan sekitar berdasarkan karakteristik yang diamati Klasifikasi • Makhluk hidup dan benda tak hidup • Ciri-ciri makhluk hidup • Klasifikasi makhluk hidup • Pengenalan mikroskop • Mengamati manusia, tumbuhan, hewan, dan benda di lingkungan sekitar, gejala-gejala kehidupan yang menunjukkan ciri-ciri mahluk hidup serta pengelompok-kannya dengan indera dan dengan bantuan mikroskop • Mengidentifikasi ciri-ciri makhluk dan benda-benda yang ada di lingkungan sekitar • Mengumpulkan informasi mengenai klasifikasi mahluk hidup berdasarkan persamaan ciri yang diidentifikasi, misalnya kelompok monera, protista, fungi, plantae, dan animalia • Menyajikan hasil mengklasifikasi makhluk hidup dalam bentuk laporan tertulis dan mendiskusikan-nya dengan teman Siswa mampu: 3.3 memahami konsep campuran dan zat tunggal (unsur dan senyawa), sifat fisika dan kimia, perubahan fisika dan kimia dalam kehidupan sehari-hari 4.3 menyajikan hasil penyelidikan atau karya tentang sifat larutan, perubahan fisika dan perubahan kimia, atau pemisahan campuran Zat dan Karakteristiknya • Zat Padat, Cair, dan Gas • Unsur, Senyawa, dan Campuran • Sifat fisika dan kimia • Perubahan fisika dan kimia • Mengamatiberbagai benda dalam kehidupan sehari-hari yang mengalami perubahan, misalnya air menjadi es, es menjadi air, air menjadi uap, kertas dibakar menjadi abu, besi berkarat, makanan menjadi basi, dll • Melakukan penyelidikan karakteristik zat (padat, cair, dan gas) serta mengumpulkan informasi mengenai unsur, senyawa, dan campuran • Melakukan penyelidikan asam, basa, dan garam menggunakan indikator buatan dan alami • Melakukan percobaan teknik pemisahan campuran, misalnya melalui penyulingan, kromatografi, atau penyubliman • Menyajikan hasil penyelidikan sifat fisika dan kimia dalam kehidupan sehari-hari danmendiskusi- kannya dengan teman Siswa mampu: 3.4 memahami konsep suhu, pemuaian, kalor, perpindahan kalor, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari termasuk mekanisme menjaga kestabilan suhu tubuh pada manusia dan hewan 4.4 melakukan percobaan untuk menyelidiki pengaruh kalor terhadap suhu dan wujud benda serta perpindahan kalor Suhu dan Kalor • Suhu • Alat pengukur suhu • Pemuaian • Kalor • Perpindahan kalor • Kestabilan suhu tubuh makhluk hidup dalam kehidupan sehari-hari • Mengamati peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang terkait dengan perubahan wujud benda setelah menerima atau melepas kalor • Melakukan percobaan mengukur suhu benda menggunakan thermometer serta menyelidiki pemuaian pada benda padat, cair, dan gas • Melakukan percobaan untuk menyelidiki pengaruh kalor terhadap perubahan suhu dan wujud benda serta perpindahan kalor secara konduksi, konveksi, dan radiasi • Mengumpulkan informasi mengenai berbagai upaya menjaga kestabilan suhu tubuh makhluk hidup dalam kehidupan sehari-hari • Menyajikan hasil percobaan dalam bentuk laporan tertulis dan mendiskusikan-nya dengan teman Siswa mampu: 3.5 memahami konsep energi, berbagai sumber energi, dan perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari termasuk fotosintesis 4.5menyajikan hasil percobaan tentang perubahan bentuk energi termasuk fotosintesis Energi • Bentuk-bentuk energi • Sumber energi • Perubahan bentuk energi • Transformasi energi dalam sel • Fotosintesis • Respirasi • Mengamati berbagai aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari yang terkait dengan penggunaan energi dan krisis energi • Meyelidiki sumber energi dan perubahan bentuk energi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya energi potensial dan energi kinetik melalui percobaan • Mengumpulkan informasi mengenai perpindahan energi dalam sel serta melakukan percobaan fotosintesis dan mengukur laju respirasi hewan hubungannya dengan berat badan • Menyajikan hasil percobaan perubahan bentuk energi dan percobaan fotosintesis dan respirasi dalam bentuk laporan tertulis dan mendiskusikannya dengan teman Siswa mampu: 3.6 memahami sistem organisasi kehidupan mulai dari tingkat sel sampai organism dan komposisi utama penyusun sel 4.6 membuat model struktur sel tumbuhan/hewan Sistem Organisasi Kehidupan • Sel • Jaringan • Organ • Sistem organ • Organisme • Mengamati torso manusia atau organ tubuh bagian dalam dari ikan/katak/ burung/kadal • Mengindetifikasi perbedaan antara sel, jaringan, organ, dan sistem organ pada hewan dan tumbuhan melalui pengamatan mikroskopik dan makroskopik • Membuat model struktur sel hewan atau tumbuhan menggunakan bahan yang mudah didapat di lingkungan sekitar dan mendiskusikan hasilnya Siswa mampu: 3.7 menganalisis interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya serta dinamika populasi akibat interaksi tersebut 4.7 menyajikan hasil pengamatan terhadap interaksi makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya Makhluk Hidup dan Lingkungan • Interaksi antara makhluk hidup dan lingkungan • Dinamika populasi • Mengamati ekosistem buatan berupa akuarium atau kolam ikan, difokuskan pada komponen biotik dan abiotik serta interaksi yang terjadi di dalamnya • Melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi komponen abiotik dan biotik yang ada pada lingkungan sekitar serta interaksi yang terjadi didalamnya dalam bentuk rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan simbiosis • Melakukan percobaan pertumbuhan populasi terhadap ketersediaan ruang dan lahan pertanian serta dampaknya bagi lingkungan • Membuat laporan hasil percobaan interaksi antara komponen biotik dan abiotik serta dampak dinamika populasi dan mendiskusi-kannya dengan teman. Siswa mampu: 3.8 menganalisis terjadinya pencemaran lingkungan dan dampaknya bagi ekosistem 4.8 membuat tulisan tentang gagasan penyelesaian masalah pencemaran di lingkungannya berdasarkan hasil pengamatan Pencemaran Lingkungan • Pencemaran udara • Pencemaran air • Pencemaran tanah • Dampak pencemaran bagi ekosistem • Mengamati berbagai pencemaran dilingkungan sekitar • Mengumpulkan informasi serta menganalisis penyebab dan dampak pencemaran udara, air, dan tanah bagi ekosistem, merumuskan masalah serta mengajukan penyelesaian masalahnya • Membuat laporan tentang penyelesaian masalah pencemaran yang terjadi di lingkungan sekitar Siswa mampu: 3.9 memahami perubahan iklim dan dampaknya bagi ekosistem 4.9 membuat tulisan tentang gagasan adaptasi/penanggulangan masalah perubahan iklim Perubahan Iklim • Penyebab terjadinya perubahan iklim • Dampak perubahan iklim bagi ekosistem • Mengamati tayangan tentang dampak perubahan iklim • Mengumpulkan informasi mengenai proses dan dampak terjadinya perubahan iklim bagi ekosistem • Mengajukan gagasan tentang penanggulangan masalah perubahan iklim dalam bentuk laporan tertulis, dan mempresentasikan gagasannya untuk ditanggapi temannya Siswa mampu: 3.10 memahami lapisan bumi, gunung api, gempa bumi, dan tindakan pengurangan resiko sebelum, pada saat, dan pasca bencana sesuai ancaman bencana di daerahnya 4.10 mengomunikasikan upaya pengurangan resiko dan dampak bencana alam serta tindakan penyelamatan diri pada saat terjadi bencana sesuai dengan jenis ancaman bencana di daerahnya Lapisan Bumi dan Bencana • Lapisan bumi • Gunung api • Gempa bumi dan tsunami • Tindakan tanggap bencana • Mengamati tayangan atau model lapisan bumi • Mengumpulkan informasi mengenai lapisan bumi dan mekanisme terjadinya letusan gunung berapi, gempa bumi, dan tsunami • Menyajikan hasil studi literatur tentang penanggulangan resiko dan dampak bencana alam dalam bentuk presentasi • Berlatih tindakan penyelamatan diri pada saat terjadi bencana alam Siswa mampu: 3.11 memahami sistem tata surya, rotasi dan revolusi bumi dan bulan, serta dampaknya bagi kehidupan di bumi 4.11 menyajikan karya tentang dampak rotasi dan revolusi bumi dan bulan bagi kehidupan di bumi, berdasarkan hasil pengamatan atau penelusuran berbagai sumber informasi Tata Surya • Sistem tata surya • Karakteristik anggota tata surya • Matahari sebagai bintang • Dampak rotasi dan revolusi bumi bagi kehidupan di bumi • Gerhana bulan dan matahari • Terjadinya pasang surut • Mengamati model sistem tata surya • Mendiskusikan orbit planet • Mengidentifikasi karakteristik anggota tata surya serta dampak rotasi dan revolusi bumi bagi kehidupan • Mensimulasikan terjadinya siang dan malam, fase-fase bulan dan proses terjadinya gerhana • Mengumpulkan informasi mengenai gerhana bulan dan matahari serta pengaruhnya terhadap pasang surut air laut • Membuat laporan tertulis tentang dampak rotasi dan revolusi bumi serta bulan bagi kehidupan dan mendiskusikannya dengan teman   B. Kelas VIII Alokasi waktu: 5 jam pelajaran/minggu Kompetensi Sikap Spiritual dan Kompetensi Sikap Sosial dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) pada pembelajaran Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan melalui keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik, mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi siswa. Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat dignakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa lebih lanjut. Pembelajaran untuk Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan sebagai berikut ini. Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Siswa mampu: 3.1 memahami gerak pada makhluk hidup, sistem gerak pada manusia, dan upaya menjaga kesehatan sistem gerak 4.1 membuat tulisan tentang berbagai gangguan pada sistem gerak, serta upaya menjaga kesehatan sistem gerak manusia Sistem Gerak pada Manusia • Struktur dan fungsi rangka • Struktur dan fungsi sendi • Struktur dan fungsi otot • Upaya menjaga kesehatan sistem gerak • Mengamati struktur dan fungsi rangka, sendi, dan otot manusia • Melakukan percobaan untuk mengetahui struktur gerak, jenis dan perbedaan serta mekanisme kerja jaringan otot • Mengidentifikasi gangguan pada sistem gerak, upaya mencegah dan cara mengatasinya • Menyajikan hasil pengamatan dan identifikasi tentang sistem gerak manusia dan gangguan serta upaya mengatasinyadalam bentuk tulisan dan mendiskusikannya dengan teman Siswa mampu: 3.2 menganalisis gerak lurus, pengaruh gaya terhadap gerak berdasarkan hukum Newton, dan penerapannya pada gerak benda dan gerak makhluk hidup 4.2 menyajikan hasil penyelidikan pengaruh gaya terhadap gerak benda Gerak dan Gaya • Gerak pada benda • Hukum Newton tentang gerak • Penerapan Hukum Newton pada gerak makhluk hidup dan benda • Melakukan percobaan gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan • Melakukan percobaan mengukur kecepatan dan percepatan • Melakukan percobaan hukum Newton dan menganalisis hubungannya pada gerak makhluk hidup dan benda dalam kehidupan sehari-hari • Melaporkan/memapar-kan hasil penyelidikan pengaruh gaya terhadap gerak benda dalam bentuk tulisan • Mengamati dan mengidentifikasi proses gerak pada tumbuhan dan hewan untuk menjelaskan penerapannya pada benda, seperti pesawat, kapal selam Siswa mampu: 3.3 memahami konsep usaha, pesawat sederhana, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, serta hubungannya dengan kerja otot pada struktur rangka manusia 4.3 menyajikan hasil penyelidikan atau penyelesaian masalah tentang manfaat penggunaan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari Pesawat Sederhana • Kerja/Usaha • Jenis pesawat sederhana • Keuntungan mekanik • Prinsip pesawat sederhana pada otot dan rangka manusia • Mengamati cara kerja pesawat sederhana secara langsung/video • Mengidentifikasi jenis pesawat sederhana seperti katrol, roda berporos, bidang miring • Melakukan percobaan dan mengidentifikasi mekanisme kerja pesawat sederhana serta hubungannya dengan kerja otot pada struktur rangka manusia • Melaporkan/memapar-kan hasil penyelidikan tentang manfaat pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari Siswa mampu: 3.4 menganalisis keterkaitan struktur jaringan tumbuhan dan fungsinya, serta teknologi yang terinspirasi oleh struktur tumbuhan 4.4 mengomunikasikan teknologi yang terinspirasi oleh hasil pengamatan struktur tumbuhan dari berbagai sumber Struktur dan Fungsi Tumbuhan • Struktur dan fungsi akar, batang dan daun • Struktur dan fungsi bunga, buah dan biji • Struktur dan fungsi Jaringan • Teknologi yang terinspirasi oleh struktur tumbuhan • Mengamati dan mengidentifikasi struktur dan fungsi tumbuhan serta teknologi yang terinspirasi oleh struktur tumbuhan • Menyusun rencana dan melakukan percobaan berdasarkan hasil pengamatan terhadap struktur dan fungsi tumbuhan serta tekno-logi yang terinspirasi oleh struktur tumbuhan • Melaporkan/ memaparkan hasil kesimpulan berdasarkan pengamatan dan percobaanstruktur jaringan • Melaporkan hasil pengamatan teknologi yang terinspirasi oleh struktur tumbuhan dan mendiskusikannya dengan teman Siswa mampu: 3.5 menganalisis sistem pencernaan pada manusia dan memahami gangguan yang berhubungan dengan sistem pencernaan, serta upaya menjaga kesehatan sistem pencernaan 4.5 menyajikan hasil penyelidikan tentang pencernaan mekanis dan kimiawi Sistem Pencernaan pada manusia • Zat makanan • Uji bahan makanan • Organ pencernaan • Enzim pencernaan • Penyakit yang berhubungan dengan sistem pencernaan • Mengamati berbagai bahan makanan dan melakukan pengujian kandungan bahan makanan • Melakukan percobaan uji bahan makanan yang mengandung karbohidrat, gula, lemak dan protein • mengidentifikasi organ-organ pada sistem pencernaanserta proses pencernaan di dalam tubuh • mengumpulkan informasi tentang penyakit yang berhubungan dengan sistem pencernaan • melakukan penyelidikan tentang pencernaan mekanis dan kimiawi • Menyimpulkan, melaporkan/memaparkan hasil percobaan dan mendiskusikannya dengan teman Siswa mampu: 3.6 memahami berbagai zat aditif dalam makanan dan minuman, zat adiktif, serta dampaknya terhadap kesehatan 4.6 membuat karya tulis tentang dampak penyalahgunaan zat aditif dan zat adiktif bagi kesehatan Zat Aditif dan Zat Adiktif • Jenis zat aditif (alami dan buatan) dalam makanan dan minuman • Jenis zat adiktif • Pengaruh zat aditif dan adiktif terhadap kesehatan • Mengamati bahan makanan di lingkungan sekitar yang mengandung zat aditif serta tayangan berita penyalahgunaan zat adiktif • Mengidentifikasi zat-zat aditif yang ditambahkan pada makanan dan jenis-jenis zat adiktif serta penyalah-gunaannya dalam kehidupan • Menyimpulkan dan melaporkan hasil identifikasi jenis-jenis zat aditif dan adiktif serta penyalahgunaan-nya dalam kehidupan, serta mendiskusikannya dengan teman Siswa mampu: 3.7 menganalisis sistem peredaran darah pada manusia dan memahami gangguan pada sistem peredaran darah, serta upaya menjaga kesehatan sistem peredaran darah 4.7 menyajikan hasil percobaan pengaruh aktivitas (jenis, intensitas, atau durasi) dengan frekuensi denyut jantung Sistem Peredaran Darah • Organ peredaran darah • Jenis peredaran darah • Penyakit pada sistem peredaran darah • Mengamati modelsistem peredaran darah. • Mengidentifikasi komponen darah, organ-organ pada sistem peredaran darah, jenis peredaran darah pada manusia, serta berbagai penyakit pada sistem peredaran darah • Melakukan penyelidikan dan menyajikan laporan tentang pengaruh aktivitas (jenis, intensitas, durasi) dengan frekuensi denyut jantung Siswa mampu: 3.8 memahami tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk tekanan darah, osmosis, dan kapilaritas jaringan angkut pada tumbuhan 4.8 menyajikan data hasil percobaan untuk menyelidiki tekanan zat cair pada kedalaman tertentu, gaya apung, dan kapilaritas, misalnya dalam batang tumbuhan Tekanan Zat • Tekanan zat padat, cair, dan gas • Tekanan darah • Osmosis • Kapilaritas jaringan angkut pada tumbuhan • Mengamati berbagai fenomena yang berhubungan dengan tekanan zat padat, cair dan gas serta tekanan pada pembuluh darah manusia dan jaringan angkut pada tumbuhan • Menghubungkan tekanan zat cair di ruang tertutup dengan tekanan darah manusia, osmosis, dan peristiwa kapilaritas • Melakukan percobaan untuk menyelidiki tekanan zat padat, cair, dan gas serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya • Menyajikan hasil percobaan tekanan zat padat, cair, dan gas dalam bentuk peta konsep dan mendiskusikannya dengan teman Siswa mampu: 3.9 menganalisis sistem pernapasan pada manusia dan memahami gangguan pada sistem pernapasan serta upaya menjaga kesehatan sistem pernapasan 4.9 menyajikan karya tentang upaya menjaga kesehatan sistem pernapasan Sistem Pernapasan • Organ pernapasan • Mekanisme pernapasan • Gangguan pada sistem pernapasan • Upaya menjaga kesehatan sistem pernapasan • Mengamati model sistem pernapasan. • Mengidentifikasi organ pernapasan, mekanisme pernapasan, serta gangguan dan upaya menjaga kesehatan pada sistem pernapasan • Menuliskan laporan dan memaparkan hasil identifikasi organ, mekanisme sistem pernapasan dan penyakit serta upaya menjaga kesehatan • Membuat poster tentang bahaya merokok bagi kesehatan Siswa mampu: 3.10 menganalisis sis-tem ekskresi pada manusia dan memahami gangguan pada sistem ekskresi serta upaya men-jaga kesehatan sistem ekskresi 4.10 membuat karya tentang sistem ekskresi pada manusia dan penerapannya dalam menjaga kesehatan diri Sistem Ekskresi • Struktur dan fungsi sistemekskresi • Gangguan pada sistem ekskresi • Upaya menjaga kesehatan sistem ekskresi • Mengamati tayangan/ model sistem ekskresi • Mengidentifikasi struktur dan fungsi, serta gangguan dan upaya menjaga kesehatan pada sistem ekskresi • Membuat karya tulis tentang menjaga kesehatan sistem ekskresi dan mendiskusikannya dengan teman Siswa mampu: 3.11 menerapkan konsep getaran, gelombang, bunyi, dan sistem pendengaran dalam kehidupan sehari-hari termasuk sistem sonar pada hewan 4.11 menyajikan hasil percobaan tentang getaran, gelombang, dan bunyi Getaran, Gelombang, dan Bunyi • Getaran • Gelombang • Bunyi • Sistem pendengaran pada manusia • Pemanfaatan gelombang bunyi dalam kehidupan sehari-hari • Sistem sonar pada hewan • Mengamati fenomena getaran pada bandul ayunan, gelombang pada tali/slinki serta bunyi dari berbagai sumber bunyi • Mengamati mekanisme mendengar pada manusia dan sistem sonar pada hewan • Melakukan percobaan untuk mengukur periode dan frekuensi getaran bandul ayunan • Melakukan percobaan untuk mengukur besaran-besaran pada gelombang • Mengidentifikasi bagian-bagian sistem pendengaran untuk mengetahui mekanisme mendengar pada manusia • Melakukan percobaan frekuensi bunyi dan resonansi untuk menjelaskan sistem sonar pada hewan • Menyajikan hasil percobaan dan identifikasi dalam bentuk laporan tertulis dan mendiskusikannya dengan teman Siswa mampu: 3.12 memahami sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung, serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia, mata serangga, dan prinsip kerja alat optik 4.12 menyajikan hasil percobaan tentang pembentukan bayangan pada cermin dan lensa Cahaya • Sifat-sifat cahaya • Pembentukan bayangan pada cermin dan lensa • Penglihatan manusia • Proses pembentukan bayangan pada mata serangga • Alat optik • Melakukan pengamatan fenomena serta mendiskusikannya terkait dengan pembiasan cahaya dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pelangi, jalan aspal nampak berair, sedotan yang terlihat patah di dalam gelas berisi air • Mengamati bayangan pada cermin dan lensa. • Mengamati mata manusia dan mata serangga serta mengidentifikasi kesamaannya dengan alat-alat optik seperti lup, kamera, dan mikroskop • Melakukan percobaan untuk menyelidiki pembentukan bayangan pada cermin dan lensa serta mengidentifikasi bagian-bagian mata dan jenis-jenis alat optik • Memaparkan hasil percobaan pembentukan bayangan pada cermin dan lensa serta mengidentifikasi bagian-bagian mata dan jenis-jenis alat optik dalam bentuk laporan tertulis dan mendiskusikannya dengan teman C. Kelas IX Alokasi waktu: 5 jam pelajaran/minggu Kompetensi Sikap Spiritual dan Kompetensi Sikap Sosial dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) pada pembelajaran Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan melalui keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik, mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi siswa. Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat dignakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa lebih lanjut. Pembelajaran untuk Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan sebagai berikut ini. Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Siswa mampu: 3.1 memahami sistem reproduksi pada manusia dan gangguan pada sistem reproduksi, serta penerapan pola hidup yang menunjang kesehatan reproduksi 4.1 menyajikan hasil penelusuran informasi dari berbagai sumber terkait kesehatan dan upaya pencegahan gangguan pada organ reproduksi Sistem Reproduksi Pada Manusia • Pembelahan sel • Sistem reproduksi manusia • Kelainan dan penyakit pada sistem reproduksi • Pola hidup yang menunjang kesehatan reproduksi • Mengamati gambar/ carta pembelahan sel • Mengidentifikasi pembelahan mitosis dan meiosis • Mengidentifikasi organ-organ penyusun sistem reproduksi pada laki-laki dan perempuan beserta fungsinya • Mengumpulkan informasi tahapan pembentukan sel sperma (spermato-genesis) dan sel telur (oogenesis) serta proses menstruasi • Mengidentifikasi tahapan-tahapan menstruasi • Mengamati fertilisasi dan perkembangan embrio • Mengumpulkan informasi tentang kelainan dan penyakit pada sistem reproduksi • Membuat laporan tertulis tentang kesehatan dan upaya pencegahan gangguan pada organ reproduksi Siswa mampu: 3.2 memahami sistem perkembang-biakan pada tumbuhan dan hewan 4.2 menyajikan karya hasil perkembang-biakan pada tumbuhan Sistem Perkembangbiakan pada Tumbuhan dan Hewan • Reproduksi pada tumbuhan • Teknologi reproduksi pada tumbuhan • Reproduksi pada hewan • Teknologi reproduksi pada hewan • Mengamati gambar reproduksi aseksual dan seksual tumbuhan dan hewan • Mengidentifikasi reproduksi aseksual dan seksual serta mengumpulkan informasi tentang teknologi reproduksi pada tumbuhan dan hewan • Menyajikan hasil identifikasi reproduksi aseksual dan seksual pada tumbuhanlumut, paku dan tumbuhan berbiji dalam bentuk laporan tertulis dan mendiskusikannya dengan teman Siswa mampu: 3.3 menerapkan konsep pewarisan sifat dalam pemuliaan dan kelangsungan makhluk hidup 4.3 menyajikan hasil penelusuran informasi dari berbagai sumber terkait tentang tanaman dan hewan hasil pemuliaan Pewarisan sifat • Materi genetik • Hukum pewarisan sifat • Pewarisan sifat pada manusia • Kelainan sifat menurun pada manusia • Penerapan pewarisan sifat dalam pemuliaan makhluk hidup • Adaptasi dan seleksi alam • Mengamati karakteristik teman sebaya untuk mengidentifikasi keragaman • Mengidentifikasi struktur DNA dan kromosom sebagai materi genetic serta melakukan praktek pemodelan persilangan monohibrid dan dihibrid untuk mendapatkan konsep hukum pewarisan sifat • Mengumpulkan informasi yang terkait dengan adaptasi dan seleksi alam seperti: bunglon yang beradaptasi dengan mengubah warna tubuhnya, pohon jati yang menggugurkan daunnya, atau fenomena lain • Membuat laporan tertulis mengenai varietas tanaman dan hewan yang merupakan varietas unggul yang dikembangkan melalui persilangan dan mendiskusikannya dengan teman Siswa mampu: 3.4 memahami konsep listrik statis dan gejalanya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kelistrikan pada sistem saraf dan hewan yang mengandung listrik 4.4 menyajikan hasil pengamatan tentang gejala listrik statis dalam kehidupan sehari-hari Listrik Statis • Interaksi antara muatan listrik • Gaya listrik • Potensial listrik • Kelistrikan pada sistem saraf • Hewan yang mengandung listrik • Mengamati interaksi antara dua benda bermuatan listrik misal potongan kertas yang ditarik oleh penggaris plastik • Melakukan percobaan untuk menyelidiki muatan listrik statis dan interaksi (gaya listrik) dua benda bermuatan terhadap jarak • Menyelidiki peristiwa terjadinya petir untuk menjelaskan konsep potensial listrik • Mengidentifikasi kelistrikan pada sistem saraf serta hewan-hewan penghasil listrik • Menyajikan hasil percobaan untuk menyelidiki muatan listrik statis dan interaksinya, serta mendiskusikannya dengan teman Siswa mampu: 3.5 menerapkan konsep rangkaian listrik, energi dan daya listrik, sumber energi listrik termasuk sumber energi listrik alternatif, serta berbagai upaya menghemat energi listrik 4.5 menyajikan hasil rancangan dan pengukuran berbagai rangkaian listrik Rangkaian Listrik • Arus listrik • Hukum Ohm • Hukum I Kirchhoff • Rangkaian listrik • Sumber energi listrik • Energi dan daya listrik • Penghematan energi listrik • Sumber energi listrik alternatif • Mengamati berbagai peralatan listrik serta nyala lampu pada beberapa rangkaian listrik yang ada di lingkungan sekolah • Melakukan percobaan rangkaian listrik terbuka dan tertutup, hubungan antara kuat arus, hambatan, dan tegangan listrik , mengukur arus listrik yang mengalir pada rangkaian listrik seri dan paralel • Mengidentifikasi sumber-sumber energi listrik, faktor-faktor yang memengaruhi besarnya energi dan listrik serta upaya yang dapat dilakukan dalam rangka penghematan energi listrik • Mengidentifikasi jenis-jenis sumber energi listrik alternatif yang ramah lingkungan • Menyajikan hasil perbandingan arus listrik pada rangkaian seri dan paralel serta hasil penyelidikan karakteristik rangkaian listrik, dan mendiskusikannya dengan teman Siswa mampu: 3.6 menerapkan konsep kemagnetan, induksi elektromagnetik, dan pemanfaatan medan magnet, termasuk dalam pergerakan/navigasi hewan untuk mencari makanan dan migrasi 4.6 membuat karya sederhana yang memanfaatkan prinsip elektromagnet dan/atau induksi elektromagnetik Kemagnetan • Sifat magnet • Cara membuat magnet • Kemagnetan bumi • Induksi elektromagnetik • Transformator • Produk teknologi yang memanfaatkan kemagnetan • Pergerakan navigasi hewan yang memanfaatkan medan magnet • Mengamati berbagai bentuk magnet dan berbagai produk yang memanfaatkan elektromagnet atau induksi elektromagnetik • Melakukan percobaan untuk menyelidiki sifat-sifat dan pembuatan magnet • Mengidentifikasi kutub-kutub kemagnetan bumi, sudut deklinasi, dan sudut inklinasi • Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi besar gaya Lorentz dan mengumpulkan informasi mengenai peristiwa induksi elektromagnetik dan transformator melalui percobaan • Mengumpulkan informasi mengenai pergerakan/navigasi hewan yang memanfaatkan medan magnet bumi • Menerapkan prinsip elektromagnet atau induksi elektromagnet dalam karya berupa produk teknologi sederhana Siswa mampu: 3.7 memahami konsep bioteknologi dan perannya dalam kehidupan manusia 4.7 membuat salah satu produk bioteknologi konvensional (misalnya tempe, tape, kecap, yoghurt, atau produk lainnya) Bioteknologi dan Produksi Pangan • Prinsip dasar bioteknologi • Bioteknologi konvensional • Bioteknologi modern • Penerapan bioteknologi dalam mendukung kelangsungan hidup manusia • Mengamati berbagai produk bioteknologi konvensional misalnya tempe, kecap, tape, nata de coco, dll • Membedakan prinsip bioteknologi konvensional dan modern • Melakukan percobaan untuk membuat produk bioteknologi konvensional, misalnya membuat tape, tempe, atau yoghurt • Mengumpulkan informasi tentang penerapan bioteknologi modern dalam mendukung kelangsungan hidup manusia dan mendiskusikan hasilnya dengan teman Siswa mampu: 3.8 memahami konsep partikel materi, atom ion, dan molekul, struktur zat sederhana, dan hubungannya dengan sifat bahan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari serta dampak penggunaan bahan terhadap kesehatan manusia 4.8 menyajikan hasil penyelidikan tentang sifat dan pemanfaatan bahan dalam kehidupan sehari-hari Sifat Bahan • Atom, ion, dan molekul • Sifat bahan • Pemanfaatan bahan dalam kehidupan sehari-hari • Pengaruh bahan terhadap kesehatan • Mengamati model atom serta berbagai macam bahan serat, karet, tanah liat, kaca/gelas, plastik, dan logam • Mengidentifikasi bagian-bagian atom serta sifat-sifat fisik bahan serat, karet, tanah liat, kaca/gelas, plastik, dan logam melalui penyelidikan • Mengidentifikasi pemanfaatan bahan dalam kehidupan sehari-hari serta pengaruh bahan tertentu terhadap kesehatan manusia • Menyajikan karya ide kreatif pemanfaatan bahan serat, karet, tanah liat, kaca/gelas, plastik, dan logam Siswa mampu: 3.9 memahami sifat fisika dan kimia tanah, organisme yang hidup dalam tanah, dan pentingnya tanah untuk keberlanjutan kehidupan 4.9 menyajikan hasil penyelidikan tentang sifat-sifat tanah dan pentingnya tanah bagi kehidupan Tanah dan Kehidupan • Peranan tanah untuk keberlanjutan kehidupan • Peranan organisme dalam tanah • Proses pembentukan tanah • Komponen penyusun tanah • Mengamati berbagai tekstur, lapisan-lapisan serta komponen-komponen tanah yang ada di lingkungan sekitar • Melakukan percobaan tentang peranan tanah bagi kehidupan serta mengidentifikasi peran organisme yang ada di permukaan dan dalam tanah • Mengumpulkan informasi mengenai proses pembentukan tanah serta mengidentifikasi komponen penyusun tanah dan tingkat kesuburan tanah melalui percobaan • Membuat laporan hasil penyelidikan tentang sifat-sifat dan pentingnya tanah bagi kehidupan dan mendiskusikannya dengan teman Siswa mampu: 3.10 memahami proses dan produk teknologi ramah lingkungan untuk keberlanjutan kehidupan 4.10 menyajikan karya tentang proses dan produk teknologi sederhana yang ramah lingkungan Proses dan Produk Teknologi Ramah Lingkungan • Teknologi ramah lingkungan • Aplikasi teknologi ramah lingkungan untuk keberlanjutan kehidupan • Teknologi tidak ramah lingkungan • Mengamati tayangan penggunaan biogas, sel surya, mobil listrik, atau aplikasi teknologi ramah lingkungan yang lain • Mengumpulkan informasi mengenai berbagai teknologi ramah lingkungan serta aplikasinya • Menganalisis dampak teknologi tidak ramah lingkungan terhadap lingkungan alam • Menyajikan karya tentang proses dan produk teknologi ramah lingkungan dan mendiskusikannya dengan teman