Kamis, 18 Februari 2016

Makalah Taksonomi Vertebrata



BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
      Hewan Vertebrata seperti organisme lainnya, menempati seluruh habitat dibumi ini. Penempatan ruang suatu organisme, terkait dengan kesesuaian ciri organisme penghuninya. Hewan Vertebrata tidak hanya menempati daerah-daerah didaratan akan tetapi juga didaerah perairan, sebagai contohnya dari anggota class Pisces yang secara garis besar hidup diperairan. Dan daerah perairan yang ditempatinya pun berbeda-beda tiap jenisnya.
Hasil penelitian banyak ahli menunjukkan bahwa penyebaran Hewan Vertebrata merata diseluruh dunia. Masing-masing daerah memiliki ciri khas tertentu dengan  organisme penghuninya, baik itu didaerah daratan maupun perairan.
Berbagai tempat diseluruh indonesia memiliki daerah-daerah yang cukup bagus untuk diteliti, namun pada kuliah lapangan kali ini kami menjadikan Taman Margasatwa dan Budaya Bukit Tinggi sangat cocok dijadikan tempat observasi. Karena tempat ini  memiliki koleksi Hewan yang cukup lengkap dan unik yang berasal dari berbagai tampat diseluruh indonesia bahkan penyebarannya mewakili seluruh dunia. Tempat ini juga merupakan tempat wisata sehingga selain melaksanakan pengamatan Mahasiswa juga dapat melakukan Refresing untuk penyegaran setelah melaksanakan kegiatan perkuliahan dikampus.
Dan setiap Mahasiswa Biologi dituntut untuk memiliki dan memanfaatkan kemampuan untuk dapat  mengamati dan mengelompokkan kedalam kelompok-kelompoknya. bukti pemahaman,pengenalan hewan, pengayaan, pengalaman, dan pemuasan rasa ingin tahu. Sehubungan dengan itu kuliah lapangan ini sangat perlu diadakan, agar dapat mengamati hewan Vertebrata secara langsung. Namun pada kuliah lapangan ini yang diamati hanya beberapa class dari anggota Vertebrata, diantaranya dari class Osteichyes, Reptilia, Aves, dan Mammalia. Karena objek yang tersedia pada tempat observasi hanya dari kelas- kelas ini saja.

B. Tujuan
Adapun maksud dan tujuan dari kuliah lapangan ini adalah :
a)      Mahasiswa dapat mengenali jenis hewan secara langsung.
b)      Mahasiswa dapat mengamati secara lagsung struktur morfologi dari masing-masing jenis hewan tersebut.
c)      Mahasiswa dapat mengindentifikasi hewan vertebrata.
d)     Mahasiswa mampu mengklasifikasikan hewan vertebrata tersebut berdasarkan ciri-ciri yang ditemukan.
e)      Menyempurnakan perkuliahan, diperlukan kuliah lapangan untuk pengamatan secara langsung dengan melihat objek yang ada.

C.Waktu Dan Tempat Pelaksanaan
Hari                 : Sabtu
Tanggal           : 23 November 2013
Tempat                : Taman Marga Satwa Kinantan Bukit Tinggi, Kabupaten Agam  Sumatra Barat
           
D.Deskripsi Tempat
Tempat ini merupakan suatu tempat yang berada ditengah kota Bukit Tinggi,tempat ini dikelilingi oleh sebuah pasar tradisional yang dikunjungi oleh banyak orang.Tempat ini berada pada suatu ketinggian.Jika dilihat dari segi geografinya, Tempat ini mempunyai curah hujan yang cukup tinggi karena dapat dirasakan bahwa tempat ini memiliki suhu lingkungan yang lebih rendah jika dibandingkan dengan Kota Padang.
Disekelilingnya terdapat Taman yang sangat Asri, ditumbuhi oleh berbagai macam tumbuhan baik itu pohon-pohonan maupun yang Herba dan rumput-rumputan.Keberadaan Taman ini menambah kesejukan jika kita berada ditempat ini.
Karena keberadaan tempatnya yang cukup bagus, untuk itu tempat ini dipilih sebagai tempat dilakukannya observasi. Selain tempat penelitian atau pengamatan, tempat ini juga merupakan Arena bermain anak- anak yang dikunjungi oleh ramai orang, baik itu dari masyarakat yang berasal dari daerah Bukt Tinggi itu sendiri maupun berasal dari daerah lain.
Tempat ini memiliki koleksi Hewan yang cukup lengkap yang berasal dari berbagai daerah diseluruh Indonesia, Bahakan Penyebarannya juga sudah Mewakili dari seluruh spesies yang ada didunia.Namun ketersediaan Hewan ini terbatas hanya pada Class tertentu saja.Karena ada beberapa class dari Hewan Vertebrata tidak ada ditemukan pada tempat ini.
          Kuliah lapangan Taksonomi Vertebrata ini dilakukan di Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (TMSBK) di kota Bukittinggi. Secara geografis, Bukittinggi berada pada 100,21oBT-100,25oBT dan 00,19oLS-00,76oLS. Kota ini berada pada ketinggian 909-941 meter di atas permukaan laut (mdpl). Suhu dikota ini berkisar 16,10oC hingga 24,90oC. Luas wilayahnya sekitar 25,24 km2. Bukittinggi dikelilingi oleh 3 gunung berapi, yakni gunung Singgalang, gunung Sago dan gunung Merapi. Kota yang bermoto “Saayun Salangkah” ini berjarak 90 km dari kota Padang, ibukota provinsi Sumatera Barat dan dapat ditempuh dalam 2 jam perjalanan lewat darat.
Peta-Keseluruhan
Pada saat kuliah lapangan, dari kota Padang (Universitas Negeri Padang) digunakan rute Padang- Lubuk Alung- Sicincin- Kayutanam- Padang Panjang- Kotabaru- Padangluar- Bukittinggi.
Taman Marga Satwa Budaya Kinantan yang menjadi lokasi kuliah lapangan berada sekitar 500 meter dari pusat kota Bukittinggi (telah ditentukan bahwa Jam Gadang sebagai titik nol pusat kota Bukittinggi). Dibawah ini merupakan gambar kota Bukittinggi dari ketinggian 3083 kaki (+ 1 km), diambil dengan aplikasi Google Earth. Garis putih menunjukkan jarak antara Jam Gadang dengan Jembatan Limpapeh.
Peta Bukittinggi
peta_bukittinggi




                       
























BAB II
DASAR TEORI

1.                   Ciri Morfologi Umum
a.       Adanya Chorda dorsalis(notochord)
                Chorda dorsalis merupakan struktur penguat yang pertama dimiliki oleh tubuh hewan phylum ini. Pada stadium embrio chorda dorsalis terbentuk di sebelah dorsalcoelom saluran, berbentuk batang langsing.
b.      Adanya batang syaraf dorsal(nerve chord)
                Pada stadium embrio tingkat awal terletak pada permukaan dorsal. Pada larva anggota Tunicata bagian anterior batang ini membesar menjadi vesicula cerebralis. Sedangkan pada anggota vertebrata bagian ini mengalami penebalan dan berdiferensiasi menjadi bangunan yang disebut otak.
c.Celah insang(gill silt)
                Celah insang mulai berkembang pada sisi pharynk embrio. Masinh-masing celah terbentuk dari kantong-kantong endoderm di daerah pharynk yang kemudian dindingnya pecah menjadi celah disebut celah insang (Munaf,2006)

A.                  SUPERCLASSIS PISCES
                Kelompok pisces menunjukkan ukuran tubuh sangat bervariasi. Mamalia seperti ikan paling besar adalah paus( Rhynedon typu), mencapai panjang lebih 16,5m. Ikan yang paling kecil adalah spesies goby yang ditemukan di Filipina dinamai Pamdaka pignea. Berukuran 0,8m. Ikan umumnya hidup dilaut, tetapi ada sekitar 7000 spesies ditemukan hidup diair tawar, di antaranya yang paling besar adalah paddlesfishes, catfish dan sturgeon (Sukiya,2001).
1.                   Class Chondricthyes
a.                   Morfologi dan Anatomi
Kelas ini meliputi hiu biasa dan pari. Chimaera kurang diketahui umum tetapi sangat menarik perhatian, serta saudara-saudaranya yang sudah punah. Ukuran tubuh dari sedang sampai besar sekali. Tidak mempunyai rangka tulang sama sekali baik di dalam maupun didalam sisiknya. (Chondricthyes= ikan rawan). Giginya berlainan dengan ikan-ikan lainnya melekat pada kulit dan hanya terdapat pada pinggir rahang. Biasanya ikan-ikan ini mempunyai serangkaian lubang insang luar dan tidak mempunyai gelembung renang (Djuhanda,1983)

Ciri-ciri  Classis Condrichthyes :
a.                   Rangka dari tulang rawan
b.                  Ada yang bersisik, ada yang tidak bersisik, (jika bersisik tipenya placoid)
c.                   Celah insang ada yang satu pasang, lima pasang atau tujuh pasang, letak celah insang lateral, ventral
d.                  Mulut terletak pada sisi ventral
e.                  Ada yang memiliki spirakulum dan ada yang tidak
f.                    Sirip berpasangan
g.                   Tidak memiliki gelembung udara (pneumatosis)
h.                  Ada yang memiliki kloaka ada yang tidak
i.                     Alat kelamin luar, jantan memiliki kelamin luar yang disebut myxoptrygium/clasper/gonopodium.
j.                    Lubang hidung sepasang (Munaf,2006).
Chondricthyes memiliki tulang kartilago kondrokarnium sempurna. Organ pencium dan kapsul optik tyerhubung jadi satu. Eksoskeleton Opstracodermi mempunyai kesamaan dengan dentin pada kulit elasmobranchii yang merupakan mantel keras seperti email pada gigi vertebrata. Tulang pada insang  berupa kartilago palato-quadrat dan kartilago Meckel. Ikan ganoid rendah. Kondrokarniumnya tidak mengalami penulangan.Umumnya struktur appedages depan lebih rimut daripada belakang (Sukiya,2001).
Ciri khusus adalah sebagai berikut:
a.                   Kulit tegar dan diliputi oleh sisik placoid dengan banyak kelenjar mucosa.
b.                  Mulut terletak sebelah ventral dari kepala,dengan gigi beremail.
c.                   Skeletonnya berupa tulang rawan, tanpa tulang keras.
d.                  Cor terdiri atas saturuang ventriculum dan satu auriculum
e.                  Respirasi dilakukan dengan 5,6,7 pasang insang yang masing-masing terdapat dalam celah yang terpisah
f.                    Meiliki 10 pasang nervi cranialis
g.                   Suhu tubuh tergantung pada lingkungan
h.                  Seks terpisah: fertilisai terjadi dalam tubuh, ovipar atau ovivipar (Jasin,1992).

b.                  Taksonomi
Klasifikasi class condrichtyes, yaitu :
a.                   Subclass elasmobranchii
Memiliki insang 5-7 pasang. Mempunyai spirakulum dan kloaka
1.                   Ordo squliformes
Celah insang pada sisi bawah, bagian sisi depan sirip berlekatan dengan bagian lateral kepala
2.                   Ordo rajiformes
Celah insang pada sisi bawah, bagian sisi depan sirip tidak berlekatan dengan bagian lateral kepala.
3.                   Ordo holochephali
Memiliki satu pasang insang, tidak mempinyai spirakulum, sisik placoid tidak ada (Djuhanda,1983).

2.                   Class ostteichthyes
Karakteristik dari clss ini adalah :
1.                   Kulit mengandung kelenjar mukosa.
2.                   Mulut terletak di ujung dan bergigi
3.                   Terdapat 12 pasang nervi cranialis
4.                   Suhu tubuh tergantung suhu lingkungan
5.                   Memiliki sepasang gonad (Jasin,1994)
Klasifikasi class osteichtyes :
A.      Subclass sarcopterygii
1.Ordo colecantiformes
1)                  Memiliki elemen tulang dalam pangkal sirip yang homolog
2)                  Lubang hidung bermuara dalam rongga mulut
3)                  Contoh :  Catimeria chalumeae
   
   2.Ordo dipteriformes
1)                  Disebut ikan berparu paru
2)                  Sisik cycloid
3)                  Memiliki kloaka
4)                  Punya overculum
5)                  Contoh Neocerateus
B.      Subclass branchiopterigyii
1.                   Sisik tebal berbentuk romboid
2.                   Pangkal sirip menyempit
3.                   Contoh:  Polypterus bichir
C.      Subclss actinopterigyii
1.                   Memiliki sirip yang berpasangan
2.                   Sisik tilakoid
3.                   Ekor bertipe homocercal
Subclassis Actinopterygii terdiri atas 15 ordo, yaitu:
1)                  Ordo Acipenseriformes
                Tubuh tertutup oleh lima baris kepingan tulang, moncong panjang, ekor heterocercal. Contoh: Acipenser axyrhyncus
2)                  Ordo Amiiformes
                Sirip ekor temasuk diphicercal pendek, dam pangkal sirip terdapat tulang radius yang berlekatan dengan scapulacoracoid. Contoh: Amia calva
3)                  Ordo Lepidossteiformes
                Sisik ganoid, moncong sangat panjang, lubang hidung pada ujung moncong, sirip ekor adalah diphicercal pendek. Contoh: Lepidosteus assens
4)                  Ordo Clupeiformes
                Sisik cycloid, sirip ekor homocercal, sirip dubur dan sirip punggung tanpa spina. Contoh: Clupea harengus
5)                  Ordo Scopeliformes
                Sirip dorsal dua buah, mulut besar banyak mengandung gigi-gigi, punya alat penerangan (hidup di dasar laut). Contoh: Harpodon nehereu
6)                  Ordo Cypriniformes
                Mempunyai gelembung udara yang berhubungan dengan esofagus, sirip-sirip tanpa spina, sirip perut terletak di daerah abdomen. Ada dua subordo yaitu: Subordo Cyprinoidei ciri-cirinya bersisik, sekitar mulut ada tentakel atau tidak, vertebrata ketiga dan keempat tidak berlekatan. Contoh: Cyprinus carpio (Munaf,2006)
                Ikan kancera termasuk kelompok ikan ekonomis penting dari suku Cyprinidae yang masih berkerabat dengan ikan tambra (Tor tambroides). Kancera dikeramatkan oleh sebagian kelompok masyarakat, diantaranya di wilayah kabupaten Kuningan yang terletak di gunung Ciremai. Keberadaan ikan kancera di tempat lain sudah sangat jarang ditemui akibat penangkapan yang berlebih, serta adanya desakan lingkungan tempat ikan tersebut menjadi rusak (Subagja,2009)
7)                  Ordo anguilliformes
8)                  Ordo Beloniformes
9)                  Ordo Sygnathiformes
10)               Ordo Oppiocephaliformes
11)               Ordo Synbranchiformes
12)               Ordo Perciformes
13)               Ordo Pleuronectiformes
14)               Ordo Echeneiformes
15)               Ordo Tetraodontiformes

                                                    

MORFOLOGI :
            Tubuh bentuk gelendong, sesuai dengan garis arus. Agak pipih samping menyamping, mulut berada di ujung tubuh. Bagian tubuh terdiri dari: bagian kepala, badan dan ekor. Batas bagian kepala dan ekor jelas dengan adanya tutup insang. Pada ikan memperlihatkan  varasi bentuk yang dasar, tetapi walaupun begitu memeiliki stuktur dasar yang sama.ia terikat pada sisi dorsal dari rongga tubuh bentuk sempit panjang, terletak di  luar peritoneum. Kulit terdiri dari epidermis yang mengandung lendir, dan lendir ini akan menyelaputi seluruh bagian tubuh , lendir perlu untuk melincirkan badan untuk bergerak dalam air dan mengandung anti kuman.
ANATOMI :
Opistonefros pada ikan. Memperlihatkan bentuk variasi yang besar, tetapi walaupun demikian struktur nya juga sama.dan teriket pada sisi dorsal dari rongga tubuh bentuk yang panjang dan sempit, terletak di luar peritenium. Aorta dorsalis dan venaposcardinalis terletak di antaranya,opistonefros pada jantan lebih besar dari pada yang betina ujing anterior pada jantan ada kaitannya dengan sistem reproduksi. Pada beberapa kelompok ikan jantan, beberape tubuli mangalami modifikasi  menjadi duculi eferentes.dalam hal ini selanjutnya ductus mononeparidicus kemudian menjadi  ductus deferens yang beerfungsi utama untuk alat transfor spermatozoa, di samping sebagai alat transfor sisa metabolisme tubuh. Tetapi kelihatannya, pada perkembangan yang lebih lanjut, ada detensi bahwa pada bagian posterior ophystonefros banyak untuk fungsi ekskretoris. Sehingga timbul suatu saluran yang menyerupai ureter yang bermuara langsug ke kloaka atau keluar (Suntoro,1994).

B.                  SUPER CLASSIS TETRAPODA
1.                   CLASS AMPHIBIA
                Amphibia merupakan perintis vertebrata daratan. Paru-paru dan tulang anggota tubuh yang mewarisi dari nenek moyang kasopterygla, memberikan sarana untuk lokomosi dan bernafas di udara. Atrium kedua dalam jantung memungkinkan darah yang mengandung oksigen langsung kembali kedalamnya untuk dipompakan keseluruh badan dengan tekanan yang penuh.
                Sementara pencampuran darah yang mengandung oksigen terjadi dalam ventrikel tunggal jantung yang beruang tiga itu agaknya memberikan peningkatan yang berarti dalam efisiensi peredaran dan dengan demikian meningkatkan kemampuan untuk mengatasi lingkungan daratan yang keras  (Guyer,1964)
                Ciri- ciri dari Amfibi, yaitu:
1)                  Penutup tubuh berupa kulit yang berlendir, tidak ada sisik luar.
2)                  Alat gerak berupa dua pasang kaki dan pada setiap kakinya terdapat       selaput renang yang terdapat diantara jari-jari kakinya.
3)                  Pernafasan pada saat menjadi menjadi kecebong berupa insang, setelah             dewasa dengan paru-paru serta kulit.
4)                  Memiliki pita suara dan juga dua nostril yang berhubungan dengan cavum           oris.
5)                  Lembar gendang telinga terletak diluar.
6)                  Fertilisasi eksternal atau internal . Umumnya ovipar.
7)                  Tipe pembelahan holoblastik, tidak mempunyai membran embrionik, larva yang hidup di air pada umumnya mengalami metamorfosis (Yatim,1985).
                Amphibi mempunyai tengkorak yang tebal dan luas secara proporsional, kebalikan dari ikan. Tengkorak amphibi modern mempunyai premaksila, nasal frontal, parietal dan squamosa. Kebanyakan permukaan atas dari tubuh anura tidak seluruhnya tertutup tulang. Bagiandari kondrokranium masih belum mengeras, hanya daerah oksipital dan eksospitalnya mengeras , dan masing-masing memiliki kondile bersambung dengan vertebra pertama. Tidak ada langit-langit/palatum kedua pada amphibia, akibatnya nares internal lebih maju didalam langit-langit mulut. Dibawah otak ditutupi oleh tulang dermal dinamakan parasfenoid. Gigi ada premaksila, maksila, palatine, vomer, parasfenoid, dan tilang dental. Ada beberapa amphibi yang sama sekali tidak memiliki gigi, atau gigi pada rahang bawah mereduksi (Sukiya,2001)
                Pada katak jantan (Bufo sp.) dapat ditemukan adnya suatu deposit cortex atau ovarium rudimenter pada ujung kranial setiap testis yang disebut sebagai organ bidder. Apabila testis di ambil, organ ini akan membesar dan lambat laun berkembang menjadi suatu ovarium fungsional yang mampu memproduksi telur yang fertil.
                Pada amphibia relatif mudah pula untuk mengimplantasikan primordila gonade. Bila kombinasi yang dibuat bersifat heteroseksual, salah satu kelamin akantertekan dan menimbulkan perubahan kelamin, baik persial maupun lengkap. Gonade jantan pada umumnya bersifat dominan , tetapi pada spesies yang diferensiasi kelaminnya berlangsung cepat, ovarium mungkin sekali predominan(Suntoro,1994).
                Caput dan cervix yang lebar bersatu. Pada truncus dapat dua pasang extremitas, seluruh tubuh dibungkus oleh kulit halus yang licin . pada kepala terdapat: rima oris yang lebar untuk masuknya makanan, neres externa mempunyai peranan dalam pernafasan. Sepasang organ visu(mata) yang bulat. Di belakang mata terdapat membran tympani untuk menerima getaran suara. Pada akhir tubuh terdapat anus yang berfungsi sebagaipintu pelepas feces, urine dan sel kelamin (Jasin,1992).

TAXONOMI
                Klasifikasi amphibia maju
Amphibia maju dapat dibagi menjadi empat ordo, Apoda, Trachystomata,Caudata, dan Anura
1.                   Ordo Apoda
                Tubuh berbentuk panjang,gilig, lansing seperti cacing. Tidak mempunyai tungkai maupun gelang panggul, mata praktis buta. Kulit beralur-alur transversal  sehingga seakan-akan kulit itu berkerut. Bersisik kecil menempel di dalam alur-alur kulit. Hewan jantan memiliki alat kelamin luar. Tengkorak padat, dan merupakan modifikassi yang sesuai dengan kehidupan di dalam saluran-saluran tanah. Tidak ada fosil Aapoda yang pernah ditemukan sehingga diduga moyangnya adalh Lysorophus. Ordo ini mencakup satu familia Cacillidea dengan contoh spesies Ichthyophhis glutinosa
2.                   Ordo Trachystomata
                Ordo ini mencakup dua genus yang maju yaitu Siren dan Pseudobranchis dan sejumlah anggota yang telah punah pada jaman kerta. Anggota Trachystomata umunya diklasifikasikan bersama dengan anggota Caudata, tetapi sebenarnya menunjukkan perbedaan yang jelas dengan Salamander, terutama struktur veretbranya yang menyerupai aistopoda dan neetridia. Bentuk tubuhnya seperti sidat pada vertebra ekor arcus-arcusnya melebar, tungkai belakang tidak ada, tungkai depan sangat kecil. Pada fosil-fosil Trachystomata tidak dijumpai adanya tungkai. Hal ini mungkin disebabkan karena gelang bahu terpisah dan sisa-sisa tubuh pada waktu hewan mati.
3.                   Ordo Caudata
                Ordo ini memiliki ciri-ciri tubuh dapat dibedakanatas kepala, badan ekor dan tingkai. Kulit tidak bersisik. Hewan ini bergigi pada kedua rahangnya. Larva mirip dengan hewan dewasa. Metamorphosis ditandai dengan munculnya tungkai belakang, berkembangnya paru-paru,terabsorbsinya insang luar, menutupnya celah insang.

                Caudata mencakup 7 familia, yaitu:
a.                   Familia protoidea
Tungkai kecil dan lemah, ekor mempunyai sirip dorsal dan sirip ventral, alat pernapassan larva berupa tiga pasang insang luar dengan tiga pasang celah insang. salah satu contohnya adalah Necturus
b.                  Familia Amphimudae
Bentuknya seperti sidat, ukuran tubuhnya besar, pada yang dewasa terdapat satu celah insang, bernapas dengan paru-paru. Contohnya: Amphiuma
c.                   Familia Cryptobranchoidae
Kepalanya pipih dan lebar, ekor pipih bilateral, kulit tampak berlipat-lipat yang memanjang pada sisi lateral tubuh. Contoh : Cryptobranchus alleganiensis
d.                  Familia salamandridae
Anggota ini memiliki tiga fase kehidupan: larva, eft, newt. Contoh :Notophthalmus
e.                  Familia Ambystomatidae
Anggota kelompok ini bersifat terresterial. Beberapa spesies mempertahankan insang luar dan tetap tinggal didalam air . contoh : Ambystoma
f.                    Familia plethodontidae
Anggota kelompok ini ada yang akuatik dan ada yang teresterial. Hewan dewasa kehilangan paru-paru dan insang pernapasan dilakukan oleh kulit yang basah dan lembab. Contoh : Plethodon
g.                   Familia  Sirenidae
Anggota kelompok ini tidak mempunyai tungkai belakang, hidup dirawa-rawa. Contoh : Pseudobranchus

4.                   Ordo Aanura
                Anggota ini memiliki ciri-ciri tubuh yaitu: tubuh pendek  lebar dan kaku, kepala dan badan bersatu, tanpa leher dan ekor, tungkai depan lebih kecil daripada tungkai belakang (Munaf,2006).
                Sebagian besar amphibia berekor modern memiliki empat tungkai relatif lemah tidak cocok untuk berjalan cepat di tanah..Umumnya kaki depan memiliki 4 kari dan belakang 5 jari, tetapi pada beberapaspesies terjadi pengurangan.
                Secara umu katak dan kodok, jumlah jari tungkai depan biasanya 4 buah, tungkai belakang memanjang dan biasanya untuk melompat. Kebanyakan katak dan kodok memiliki 5 jari pada tungkai belakang ini dan jari tambahan yang diketahui sebagaiprehaluk pada sisi ventral kaki. Prehaluk ini pada spedefoot (katak penggal;i tanah)berupa tulang-tulang tajam yang digunakan untuk menggali, untuk bersembunyi di dalam tanah. Beberapa katak jenis arboreal mempunyai jari lebih besar dan adesive. Meskipun ada sejumlah amphibia bertanduk, tetapi jarang ditemukan jari-jarinya tumbuh kuku kecualikatak di Afrika dan salamander yanh hidup di pegunungan (Sukiya,2001).
                Amfibi sebagai contohnya adlah katak memounyai saluran pencernaan yang terdiri atas mulut, kerongkongan,lambung,usus halus, usus besar, da  kloaka.
                Seperti pada kadal, katak pun mempunyai gigi, tetapi gigi pada katak hanya terdapat pada rahang atas. Selain itu katak mempunyai gigi kerucut yang terdapat pada langit-langit dan berfungsi untuk mencengkeram mangsanya. Katak mempunyai lidah yang ujungnya bercabang dua dan berfungsi untuk menangkap mangsa. Setelah makanan masuk ke dalam mulut, kemudian ditelan melewati kerongkongan yang pendek masuk ke dalam lambung. Untuk membantu menelan makanan , makanan tersebut dicampur dengan ludah yang di hasilkan oleh kelenjar ludah. Pencernaan makanan berlangsung di dalam lambung. Katak mempunyai kelenjar pencernaan yaitu hati dan pankreas. Sisa-sisa makanan  dikeluarkan melalui kloaka (Rustaman,1995).

CLASS REPTILIA
            Hewan pertama yang benar merupakan hewan daratan adalah reptil. Mereka berkembang dari amphibia dalam zaman carbon. Denga datangnya zaman permium, mereka lebih mampu mengatasi keadaan baru dari amphubia. Kelebihan  utama reptil yang paling awal terhadap amphibia adalah perkembangan telur yang bercangkang dan berisi kuning telur yang dapat di letakkan di tanah tanpa kemungkinan menjadi kering.
            Cangkang yang kedap kering dan kedap sperma dan dengan demikian perkembangan telur yang bercangkang terjadi bersamaan dengan fertilisasi internal (kimbal,1991).
            Penyebaran reptil utama pertama kali terjadi pada awal pada masa premium. Yaitu masa akhir peleizoikum dan menjadi dua cangkang evolusi utama.
a.                   Sinapsida
                Cabang tersebut meliputi beraneka ragam reptil yang mirip mamalia. Yang di sebut terpsida, termasuk organisme yang kemungkinan merupakan leluhur mereka.
b.                  Sauropsida
                Cabang tersebut menghasilkan semua amniota modern kecuali mamalia. Sauropsida terbagi menjadi dua cabang relatif awal dalam sejarahnya
1)                  Anapsida
                Contoh : kura_kura
2)                  Diapsida
                Contoh : kadal , ular, dan buaya ( campbell,2002).

            Reptilia menunjukkan  kemajuan di bandingkan dengan amphibia,yaitu:
1)                  Punya penutup tubuh yang kering
2)                  Ekstremitas cocok untuk alat gerak
3)                  Proses penulangan sempurna
4)                  Telur sesuai pertumbuhan di darat, mempunyai membran dan congkak                guna melindungi embrio (sukiya,2001).
Klasifikasi  Reptil masa kini:
A.      Ordo Testudinata
1)                  Reptil yang biasa di sebut dengan kura_ kura
2)                  Tubuh bulat, pipih dan relatif besar
3)                  Theca di bedakan menjadi dua, yaitu dasar yang di sebut dengan carapace,         dan pada bagian ventral di sebu plastran
4)                  Tidak punya gigi, tetapi pada rahang berkulit tandung
5)                  Contoh : Chelonia mydas
B.      Ordo Rhnchocephalia
1)                  Merupakan kelompok reptil yang primitif
2)                  Bentuk serupa kadal
3)                  Tengkorak bersifat diakit
4)                  Celah kloka melintng
5)                  Di atas kepala terdapat mata pariental dengan lenza dan retina
6)                  Contoh : Sphnedon punctatum (tuatara)
C.      Ordo squamata
1)                  Tubuhnya tertutup oleh sisik atau perisai dari bahan tanduk
2)                  Sisik ada yang halus dan ada yang kasar
3)                  Bagi golongan tertentu , seluruh tubuhnya tertutup oleh sisik yang serupa           tetapi bagi golongan yang lain sisik-sisi di darah kepala berbeda dengan        sisik-sisik pada bagian tubuh lain. Yaitu berbentuk perisai pada sisi dorsal                 kepala.
Ordo ini dibedakan atas 2 sub ordo: Sauria dan Ophidia
a.                   Sub ordo Sauria(Lacertilia)
Tubuh dapat dibedakan : kepala, badab, tungkai dan ekor. Mempunyai galang bahu dan gelang panggul. Mempunyai kelopak mata yang dapat bergerak. Lidah yang pendek, dan tebal, dan satu pasang lunang telinga. Waktu mengelupas epidermis terlepas sedikit demi sedikit. Beberapa contoh dari sub ordo ini adlah: Varanus salvator dan Maboya multifasciata.

b.                  Sub ordo Ophidia(Serpentes)
                Meliputi reptil yang tertutup oleh sisik-sisisk atau dan perisai, yang pada sisi ventral tubuhnya sisik-sisik itu umumnya lebih besar dan tersusun dalam satu deret. Kelopak mata tidak dapat bergerak dan membentuk suatu tutup yNg terang terus. Tidak terdapat tungkai dan lubang telinga.
                Mula-mula klasifikasi ular berdasarkan struktur dan susunan gigi-giginya. Berdasarkan itu ular dapat dibedakan atas empat kelompok
                Aglypha: meliputi golongan ular yang gigi-gignya tidak beralur. Ular-ular dari golongan ini tidak berbisa.
                Opisthoglipha:meliputi jenis-jenis ular yang mempunyai gigi-gigi bisa yang terletak di bagian belakang rahang atas dan gigi-gigi bisa itu beralur.
                Proteroglypha: meliputi jenis-jenis ular berbisa yang gigi-giginya beralur pada sisi depan dan gigi-gigi itu melekat tegak pada bagian depan rahang atas.
                Solenoglypha: meliputi jenis-jenis ular berbisa yang gigi-gigi bisanya panjang dan mempunyai saluran di dalamnya. Gigi-gigi melekat pada rahang atas yang kecil dan dapat dilipat ke kaudal.
                Subordo ini mencakup sepuluh familia. Beberapa diantaranya ialah: famila
Typhloidae dengan contoh spesies Typhlops braminus (ular kisi), familia Boidae dengan contoh spesies Python reticulatus  (ular sanca), familia Colubridae dengan contoh spesies Natrix piscator (ular air), familia Elapidae dengan contoh spesies Naja naja (kobra), familia Hydrophiidae dengan contoh spesies Pelamis platurus (ular laut), familia Crotalidae dengan contoh spesies Aghistrodon rhodostoma (ular tanah)
D.      Ordo Crocodilia (Loricata)
Anggota kelompok ini meliputi hewan-hewsan reptil yang besar dan kuat, panjangnya dapat mencapaisembilan meter. Kulit tebal, liat dan mengandung kepingan-kepingan dari bahan tulang tersusun  dalam deretan-deretan. Kepala kuat dan keras, dilengkap[i oleh gigi-gigi tajam yang kuat. Gigi itu gunanmya untuk memegang mangsanya tetapi tidak untuk mengunyah. Mata kecil terletak di bagian yang menonjol ke arah dorso lateral. Sehingga tidak terkena air pada waktu hewan mengapung. Ekor panjang, besar, kuat, makin ke ujung makin bilateral. Gunanya sebagai senjata untuk memukul mangsanya dengan dikibaskan kuat-kuat, selain itu juga sebagai alat penggerak pada waktu berenang. Hewan-hewan dalam ordo ini bersifat ovipar.
Ordo Crocodilia mencakup tiga familia: familia Gavialidae dengan contoh spesies Gavialis gangeticus, familia Crocodilidae dengan contoh spesies Crocodilus porosus, dan familia Aligatoridae dengan contoh spesies Aligator missisipiensis (Munaf,2006).

CLASSIS AVES

Bulu merupakan tanda karakteristik bahwa hewan yang bersangkutan termasuk burung. Beberapa jenis burung dapat diidentifikasi melalui selembar bulunya. Jenis burung yang memang memerlukan bulu untuk adaptasi dengan cara hidupnya, oleh karena itu bulu mempunyai beberapa peranan penting, antara lain : untuk isolasi panas, untuk terbang, untuk penonjolan jenis kelamin. Bulu pada prinsipnya terjadi dari epidermis dengan bantuan dermis. Tanpa adanya aktivitas dermis membentuk papilla ermalis bulu juga tidak akan terbentuk. Jadi pangkal bulu dibentuk oleh dermis sedang sisanya oleh epidermis. Sebagian besar mamalia memiliki rambut. Selama perkembangan embrio dalam tubuh ibu, seluruh tubuh tertutup oleh rambut-rambur halus kecuali bagian ventral, tangan dan kaki. Rambut-rambut dalam keadaan embrio ini biasanyadisebut rambut lanugo. Rambut lanugo ini tidak kekal dan biasanya rontok beberapa kali sebelum lahir. Rambut pada embrio manusia berkembang terus sampai buln ketujuh. Perontokan (pengguguran) dimulai pada bulan ke 8 dan berakhir pada waktu akan lahir, kecuali pada kulit kepala, alis mata dan tepi mata. Bila rontok (gugur) akan selalu diganti dengan yang baru. Berbeda dengan bulu, dimana bulu terbentuk dibentuk dari aktifitas papilla dermalis yang mendesak epidermis, maka rambut terbentuk dari invaginasi ( penonjolan kearah dalam) epidermis menuju ke dermis untuk membentuk folikel rambut dari mana rambut kemudian akan tumbuh(Suntoro,1994).

Kelompok reptilian kedua yang mengudara mengembangkan suatu modifikasi yang tidak terdapat pada pterosaurus, yaitu bulu. Pertumbuhan bulu ini member permukaan bagi sayap yang luas, ringan, tetapi kuat. Bulu ini juga memberikan insulasi (penutup hangat) bagi tubuh, sehingga membuatnya menjadi kecilnamun dapat mempertahankan suhu tubuh yang relative tinggi dan tetap meskipun di daerah beriklim dingin. Mereka ini adalah burung pertama.
Struktur dan fisiologi burung diadaptasikan dalam berbagai cara untuk penerbangan yang efisien. Yang paling utama di antara semua ini tentu saja adalah sayap. Meskipun sekarang sayap itu memungkinkan burung terbang jarak jauh untuk mencari makanan yang cocok dan berlimpah, mungkin saja sayap itu dahulu timbul sebagai adaptasi yang membantu mereka meloloskan diri dari pemangsa. Adapun burung- burung tak bersayap di Antartika, Selandia Baru dan daerah lain yang jarang ada pemangsanya membuktikan hal ini
Burung yang efisien, seperti kapal terbang yang efisien, harus ringan dan kuat. Keringanan dicapai dengan bulu, tulang- tulang yang berongga dengan gonad tunggal (pada betina) yang membesar dan aktif hanya selama musim kawin. Hilangnya gigi mengurangi berat kepala. Fungsi gigi ini dilaksanakan oleh empedal, yang terletak di dekat titik berat(Kimball,1999).
Klasifikasi Classis Aves
1.             Subclassis Achaeornithes (burung bengkarung)
a.              Burung- burung bergigi.
b.             telah punah.
c.              Hidup dalam periode jurassik.
d.             Metacarpal terpisah.
e.              Vertebra caudal masing-masing dengan bulu-bulu berpasangan
            Contoh: Archaeopterygiformes, Archaeopteryx sp
2.             Subclassis Neornithes
a.              Ada yang telah punah
b.             Bergigi atau tidak bergigi
c.              Metacarpal bersatu
d.             Vertebra caudal tidak ada yang mempunyai bulu berpasangan
e.              Kebanyakan mempunyai pigostil
f.              Sternum ada yang berlunas, ada pula yang rata
A.           Odontognathae
          Contoh: Hesperornis dan Ichthyornis
B.            Palaeognathae
a.              Burung berjalan atau sedikit saja terbang
b.             Tulang sternum tidak berlunas
c.              Semua dengan tulang vomer yang membentuk jembatan pada tulang langit-  langit
d.             Tidak ada gigi
e.              Vertebra caudal bebas
f.              Tulang korakoid dan scapula kecil
a)             Ordo Struthioniformis
a.              Hidup bergerombolan
b.             Omnivora
c.              Seekor jantan mempunyai 4-5 betina       
d.             Ukuran tubuh besar
e.              Kepala, leher dan tungkai berbulu tipis
f.              Kepala kecil, leher panjang dan teratur
g.             Paruh pendek dan besar
h.             Bulu tidak bercabang
i.               Kaki berjari-jari dua
j.               Tulang dada tanpa lunas
k.             Terdapat simfisis pubis
l.               Tanpa pygostyle
          Contoh: Struthio camelus (burung unta)
b)             Ordo Rheiformes
a.              Tidak dapat terbang
b.             Tidak berlunas
c.              Dapat berlari cepat
d.             Kepala, leher dan paha berbulu
e.              Bulu tak bercabang
f.              Sayap cukup besar
g.             Kaki berjari tiga dengan cakar yang kuat
              Contoh: Rhea Americana
c)             Ordo Casuariiformes
a.              Tidak dapat terbang
b.             Tidak berlunas
c.              Sayap kecil
d.             Ukuran tubuhnya besar
e.              Kepala berbulu tipis, leher dan badab berbulu tebal
f.              Bulu bercabang hampir sama panjang dengan induknya
g.             Kaki berjari tiga, satu diantaranya bercakar runcing
          Contoh: Familia Casuariidae,
          Contoh Species: Casuariius casuariius (kasuari)
d)            Ordo Dinornithiformes
a.              Tidak berlunas
b.             Sayap tereduksi atau hilang
c.              Tinggi hampir 3 m
d.             Telah punah
 Contoh: Dinornis sp
e)             Ordo Aepyornithiformes
a.              Telah punah
b.             Tulang sternum lebar, pendek
c.              Tinggi 3 m lebih
        Contoh: Aepyornis sp (burung gajah)
f)              Ordo Apterygiformes
a.              Bulu-bulu panjang seperti rambut, tak bercabang
b.             Sayap kecil
c.              Paruh panjang, langsing, pada ujungnya terdapat lubang hidung
d.             Mata kecil
e.              Leher dan tungkai relatif pendek
f.              Jari-jari kaki belakang empat
g.             Tulang dada tanpa lunas
h.             Telurnya paling besardi antara burung-burung yang masih hidup
i.               Hidup di permukaan tanah, nocturnal
j.               Makannya cacing atau serangga
Contoh: Apteryx australis (burung kiwi)
g)             Ordo Tinamiformes
a.              Sayapnya kecil bulat
b.             Tulang dada berlunas
c.              Bulu ekor dan pygosyle menyusui
d.             Telur mengkilat
e.              Pemakan tumbuhan
f.              Burung-burung kecil, teresterial, tak pandai terbang
Contoh: Familia Tinamidae contoh Species Eudromia elegans
C.           Impennes
a.         Sayap digunakan untuk berenang
b.        Tidak dapat terbang
c.         Metatarsus bersatu, tetapt tidak sempurna
d.        Empat buah jari terarah kemuka
e.         Jari-jari dengan selaput kulit
f.         Bulu kecil-kecil menutup seluruh tubuh
g.        Dapat dengan cepat menyelam
h.        Di bawah kulit terdapat lapoisan lemak yang tebal
a)        Ordo Sphenisciformes
a.         Tinggi 1 m lebih
b.        Burung air tak dapat terbang
c.         Bulu-bulu kecil seperti sisik menutup seluruh tubuh
d.        Sayap berbentuk seperti dayung, berguna untuk terbang di dalam air
e.         Kaki berjari empat menghadap ke depan dan berselaput
f.         Tulang-tulang berbentuk pipih
g.        Di bawah kulit terdapat lapisan lemak yang tebal
Contoh: Familia Spheniscidae contoh Species Aptenodytes forsteri
D.                Neognathae
a.              Berlunas
b.             Metatarsus bersatu
c.              Vomer kecil dan tidak membentuk jembatan pada langit-langit


a)             Ordo Gaviiformes
a.              Tungkai pendek, terletak di bagian belakang tubuh
b.             Ekor terdiri atas 18 – 20 lembar bulu yang kaku
c.              Jari-jari berselaput renang
d.             Patella (tempurung lutut) kecil
e.              Pandai terbang
f.              Makan ikan
           Contoh: Familia Gaviidae contoh Species Gavia immer
b)   Ordo Podicipediformes
a.         Hidup di air tawar, pandai menyelam
b.        Tungkai terletak jauh di bagian belakang tubuh
c.         Kaki berlebus
d.        Ekor pendek
e.         Tempurung lutut besar
f.         Tarsus pipih
g.        Ekor berbulu kapas
        Contoh: Familia Podicipedidae contoh Species Podiceps cristalis
c)   Ordo Procellariiformes
a.         Lubang hidung berbentuk buluh
b.        Paruh tertutup oleh beberapa kepingan bahan tanduk
c.         Di dalam kepala terdapat kelenjar garam
d.        Jari-jari belakang sangat mereduksi atau menghilang sama sekali
e.         Bulu-bulu tersusun padat dan tampak berminyak
f.         Sayap panjang dan sempit
g.        Hidup dilautan
Contoh: Familia Diomedeldae contoh Species Diomedea nigripes dan Familia Hydiobatidae contoh Species Hydiobales pelangicus
d)   Ordo Pelecaniformes
a.         Lubang hidung sangat mereduksi atau tak ada sama sekali
b.        Mempunyai kantung leher
c.         Kaki berjari empat dan berselaput
d.        Paruh panjang dapat membuka lebar untuk menangkap dan menelan ikan
e.         Hidup berkoloni
f.         Warna putih
Contoh: Familia Pelecanidae contoh Species Pelecanus conspicillaris, Familia Anhingidae contoh Species Anhinga anhinga, dan Familia Phalacrocoracidae contoh Species Phalocrocorax carbo
e)             Ordo Ciconiiformes
a.              Leher dan tungkai panjang
b.             Paruh besar lurus atau berombak tajam
c.              Jari-jari tanpa selaput
d.             Bulu-bulu dekoratif
e.              Burung yang baru menetas tidak berbulu
f.              Makanannya ikan dan hewan air lainnya
        Contoh: Familia Ardeidae contoh Species Ardea herodrias, Familia Ciconiidae contoh Species Leptoptilos javanicus (bangau)
f)              Ordo Anseriformes
a.              Paruh lebar tertutup oleh lapisan bahan tanduk yang lunak
b.             Tepi paruh berlamela transversal
c.              Lidah berdaging
d.             Tungkai pendek, jari-jari berselaput
e.              Ekor umumnya pendek, tersusun atas banyak bulu
f.              Hewan muda bebulu kapas
Contoh: Familia Anhimidae contoh Species Anhima cornuta dan Familia Anatidae contoh Species Anas platyrynchos
g)             Ordo Falconiformes
a.              Paruh pendek, ujngnya melengkung dan runcing, tepi-tepinya tajam
b.             Jari-jari kaki tajam melengkung sesuai untuk mencengkram mangsanya
c.              Sayap kuat, terbang cepat
d.             Aktif pada waktu siang
        Contoh: Familia Falconidae contoh Species Falco   peregrinus dan Familia Accipitridae contoh Species Haliaster Indus.

h)        Ordo Galiiformes
a.         Terbangnya pendek-pendek
b.        Paruh pendek
c.         Bulu dengan cabang bulu
d.        Kaki digunakan untuk berlari dan mengais
e.         Pemakan biji-biji, rerumputan
Contoh: Familia Megapodidae contoh Species Megapodius sp dan Familia Phasianidae contoh Species Pavo mulicus (merak)
i)          Ordo Gruiformes
a.         Ada yang tak pandai terbang, ada yang pandai terbang
b.        Bulu-bulu bercabang
c.         Tungkai panjang
d.        Paruh besar
e.         Hidup di rawa-rawa
Contoh: Familia Turnicidae contoh Species Turnix suscicator (puyuh) dan Familia Raillidae contoh Species Porphyrula martinica
j)          Ordo Charadriiformes
a.         Sayap dan tungkai panjang dan ramping
b.        Jari-jari berselaput
c.         Paruh berbentuk buluh, sebagai alat penyedot
d.        Bulu-bulu tebal, tersusun rapat
Contoh: Familia Jacanidae contoh Species Hydrophasianus chirurgus, Familia Burhinidae contoh Species Numenius americanus dan Familia Laridae contoh Species Larus marinus
k)        Ordo Columbiformes
a.         Paruh dan langsing
b.        Tarsus biasanya lebih pendek dari pada jari-jari
c.         Kulit tebal dan halus
d.        Tembolok besar dan menghasilkan cairan susu
Contoh: Familia Pteroclidae contoh Species Pterocles alchata, Familia Raphidae contoh Species Raphus cuculatus dan Familia Columbidae contoh Species Streptopelia bitorquata
l)                                  Ordo Psittaciformes
a.         Bulu-bulu berwarna hijau, biru, kuning, atau hijau
b.        Paruh pendek, sempit, tepinya tajam, ujungnya berbait
c.         Paruh bagian atas bersendi dengan tengkorak sehingga dapat bergerak
d.        Kaki bertipe zygodactylus (dua jari ke depan dua jari ke belakang)
e.         Jari terluar tidak reversibel (tidak dapat dibalikkan ke depan)
f.         Mandibula dapat bergerak bebas dari tulang kepala
g.        Suara keras
Contoh: Familia Psittacidae contoh Species Psittacula alexandrii, Cacatua galerita, Probosciger aterrimus

m)                              Ordo Cucuiformes
a.         Dua buah jari kaki ke depan, dua buah yang lain ke belakang, jari terluar          dapat dibalikkan ke depan
b.        Kaki tidak sesuai untuk mencengkram
c.         Ekor panjang
d.        Paruh sedang
e.         Bersifat parasit
Contoh: Familia Musophagidae contoh Species Tauroco sp, Familia Cuculidae contoh Species Centropus bengalensis
n)        Ordo Satrigiformes
a.         Kepala besar dan bulat
b.        Mata besar menghadap ke depan, dikelilingi oleh bulu-bulu yang tersusun        radial
c.         Lubang telinga lebar, seringkali tertutup olh lipatan kulit
d.        Paruh pendek
e.         Jari kaki mempunyai cakar yang tajam sesuai dengan fungsinya untuk mencengkram
f.         Aktif di waktu malam (nocturnal), predator
Contoh: Familia Tytonidae contoh Species Tyto alba, Familia Strigidae contoh Species Bubo virginianus
o)        Ordo Caprimulgiformes
a.         Paruh kecil dan bulat
b.        Mulut lebar, tepi paruh bagian atas tertutup oleh bulu-bulu peraba yang            bentuknya seperti rambut-rambut kaki
c.         Bulu-bulu halus
d.        Kaki kecil dan lunak
e.         Nocturnal, insectivor
f.         Kepala besar, mata besar
g.        Lubang telinga besar kadang-kadang mempunyai lembaran penutup
Contoh: Familia Caprinulgidae contoh Species Caprinulgus vociferus, dan Familia Podargidae contoh Species Podargus sp.
p)   Ordo Apodiformes
a.         Tubuh kecil
b.        Tungkai sangat kecil
c.         Sayap runcing
d.        Paruh kecil dan lunak
Contoh: Familia Apodidae contoh Species Collocalia esculanta, dan Familia Trochilidae contoh Species Colibri coruscans
q)   Ordo Coliiformes
a.         Kaki bertipe paserin (tiga jari ke depan, satu jari ke belakang)
b.        Jari ke-1 dan ke-4 reversibel
c.         Ekor sangat panjang
d.        Pemakan serangga dan buah
Contoh: Familia Collidae contoh Species Colius macrourus
r)    Ordo Trogoniformes
a.    Paruh pendek dan bahu dengan rambut-rambut bahu pada pangkalnya
b.    Kaki kecil dan lunak
c.    Bulu-bulu berwarna cerah, seringkali berwarna hijau
Contoh: Familia Trogonidae contoh Species Trogon viridis
s)   Ordo Coraciiformes
a.    Paruh kuat
b.    Jari-jari ke-3 dan ke-4 bersatu pada bagian pangkul
c.    Pemakan kupu-kupu kecil, lebah, kumbang
Contoh: Familia Alcedinidae contoh Species Halcyon chloris, dan Familia Bucerotidae contoh Species Buceros sp
t)    Ordo Piciformes
a.    Paruh kuat
b.    Bulu ekor kaku, ujungnya runcing
c.    Lidah dengan ujung yang kasar atau dilengkapi dengan bayangan seperti bulu lidah dapat dijulurkan
d.   Membuat lubang dalam batang
Contoh: Familia Capitonidae contoh Species Megalaima corvina, Familia Ramphasidae contoh Species Rhamphastor sulfuratus, dan Familia Picidae contoh Species Dinopium javanense
u)   Ordo Passeriformes
a.         Kaki berjari empat, tiga ke depan, satu ke belakang
b.        Paruh sesuai untuk memotong
c.         Banyak yang pandai bernyanyi karena mempunyai pita suara
d.        Telur berwarna-warni
e.         Pemakan insecta dan biji-bijian
Contoh: Familia Hirundinidae contoh Species Hirundo rustica, Familia Diccuridae contoh Species Dicrurus macrocercus, dan Familia Oriolidae contoh Species Oriolus chinensis.(Munaf, 2006)

CLAS MAMMALIA

Morfologi dan Anatomi               
                Mammalia adalah kelompok hewan yang menduduki tempat tertinggi di dalam sejarah perkembangan hewan serta merupakan Vertebrata yang benar-benar paling sesuai dengan kehidupan di darat. Semua mammalia berambut meskipun pada kelompok-kelompok tertentu rambut-rambut itu hanya tumbuh di bagian tubuh tertentu. Mammalia dapat mempertahankan suhu tubuhnya relatif tetap sehingga disebut berdarah panas. Mammalia mempunyai kelenjar susu (mammae) yang menghasilkan cairan sebagai bahan makanan bagi anak-anaknya. Kebiasaan memelihara anak sangat berkembang pada mammalia dan mencapai puncaknya pada manusia. Beraneka ragam mammalia menempati habitat yang berbeda mulai dari daerah kutub sampai ke Katulistiwa, mulai dari laut sampai ke hutan-hutan dan padang pasir. Banyak di antaranya yang aktif diwaktu malam(nocturnal) sehingga hampir tidak pernah terlihat dalam kehidupan sehari-hari(Munaf,2006)
                Morfologi kasar dari usus mamalia sangat berbeda-beda dan sesuai dengan makanan dan sistematiknya hanya dalam yang umum-umum saja. Usus dapat saja pendek, antara 2-6 kali panjang tubuh (banyak insektivora dan carnivora)  atau sepanjang-panjangnya sampai 20-25 kali panjang tubuh (beberapa Artiodactyla dan Mamalia marin). Belokan duodenum umumnya ada, tetapi terikatnya kurang kuat daripada di dalam burung. Saekum dan usus yang berbatasan dengannya dalam beberapa (Rodentia dan lemur membentuk gulungan spiral yang kuat, dan) Rodentia, Lemur, dan mamalia lainnya tertentu membentuk spiral yang kuat (Djuhanda,1974)

Klasifikasi Mammalia

Subclass I. Prototheria
                Ordo I. Monotremata. Platypus, Echidna
Subclass II. Theria
Infraclass I. Metatheria
          Ordo I. Marsupialia. Opossums, Kangguru
Infraclass II. Eutheria
          Ordo I. Insektivora. Moles, shrew
          Ordo II. Dermoptera. Flying lemur
          Ordo III. Chiroptera. Bats
                Ordo IV. Primata
                                Subordo I. Lemuroidea. Lemurs
                                Subordo II.Tarsioidea. Tarsiers
                                Subordo III. Anthropoidea. Monkey, Man
                Ordo V. Edentata. Sloths, South American anteaters
                Ordo VI. Pholidata. Scaly anteaters
                Ordo VII. Rodentia. Rats,mice,squirrels
                Ordo VIII. Lagomorpha. Kelinci, hares, pikas
                Ordo IX. Carnivora. Anjing, kucing, seals, walruses
                Ordo X. Cetaceae. Whales, Porpoises
                Ordo XI. Tubulidentata. Aardvark
                Ordo XII. Proboscidae. Gajah
                Ordo XIII. Hyracoidea. Conies
                Ordo XIV. Sirenia. Manatees, Dugong
                Ordo XV. Perrissodactyla. Kuda, Zebra
                Ordo XVI. Artiodactyla. Cattle, deer, sheep(Weichert,1959)

Classis Mammalia dibedakan atas dua subclass Prototheria danThheria:
1. Subclassis prototheria
                Mempunyai ciri-ciri yaitu tidak punya daun telinga, hewan muda bergigi hewan dewasa berparuh, mempunyai kloaka, kelenjar susu tanpa puting, testes abdominal(terletak di dalam rongga abdomen, tidak turun ke dalam kantung buah zakar), bersifat ovipar.
                Subclassis ini hanya mencakup satu ordo Monotremata dengan dua contoh spesies: Ornithorhychus dan Echidna.
2. Subclassis Theria
                Mempunyai ciri-ciri yaitu umumnya mempunyai daun telinga, gigi-gigi terdapat baik pada hewan muda maupun hewan dewasa , tanpa kloaka, kelenjar susu tanpa kloaka, kelenjar susu dengan puting, testes umumnya terletak di dalam kantung buah zakar, bersifat vivipar.
                Subclassis ini dibedakan atas dua infraclassis yaitu: Infraclassis Metatheria dan Infraclassis Eutheria.
a. Infraclassis Metatheria
                Anggota dari infraclassis ini memiliki ciri khas yaitu hewan betina mempunyai kantung di bawah perut, kelenjar susu terdapat di dalam kantun, embrio tanpa plasenta, anak yang dilahirkan prematur. Infraclassis ini hanya mencakup satu ordo Marsupialia, contoh Macropus(kangguru).


b. Infraclassis Eutheria
                anggota dari infraclassis ini memiliki ciri khas yaitu tanpa kantung (marsupium), tanpa kloaka, testes terletak di dalam kantung buah zakar, embrio dengan plasenta, anak yang dilahirkan sudah berkembang lebih jauh (Munaf,2006).
Infraclassis ini mencakup beberapa ordo, yaitu:
1)    Ordo Insektivora
                Insektivora merupakan mamalia kecil yang mirip tikus, tetapi berbeda dalam banyak rincian anatomi dan perilakunya. Mereka mewakili satu kelompok mamalia yang sangat kuno, dan mungkin tidak berbeda jauh dari penamilan mamalia asli. Moncong insektivora relatif lebih panjang dan lebih runcing dengan sederetan gigi yang tidak terlalu berbeda satu dengan yang lainnya, masing-masing dipersenjatai dengan sejumlah taring yang tajam. Sementara pada gigi depan tikus memiliki pinggir tajam seperti pahat dan terpisah dari pipi yang relatif lebar oleh celah yang lebar. Kaki depan dari insektivor masin-masing memiliki lima jari panjang dengan cakar-cakar yang tajam, sedangkan pada Rodentia jari bagian dalam dari setiap kaki depan berukuran pendek dengan kuku yang tumpul, bukan cakar yang tajam
Familia ERINACEIDAE
Di kalimantan famili ini diwakili oleh 2 jenis, yaitu tikus bulan dan tikus babi. Bersifat nokturnal dan terestrial. Pada siang hari tinggal di dalam lubang-lubang.
Penyebaran: Thailand dan Malaysia, Sumatera, Kalimantan
Familia SORICIDAE
Tikus celurut, terhitung juga sebagai binatang yang menyusui yang terkecil kemudian binatang lainnya adalah kelelawar.

2)      Ordo Scandentia
Famili TUPAIDAE
Anggota ordo ini sangat mirip dengan tupai tetapi berbeda dalam banyak rincian anatomi dan perilakunya. Mereka memiliki moncong yang sangat panjang dan runcing dengan jumlah gigi 38.
3)      Ordo DERMOPTERA
Famili CYNOCEPHALIDAE
Hanya ada dua jenis dalam ordo ini, salah satunya diketahui dari Phillipina dan yang lainnya dikenal dari Kalimantan dan tempat-tempat lain di Asia tenggara
                Penyebaran: India bagian timur laut, Asia tenggara, Sumatera, jawa, Phillipina bagian selatan, dan di Kalimantan.
4)      Ordo CHIROPTERA
                Kelelawar adalah golongan mamalia yang paling besar yang hidup di dalam hutan tropis. Di Kalimantan kelelawar membentuk lebih dari sepertiga dari fauna mamalia. Jenis kelelawar tidak begitu banyak dipelajari di pulau ini, ada kemungkinan bahwa lebih banyak jenis masih ditemukan.
                Familia Pteropodidae
                Kelelawar buah mempunyai mata yang besar dan tampak, karena mereka tidak mempunyai lokasi gema, tergantung pada penglihatan dan bau untuk menemukan jalannya. Telinga relatif kecil dan hanya dengan suatu batas yang betul-betul tidak pecah. Gigi sederhana agak mernyusut  karena hanya makan nektar dan buah.
                Familia Megadermatidae
                Berukuran sedang sampai besardengan telinga yang bulat besar bersatu melintang di ujung kepala, dan daun hidung tegak berukuran besar.
                Familia Nycteridae
                Kelelawar berukuran besar sedang dengan telinga bulat sanggat besar yang tidak bertemu melintang di ujung kepala.
                Familia Rhinolophidae
                Termasuk kelelawar kecil sampai berukuran sedang dengan daun hidung yang lebih detail. Bagian bulat dan berbentuk sepatu kuda yang besar.





                Familia Hipposideridae
                Beragam dalam ukuran dari agak kecil sampai ke cukup besar. Hidung dengan daun hidung pertama bulat dan agak berbentuk seperti kuda. Daun tengah berbentuk seperti bantal, rendah  yang membesar kesisi tanpa sella.
                Familia Vesperhlionidae
                Keluarga kelelawar yang terbesar paling beragam dan paling tersebar. Hidung tanpa daun hidung. Telinga kecil sampai besar dengan tragus yang berkembang dengan baik. Ekor panjang, keseluruhannya tertutup dalam selaput intermoral.
                Familia Molossidae
                Kelelawar berukuran kecil, sedang sampai besar dikenal dari buntutnya yang tebal (gemuk) yang menonjol lebih dari separuh panjangnya dari selaput intermoral. Moncong tanpa daun hidung dan berproyeksi di luar rahang bawah, dengan telinga berdaging.
5)      Ordo PRIMATA
Semua primata memiliki tangan dan kaki yang dapat menggenggam, jari-jari umumnya memiliki kuku bukan cakar dan kedua matanya terletak di bagian depan mukanya. Lorissidae dan tarsiidae benar-benar bersifat nokturnal. Monyet dan Kera bersifat diurnal.
Familia LORISIDAE
Loris adalah primata berukuran kecil yang memiliki ekor sangat pendek dan telinga yang lebih tidak menarik perhatian. Semua jarinya berkuku, dengan pengecualiaan pada jari kedua dikakinya, yang bercakar pendek. Tubuhnya ditutupi oleh rambut-rambut halus berwarna kecoklatan atau keabu-abuan seragam dengan garis cokelat gelap dari puncak kepala sampai pertengahan punggung atau pangkal ekor. Biasanya memiliki tanda bercak cokelat gelap disekitar matanya.
Penyebaran: Utara-Timur India, Asia, Asia Tenggara, Sumatera, Jawa, Philipina Selatan, Kalimantan dikenal di banyak dataran rendah dan bukit-bukit


Familia HYLOBATIDAE
Ungko dapat melakukan perjalanan  cepat di tajuk hutan tinggi, bergantung dengan lengannya yang panjang. Warna coklat seragam atau coklat keabu-abuan , dengan rambut abu-abu di sekeliling wajahnya. Dan tangannya cenderung lebih pucat daripada tubuhnya yang lain. Tidak berekor.
Bersifat diurnal dan benar-benar arboreal. Aktif sejak sejam sebelum fajar, tetapi  menghentikan aktivitasnya lebih kurang dua jam sebelum senja.
Penyebaran: terbatas untuk Kalimantan didataran rendah dan perbukitan.
6)      Ordo PHOLIDATA
Familia MANIDAE
                Trenggiling merupakan mamalia yang unik karena memiliki rambut yang bermodifikasi menjadi sisik-sisik yang menutupi seluruh bagian atas tubuhnya, ekor yang dapat memegang serta tidak bergigi, satwa ini sungguh termasuk mamalia berambut, terbukti dengan rambut-rambut yang menutupi bagian atas bawah tubuhnya, juga diantara sisik-sisknya terdapat sejumlah rambut, satu sisik merupakan sekumpulan rambut.
7)      Ordo RODENTIA
                Ciri khusus dar satwa pengerat adalah pengaturan gigi. Mereka mempunyai gigi seri yang berkembang baik,besar,lengkung. Berpahat di dalam rahang atas dan rahang bawah kedua-duanya, tanpa taring dan celah tanpa gigi di muka gigi pipi ini. Hannya empat jari berkuku yang berfungsi sebagai pengganti kuku.
                Familia SCIURIDAE
                Satwa pengerat dengan ekor yang semu tertutup dengan rambut panjang.
                Familia MURIDAE
                Meskipun beberapa tikus besar dan tikus dibatasi di penghunian manusia yang telah diganggu oleh manusia , mereka tidak disukai dianggap sebagai satwa kotor dan tidak menyenangkan, makan kotoran, tinggal di timbunan sampah dan menyebarkan penyakit, tetapi kebanyakan jenis tikus-tikus besar dan tikus khusus penghuni hutan tidak akan masuk rumah kalaupun mereka dapat kesempatan.


8)      Ordo CARNIVORA
Semua jenis karnivora memiliki tiga gigi seri disetiap sisi rahang atas dan rahang bawah. Taring-taringnya sangat besar dan merupakan satu dari senjata utama yang dimiliki ssatwa ini.
Familia URSIDAE
Beruang merupakan mamalia omnivor yang berukuran besar, kuat dengan ekor yang pendek daya penciuman yang baik, tetapi penglihatan dan pendengarannya kurang baik. Hanya ada satu spesies di Kalimantan dan yang merupakan jenis yang terkecil di dunia.
Penyebaran: Burma, Thailand, Semenanjung Malaysia, Sumatera, Kalimantan.
Familia MUSTELIDAE
Berang-berang, subfamili Lwirunae , memilih air untuk makan ikan dan telah mengembangkan seluruh perlengkapan kehidupan aquatik, contohnya selaput kaki yang seluruhnya atau sebagian berselaput serta moncong yang lebar.
Familia VIVERRIDAE
Musang merupakan famuli yang mirip satu sama lain yang hidup dihutan-hujan. Hampir semua anggotanya merupakan pemanjat yang ahli dan hidup di dalam hutan . jenis makanannya sangat bervariasi, tidak hanya meliputi daging, reptil dan serangga. Tetapi juga buah-buahan.
Familia FELIDAE
Terdapat lima jenis kucing di Kalimantan selain jenis feral, Felis catus, dan kelima jenis kucing tersebut pada dasrnya sama dengan kucing rumah dalam bentuk tubuh dan jumlah gigi yang dimilikinya.
9)      Ordo ARTIODACTYLA
                Di Kalimantan, 12 jenis ungulata yang berjari genap di catat termasuk 4 jenis feral yang dipelihara (domestic), babi, sapi, kerbau air, dan kambing .
Familia SUIDAE
Babi liar di Kalimantan adalah babi berjanggut Sus barbatus. Kebanyakan aktif baik di malam hari maupun jauh sore hari.
Familia TRAGULIDAE
Kancil adalah satwa kecil, ukurannya hampir sama dengan anjing kecil, bertempat tinggal di hutan, dengan kaki yang ramping. Jantan mempunyai gigi taring sebagai pengganti dan cabang tanduk sebenarnya.
Familia CERVIDAE
Rusa tidak memiliki seri gigi di rahang atas. Jantan mempunyai tanduk yang menonjol yang biasanya putus dan tumbuh kembali pada interval waktu yang teratur(Yasuma,1990)














Tidak ada komentar:

Posting Komentar