BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Hewan Vertebrata seperti organisme lainnya, menempati seluruh habitat
dibumi ini. Penempatan ruang suatu organisme, terkait dengan kesesuaian ciri organisme penghuninya. Hewan Vertebrata tidak hanya menempati daerah-daerah
didaratan akan tetapi juga didaerah perairan, sebagai contohnya dari anggota
class Pisces yang secara garis besar hidup diperairan. Dan daerah perairan yang ditempatinya pun
berbeda-beda tiap jenisnya.
Hasil penelitian banyak ahli menunjukkan bahwa penyebaran
Hewan Vertebrata merata diseluruh dunia. Masing-masing
daerah memiliki ciri khas tertentu dengan organisme penghuninya, baik itu
didaerah daratan maupun perairan.
Berbagai tempat diseluruh indonesia memiliki
daerah-daerah yang cukup bagus untuk diteliti, namun pada kuliah lapangan kali
ini kami menjadikan Taman Margasatwa dan Budaya Bukit Tinggi sangat cocok
dijadikan tempat observasi. Karena tempat ini
memiliki koleksi Hewan yang cukup lengkap dan unik yang berasal dari
berbagai tampat diseluruh indonesia bahkan penyebarannya mewakili seluruh
dunia. Tempat ini juga merupakan tempat
wisata sehingga selain melaksanakan pengamatan Mahasiswa juga dapat melakukan
Refresing untuk penyegaran setelah melaksanakan kegiatan perkuliahan dikampus.
Dan setiap Mahasiswa Biologi dituntut untuk memiliki dan
memanfaatkan kemampuan untuk dapat
mengamati dan mengelompokkan kedalam kelompok-kelompoknya. bukti
pemahaman,pengenalan hewan, pengayaan, pengalaman, dan
pemuasan rasa ingin tahu. Sehubungan
dengan itu kuliah lapangan ini sangat perlu diadakan, agar dapat mengamati
hewan Vertebrata secara langsung. Namun
pada kuliah lapangan ini yang diamati hanya beberapa class dari anggota
Vertebrata, diantaranya dari class Osteichyes, Reptilia,
Aves, dan Mammalia. Karena objek yang tersedia pada tempat observasi hanya dari kelas- kelas
ini saja.
B. Tujuan
Adapun maksud dan tujuan dari kuliah lapangan ini adalah
:
a) Mahasiswa dapat mengenali jenis hewan secara langsung.
b) Mahasiswa dapat mengamati secara lagsung
struktur morfologi dari masing-masing jenis hewan tersebut.
c) Mahasiswa dapat mengindentifikasi hewan vertebrata.
d) Mahasiswa
mampu mengklasifikasikan hewan vertebrata tersebut berdasarkan ciri-ciri yang
ditemukan.
e)
Menyempurnakan perkuliahan,
diperlukan kuliah lapangan untuk pengamatan secara langsung dengan melihat
objek yang ada.
C.Waktu Dan Tempat Pelaksanaan
Hari :
Sabtu
Tanggal : 23
November 2013
Tempat : Taman Marga Satwa Kinantan
Bukit Tinggi, Kabupaten Agam Sumatra Barat
D.Deskripsi Tempat
Tempat ini merupakan suatu tempat yang berada ditengah
kota Bukit Tinggi,tempat ini dikelilingi oleh sebuah pasar tradisional yang
dikunjungi oleh banyak orang.Tempat ini berada pada suatu ketinggian.Jika dilihat dari segi geografinya, Tempat ini mempunyai curah hujan yang cukup
tinggi karena dapat dirasakan bahwa tempat ini memiliki suhu lingkungan yang
lebih rendah jika dibandingkan dengan Kota Padang.
Disekelilingnya terdapat Taman yang sangat Asri,
ditumbuhi oleh berbagai macam tumbuhan baik itu pohon-pohonan maupun yang Herba
dan rumput-rumputan.Keberadaan Taman ini menambah kesejukan jika kita berada ditempat ini.
Karena keberadaan tempatnya yang cukup bagus, untuk itu
tempat ini dipilih sebagai tempat dilakukannya observasi. Selain tempat penelitian atau pengamatan,
tempat ini juga merupakan Arena bermain anak- anak yang dikunjungi oleh ramai
orang, baik itu dari masyarakat yang berasal dari daerah Bukt Tinggi itu
sendiri maupun berasal dari daerah lain.
Tempat ini memiliki koleksi Hewan yang cukup lengkap yang
berasal dari berbagai daerah diseluruh Indonesia, Bahakan Penyebarannya juga
sudah Mewakili dari seluruh spesies yang ada didunia.Namun ketersediaan Hewan
ini terbatas hanya pada Class tertentu saja.Karena ada beberapa class dari
Hewan Vertebrata tidak ada ditemukan pada tempat ini.
Kuliah lapangan Taksonomi Vertebrata ini dilakukan di Taman Marga Satwa
Budaya Kinantan (TMSBK) di kota Bukittinggi. Secara geografis, Bukittinggi
berada pada 100,21oBT-100,25oBT dan 00,19oLS-00,76oLS.
Kota ini berada pada ketinggian 909-941 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Suhu dikota ini berkisar 16,10oC hingga 24,90oC. Luas
wilayahnya sekitar 25,24 km2. Bukittinggi dikelilingi oleh 3 gunung
berapi, yakni gunung Singgalang, gunung Sago dan gunung Merapi. Kota yang bermoto
“Saayun Salangkah” ini berjarak 90 km dari kota Padang, ibukota provinsi
Sumatera Barat dan dapat ditempuh dalam 2 jam perjalanan lewat darat.

Pada saat kuliah lapangan, dari kota Padang (Universitas Negeri
Padang) digunakan rute Padang- Lubuk Alung- Sicincin- Kayutanam- Padang
Panjang- Kotabaru- Padangluar- Bukittinggi.
Taman Marga Satwa Budaya Kinantan yang menjadi lokasi kuliah
lapangan berada sekitar 500 meter dari pusat kota Bukittinggi (telah ditentukan
bahwa Jam Gadang sebagai titik nol pusat kota Bukittinggi). Dibawah ini
merupakan gambar kota Bukittinggi dari ketinggian 3083 kaki (+ 1 km),
diambil dengan aplikasi Google Earth. Garis putih menunjukkan jarak antara Jam
Gadang dengan Jembatan Limpapeh.
Peta
Bukittinggi

BAB II
DASAR TEORI
1.
Ciri Morfologi Umum
a. Adanya Chorda dorsalis(notochord)
Chorda
dorsalis merupakan struktur penguat yang pertama dimiliki oleh tubuh hewan
phylum ini. Pada stadium embrio chorda dorsalis terbentuk di sebelah
dorsalcoelom saluran, berbentuk batang langsing.
b. Adanya batang syaraf dorsal(nerve chord)
Pada
stadium embrio tingkat awal terletak pada permukaan dorsal. Pada larva anggota
Tunicata bagian anterior batang ini membesar menjadi vesicula cerebralis. Sedangkan pada anggota vertebrata bagian ini
mengalami penebalan dan berdiferensiasi menjadi bangunan yang disebut otak.
c.Celah insang(gill silt)
Celah
insang mulai berkembang pada sisi pharynk embrio. Masinh-masing celah terbentuk
dari kantong-kantong endoderm di daerah pharynk yang kemudian dindingnya pecah
menjadi celah disebut celah insang (Munaf,2006)
A.
SUPERCLASSIS PISCES
Kelompok
pisces menunjukkan ukuran tubuh sangat bervariasi. Mamalia seperti ikan paling
besar adalah paus( Rhynedon typu),
mencapai panjang lebih 16,5m. Ikan yang paling kecil adalah spesies goby yang
ditemukan di Filipina dinamai Pamdaka
pignea. Berukuran 0,8m. Ikan umumnya hidup dilaut, tetapi ada sekitar 7000
spesies ditemukan hidup diair tawar, di antaranya yang paling besar adalah
paddlesfishes, catfish dan sturgeon (Sukiya,2001).
1.
Class Chondricthyes
a.
Morfologi dan Anatomi
Kelas ini meliputi hiu
biasa dan pari. Chimaera kurang diketahui umum tetapi sangat menarik perhatian,
serta saudara-saudaranya yang sudah punah. Ukuran tubuh dari sedang sampai besar
sekali. Tidak mempunyai rangka tulang sama sekali baik di dalam maupun didalam
sisiknya. (Chondricthyes= ikan rawan). Giginya berlainan dengan ikan-ikan
lainnya melekat pada kulit dan hanya terdapat pada pinggir rahang. Biasanya
ikan-ikan ini mempunyai serangkaian lubang insang luar dan tidak mempunyai
gelembung renang (Djuhanda,1983)
Ciri-ciri Classis Condrichthyes :
a.
Rangka dari tulang rawan
b.
Ada yang bersisik, ada yang tidak bersisik, (jika bersisik
tipenya placoid)
c.
Celah insang ada yang satu pasang, lima pasang atau tujuh
pasang, letak celah insang lateral, ventral
d.
Mulut terletak pada sisi ventral
e.
Ada yang memiliki spirakulum dan ada yang tidak
f.
Sirip berpasangan
g.
Tidak memiliki gelembung udara (pneumatosis)
h.
Ada yang memiliki kloaka ada yang tidak
i.
Alat kelamin luar, jantan memiliki kelamin luar yang disebut myxoptrygium/clasper/gonopodium.
j.
Lubang hidung sepasang (Munaf,2006).
Chondricthyes memiliki tulang kartilago kondrokarnium
sempurna. Organ pencium dan kapsul optik tyerhubung jadi satu. Eksoskeleton Opstracodermi mempunyai
kesamaan dengan dentin pada kulit elasmobranchii yang merupakan mantel keras
seperti email pada gigi vertebrata. Tulang pada insang berupa kartilago palato-quadrat dan kartilago
Meckel. Ikan ganoid rendah. Kondrokarniumnya tidak mengalami penulangan.Umumnya
struktur appedages depan lebih rimut
daripada belakang (Sukiya,2001).
Ciri khusus adalah sebagai berikut:
a.
Kulit tegar dan diliputi oleh sisik placoid dengan banyak
kelenjar mucosa.
b.
Mulut terletak sebelah ventral dari kepala,dengan gigi
beremail.
c.
Skeletonnya berupa tulang rawan, tanpa tulang keras.
d.
Cor terdiri atas saturuang ventriculum dan satu auriculum
e.
Respirasi dilakukan dengan 5,6,7 pasang insang yang
masing-masing terdapat dalam celah yang terpisah
f.
Meiliki 10 pasang nervi cranialis
g.
Suhu tubuh tergantung pada lingkungan
h.
Seks terpisah: fertilisai terjadi dalam tubuh, ovipar atau
ovivipar (Jasin,1992).
b.
Taksonomi
Klasifikasi class condrichtyes, yaitu :
a.
Subclass elasmobranchii
Memiliki insang
5-7 pasang. Mempunyai spirakulum dan kloaka
1.
Ordo squliformes
Celah insang pada
sisi bawah, bagian sisi depan sirip berlekatan dengan bagian lateral kepala
2.
Ordo rajiformes
Celah insang pada
sisi bawah, bagian sisi depan sirip tidak berlekatan dengan bagian lateral
kepala.
3.
Ordo holochephali
Memiliki satu
pasang insang, tidak mempinyai spirakulum, sisik placoid tidak ada
(Djuhanda,1983).
2.
Class ostteichthyes
Karakteristik dari clss ini adalah :
1.
Kulit mengandung kelenjar mukosa.
2.
Mulut terletak di ujung dan bergigi
3.
Terdapat 12 pasang nervi cranialis
4.
Suhu tubuh tergantung suhu lingkungan
5.
Memiliki sepasang gonad (Jasin,1994)
Klasifikasi class
osteichtyes :
A.
Subclass sarcopterygii
1.Ordo
colecantiformes
1)
Memiliki elemen tulang dalam pangkal sirip yang homolog
2)
Lubang hidung bermuara dalam rongga mulut
3)
Contoh : Catimeria chalumeae
2.Ordo dipteriformes
1)
Disebut ikan berparu paru
2)
Sisik cycloid
3)
Memiliki kloaka
4)
Punya overculum
5)
Contoh Neocerateus
B.
Subclass branchiopterigyii
1.
Sisik tebal berbentuk romboid
2.
Pangkal sirip menyempit
3.
Contoh: Polypterus bichir
C.
Subclss actinopterigyii
1.
Memiliki sirip yang berpasangan
2.
Sisik tilakoid
3.
Ekor bertipe homocercal
Subclassis
Actinopterygii terdiri atas 15 ordo, yaitu:
1)
Ordo Acipenseriformes
Tubuh
tertutup oleh lima baris kepingan tulang, moncong panjang, ekor heterocercal.
Contoh: Acipenser axyrhyncus
2)
Ordo Amiiformes
Sirip
ekor temasuk diphicercal pendek, dam pangkal sirip terdapat tulang radius yang
berlekatan dengan scapulacoracoid. Contoh: Amia
calva
3)
Ordo Lepidossteiformes
Sisik
ganoid, moncong sangat panjang, lubang hidung pada ujung moncong, sirip ekor
adalah diphicercal pendek. Contoh: Lepidosteus
assens
4)
Ordo Clupeiformes
Sisik
cycloid, sirip ekor homocercal, sirip dubur dan sirip punggung tanpa spina.
Contoh: Clupea harengus
5)
Ordo Scopeliformes
Sirip
dorsal dua buah, mulut besar banyak mengandung gigi-gigi, punya alat penerangan
(hidup di dasar laut). Contoh: Harpodon
nehereu
6)
Ordo Cypriniformes
Mempunyai
gelembung udara yang berhubungan dengan esofagus, sirip-sirip tanpa spina,
sirip perut terletak di daerah abdomen. Ada dua subordo yaitu: Subordo
Cyprinoidei ciri-cirinya bersisik, sekitar mulut ada tentakel atau tidak,
vertebrata ketiga dan keempat tidak berlekatan. Contoh: Cyprinus carpio (Munaf,2006)
Ikan
kancera termasuk kelompok ikan ekonomis penting dari suku Cyprinidae yang masih
berkerabat dengan ikan tambra (Tor
tambroides). Kancera dikeramatkan oleh sebagian kelompok masyarakat,
diantaranya di wilayah kabupaten Kuningan yang terletak di gunung Ciremai.
Keberadaan ikan kancera di tempat lain sudah sangat jarang ditemui akibat
penangkapan yang berlebih, serta adanya desakan lingkungan tempat ikan tersebut
menjadi rusak (Subagja,2009)
7)
Ordo anguilliformes
8)
Ordo Beloniformes
9)
Ordo Sygnathiformes
10)
Ordo Oppiocephaliformes
11)
Ordo Synbranchiformes
12)
Ordo Perciformes
13)
Ordo Pleuronectiformes
14)
Ordo Echeneiformes
15)
Ordo Tetraodontiformes
MORFOLOGI :
Tubuh
bentuk gelendong, sesuai dengan garis arus. Agak pipih samping menyamping,
mulut berada di ujung tubuh. Bagian tubuh terdiri dari: bagian kepala, badan
dan ekor. Batas bagian kepala dan ekor jelas dengan adanya tutup insang. Pada
ikan memperlihatkan varasi bentuk yang
dasar, tetapi walaupun begitu memeiliki stuktur dasar yang sama.ia terikat pada
sisi dorsal dari rongga tubuh bentuk sempit panjang, terletak di luar peritoneum. Kulit terdiri dari epidermis
yang mengandung lendir, dan lendir ini akan menyelaputi seluruh bagian tubuh ,
lendir perlu untuk melincirkan badan untuk bergerak dalam air dan mengandung
anti kuman.
ANATOMI :
Opistonefros pada ikan. Memperlihatkan bentuk variasi
yang besar, tetapi walaupun demikian struktur nya juga sama.dan teriket pada
sisi dorsal dari rongga tubuh bentuk yang panjang dan sempit, terletak di luar
peritenium. Aorta dorsalis dan venaposcardinalis terletak di
antaranya,opistonefros pada jantan lebih besar dari pada yang betina ujing
anterior pada jantan ada kaitannya dengan sistem reproduksi. Pada beberapa
kelompok ikan jantan, beberape tubuli mangalami modifikasi menjadi duculi eferentes.dalam hal ini
selanjutnya ductus mononeparidicus kemudian menjadi ductus deferens yang beerfungsi utama untuk
alat transfor spermatozoa, di samping sebagai alat transfor sisa metabolisme
tubuh. Tetapi kelihatannya, pada perkembangan yang lebih lanjut, ada detensi
bahwa pada bagian posterior ophystonefros banyak untuk fungsi ekskretoris.
Sehingga timbul suatu saluran yang menyerupai ureter yang bermuara langsug ke
kloaka atau keluar (Suntoro,1994).
B.
SUPER CLASSIS TETRAPODA
1.
CLASS AMPHIBIA
Amphibia
merupakan perintis vertebrata daratan. Paru-paru dan tulang anggota tubuh yang
mewarisi dari nenek moyang kasopterygla, memberikan sarana untuk lokomosi dan
bernafas di udara. Atrium kedua dalam jantung memungkinkan darah yang
mengandung oksigen langsung kembali kedalamnya untuk dipompakan keseluruh badan
dengan tekanan yang penuh.
Sementara
pencampuran darah yang mengandung oksigen terjadi dalam ventrikel tunggal
jantung yang beruang tiga itu agaknya memberikan peningkatan yang berarti dalam
efisiensi peredaran dan dengan demikian meningkatkan kemampuan untuk mengatasi
lingkungan daratan yang keras
(Guyer,1964)
Ciri-
ciri dari Amfibi, yaitu:
1)
Penutup tubuh berupa kulit yang
berlendir, tidak ada sisik luar.
2)
Alat gerak berupa dua pasang
kaki dan pada setiap kakinya terdapat selaput
renang yang terdapat diantara jari-jari kakinya.
3)
Pernafasan pada saat menjadi
menjadi kecebong berupa insang, setelah dewasa
dengan paru-paru serta kulit.
4)
Memiliki pita suara dan juga
dua nostril yang berhubungan dengan cavum oris.
5)
Lembar gendang telinga terletak
diluar.
6)
Fertilisasi eksternal atau
internal . Umumnya ovipar.
7)
Tipe pembelahan holoblastik,
tidak mempunyai membran embrionik, larva yang hidup di air pada umumnya
mengalami metamorfosis (Yatim,1985).
Amphibi
mempunyai tengkorak yang tebal dan luas secara proporsional, kebalikan dari
ikan. Tengkorak amphibi modern mempunyai premaksila, nasal frontal, parietal
dan squamosa. Kebanyakan permukaan atas dari tubuh anura tidak seluruhnya
tertutup tulang. Bagiandari kondrokranium masih belum mengeras, hanya daerah
oksipital dan eksospitalnya mengeras , dan masing-masing memiliki kondile
bersambung dengan vertebra pertama. Tidak ada langit-langit/palatum kedua pada
amphibia, akibatnya nares internal lebih maju didalam langit-langit mulut.
Dibawah otak ditutupi oleh tulang dermal dinamakan parasfenoid. Gigi ada
premaksila, maksila, palatine, vomer, parasfenoid, dan tilang dental. Ada
beberapa amphibi yang sama sekali tidak memiliki gigi, atau gigi pada rahang
bawah mereduksi (Sukiya,2001)
Pada
katak jantan (Bufo sp.) dapat
ditemukan adnya suatu deposit cortex atau ovarium rudimenter pada ujung kranial
setiap testis yang disebut sebagai organ bidder. Apabila testis di ambil, organ
ini akan membesar dan lambat laun berkembang menjadi suatu ovarium fungsional
yang mampu memproduksi telur yang fertil.
Pada
amphibia relatif mudah pula untuk mengimplantasikan primordila gonade. Bila
kombinasi yang dibuat bersifat heteroseksual, salah satu kelamin akantertekan
dan menimbulkan perubahan kelamin, baik persial maupun lengkap. Gonade jantan
pada umumnya bersifat dominan , tetapi pada spesies yang diferensiasi
kelaminnya berlangsung cepat, ovarium mungkin sekali predominan(Suntoro,1994).
Caput
dan cervix yang lebar bersatu. Pada truncus dapat dua pasang extremitas,
seluruh tubuh dibungkus oleh kulit halus yang licin . pada kepala terdapat:
rima oris yang lebar untuk masuknya makanan, neres externa mempunyai peranan
dalam pernafasan. Sepasang organ visu(mata) yang bulat. Di belakang mata
terdapat membran tympani untuk menerima getaran suara. Pada akhir tubuh
terdapat anus yang berfungsi sebagaipintu pelepas feces, urine dan sel kelamin
(Jasin,1992).
TAXONOMI
Klasifikasi
amphibia maju
Amphibia maju dapat dibagi menjadi empat
ordo, Apoda, Trachystomata,Caudata, dan Anura
1.
Ordo Apoda
Tubuh
berbentuk panjang,gilig, lansing seperti cacing. Tidak mempunyai tungkai maupun
gelang panggul, mata praktis buta. Kulit beralur-alur transversal sehingga seakan-akan kulit itu berkerut.
Bersisik kecil menempel di dalam alur-alur kulit. Hewan jantan memiliki alat
kelamin luar. Tengkorak padat, dan merupakan modifikassi yang sesuai dengan
kehidupan di dalam saluran-saluran tanah. Tidak ada fosil Aapoda yang pernah
ditemukan sehingga diduga moyangnya adalh Lysorophus. Ordo ini mencakup satu
familia Cacillidea dengan contoh spesies Ichthyophhis
glutinosa
2.
Ordo Trachystomata
Ordo
ini mencakup dua genus yang maju yaitu Siren dan Pseudobranchis dan sejumlah
anggota yang telah punah pada jaman kerta. Anggota Trachystomata umunya
diklasifikasikan bersama dengan anggota Caudata, tetapi sebenarnya menunjukkan
perbedaan yang jelas dengan Salamander,
terutama struktur veretbranya yang menyerupai aistopoda dan neetridia. Bentuk
tubuhnya seperti sidat pada vertebra ekor arcus-arcusnya melebar, tungkai
belakang tidak ada, tungkai depan sangat kecil. Pada fosil-fosil Trachystomata
tidak dijumpai adanya tungkai. Hal ini mungkin disebabkan karena gelang bahu
terpisah dan sisa-sisa tubuh pada waktu hewan mati.
3.
Ordo Caudata
Ordo
ini memiliki ciri-ciri tubuh dapat dibedakanatas kepala, badan ekor dan
tingkai. Kulit tidak bersisik. Hewan ini bergigi pada kedua rahangnya. Larva
mirip dengan hewan dewasa. Metamorphosis ditandai dengan munculnya tungkai
belakang, berkembangnya paru-paru,terabsorbsinya insang luar, menutupnya celah
insang.
Caudata
mencakup 7 familia, yaitu:
a.
Familia protoidea
Tungkai kecil dan lemah, ekor mempunyai
sirip dorsal dan sirip ventral, alat pernapassan larva berupa tiga pasang
insang luar dengan tiga pasang celah insang. salah satu contohnya adalah Necturus
b.
Familia Amphimudae
Bentuknya seperti sidat, ukuran tubuhnya
besar, pada yang dewasa terdapat satu celah insang, bernapas dengan paru-paru.
Contohnya: Amphiuma
c.
Familia Cryptobranchoidae
Kepalanya pipih dan lebar, ekor pipih
bilateral, kulit tampak berlipat-lipat yang memanjang pada sisi lateral tubuh.
Contoh : Cryptobranchus alleganiensis
d.
Familia salamandridae
Anggota ini memiliki tiga fase kehidupan:
larva, eft, newt. Contoh :Notophthalmus
e.
Familia Ambystomatidae
Anggota kelompok ini bersifat terresterial.
Beberapa spesies mempertahankan insang luar dan tetap tinggal didalam air .
contoh : Ambystoma
f.
Familia plethodontidae
Anggota kelompok ini ada yang akuatik dan
ada yang teresterial. Hewan dewasa kehilangan paru-paru dan insang pernapasan
dilakukan oleh kulit yang basah dan lembab. Contoh : Plethodon
g.
Familia Sirenidae
Anggota kelompok ini tidak mempunyai tungkai
belakang, hidup dirawa-rawa. Contoh : Pseudobranchus
4.
Ordo Aanura
Anggota
ini memiliki ciri-ciri tubuh yaitu: tubuh pendek lebar dan kaku, kepala dan badan bersatu,
tanpa leher dan ekor, tungkai depan lebih kecil daripada tungkai belakang
(Munaf,2006).
Sebagian
besar amphibia berekor modern memiliki empat tungkai relatif lemah tidak cocok
untuk berjalan cepat di tanah..Umumnya kaki depan memiliki 4 kari dan belakang
5 jari, tetapi pada beberapaspesies terjadi pengurangan.
Secara
umu katak dan kodok, jumlah jari tungkai depan biasanya 4 buah, tungkai
belakang memanjang dan biasanya untuk melompat. Kebanyakan katak dan kodok
memiliki 5 jari pada tungkai belakang ini dan jari tambahan yang diketahui
sebagaiprehaluk pada sisi ventral kaki. Prehaluk ini pada spedefoot (katak penggal;i tanah)berupa tulang-tulang tajam yang
digunakan untuk menggali, untuk bersembunyi di dalam tanah. Beberapa katak
jenis arboreal mempunyai jari lebih besar dan adesive. Meskipun ada sejumlah
amphibia bertanduk, tetapi jarang ditemukan jari-jarinya tumbuh kuku
kecualikatak di Afrika dan salamander yanh hidup di pegunungan (Sukiya,2001).
Amfibi
sebagai contohnya adlah katak memounyai saluran pencernaan yang terdiri atas
mulut, kerongkongan,lambung,usus halus, usus besar, da kloaka.
Seperti
pada kadal, katak pun mempunyai gigi, tetapi gigi pada katak hanya terdapat
pada rahang atas. Selain itu katak mempunyai gigi kerucut yang terdapat pada
langit-langit dan berfungsi untuk mencengkeram mangsanya. Katak mempunyai lidah
yang ujungnya bercabang dua dan berfungsi untuk menangkap mangsa. Setelah
makanan masuk ke dalam mulut, kemudian ditelan melewati kerongkongan yang
pendek masuk ke dalam lambung. Untuk membantu menelan makanan , makanan
tersebut dicampur dengan ludah yang di hasilkan oleh kelenjar ludah. Pencernaan
makanan berlangsung di dalam lambung. Katak mempunyai kelenjar pencernaan yaitu
hati dan pankreas. Sisa-sisa makanan dikeluarkan melalui kloaka (Rustaman,1995).
CLASS REPTILIA
Hewan pertama yang benar merupakan
hewan daratan adalah reptil. Mereka berkembang dari amphibia dalam zaman
carbon. Denga datangnya zaman permium, mereka lebih mampu mengatasi keadaan
baru dari amphubia. Kelebihan utama
reptil yang paling awal terhadap amphibia adalah perkembangan telur yang
bercangkang dan berisi kuning telur yang dapat di letakkan di tanah tanpa
kemungkinan menjadi kering.
Cangkang yang kedap kering dan kedap
sperma dan dengan demikian perkembangan telur yang bercangkang terjadi
bersamaan dengan fertilisasi internal (kimbal,1991).
Penyebaran reptil utama pertama kali
terjadi pada awal pada masa premium. Yaitu masa akhir peleizoikum dan menjadi
dua cangkang evolusi utama.
a.
Sinapsida
Cabang tersebut
meliputi beraneka ragam reptil yang mirip mamalia. Yang di sebut terpsida,
termasuk organisme yang kemungkinan merupakan leluhur mereka.
b.
Sauropsida
Cabang tersebut
menghasilkan semua amniota modern kecuali mamalia. Sauropsida terbagi menjadi
dua cabang relatif awal dalam sejarahnya
1)
Anapsida
Contoh : kura_kura
2)
Diapsida
Contoh : kadal ,
ular, dan buaya ( campbell,2002).
Reptilia menunjukkan kemajuan di bandingkan dengan amphibia,yaitu:
1)
Punya penutup tubuh yang kering
2)
Ekstremitas cocok untuk alat gerak
3)
Proses penulangan sempurna
4)
Telur sesuai pertumbuhan di darat, mempunyai membran dan
congkak guna melindungi
embrio (sukiya,2001).
Klasifikasi Reptil masa kini:
A.
Ordo Testudinata
1)
Reptil yang biasa di sebut dengan kura_ kura
2)
Tubuh bulat, pipih dan relatif besar
3)
Theca di bedakan menjadi dua, yaitu dasar yang di sebut
dengan carapace, dan pada bagian
ventral di sebu plastran
4)
Tidak punya gigi, tetapi pada rahang berkulit tandung
5)
Contoh : Chelonia mydas
B.
Ordo Rhnchocephalia
1)
Merupakan kelompok reptil yang primitif
2)
Bentuk serupa kadal
3)
Tengkorak bersifat diakit
4)
Celah kloka melintng
5)
Di atas kepala terdapat mata pariental dengan lenza dan
retina
6)
Contoh : Sphnedon
punctatum (tuatara)
C.
Ordo squamata
1)
Tubuhnya tertutup oleh sisik atau perisai dari bahan tanduk
2)
Sisik ada yang halus dan ada yang kasar
3)
Bagi golongan tertentu , seluruh tubuhnya tertutup oleh sisik
yang serupa tetapi bagi golongan
yang lain sisik-sisi di darah kepala berbeda dengan sisik-sisik pada bagian tubuh lain. Yaitu berbentuk perisai
pada sisi dorsal kepala.
Ordo ini dibedakan atas 2 sub ordo:
Sauria dan Ophidia
a.
Sub ordo Sauria(Lacertilia)
Tubuh dapat dibedakan : kepala, badab, tungkai dan ekor. Mempunyai galang
bahu dan gelang panggul. Mempunyai kelopak mata yang dapat bergerak. Lidah yang
pendek, dan tebal, dan satu pasang lunang telinga. Waktu mengelupas epidermis
terlepas sedikit demi sedikit. Beberapa contoh dari sub ordo ini adlah: Varanus salvator dan Maboya multifasciata.
b.
Sub ordo Ophidia(Serpentes)
Meliputi reptil yang
tertutup oleh sisik-sisisk atau dan perisai, yang pada sisi ventral tubuhnya
sisik-sisik itu umumnya lebih besar dan tersusun dalam satu deret. Kelopak mata
tidak dapat bergerak dan membentuk suatu tutup yNg terang terus. Tidak terdapat
tungkai dan lubang telinga.
Mula-mula
klasifikasi ular berdasarkan struktur dan susunan gigi-giginya. Berdasarkan itu
ular dapat dibedakan atas empat kelompok
Aglypha: meliputi golongan ular yang gigi-gignya tidak beralur.
Ular-ular dari golongan ini tidak berbisa.
Opisthoglipha:meliputi jenis-jenis ular yang mempunyai gigi-gigi
bisa yang terletak di bagian belakang rahang atas dan gigi-gigi bisa itu
beralur.
Proteroglypha: meliputi jenis-jenis ular berbisa yang gigi-giginya
beralur pada sisi depan dan gigi-gigi itu melekat tegak pada bagian depan
rahang atas.
Solenoglypha: meliputi jenis-jenis ular berbisa yang gigi-gigi
bisanya panjang dan mempunyai saluran di dalamnya. Gigi-gigi melekat pada
rahang atas yang kecil dan dapat dilipat ke kaudal.
Subordo ini mencakup
sepuluh familia. Beberapa diantaranya ialah: famila
Typhloidae dengan contoh
spesies Typhlops braminus (ular
kisi), familia Boidae dengan contoh
spesies Python reticulatus (ular sanca), familia Colubridae dengan contoh
spesies Natrix piscator (ular air), familia
Elapidae dengan contoh spesies Naja naja (kobra), familia
Hydrophiidae dengan contoh spesies Pelamis
platurus (ular laut), familia Crotalidae dengan contoh spesies Aghistrodon rhodostoma (ular tanah)
D.
Ordo Crocodilia (Loricata)
Anggota kelompok ini meliputi hewan-hewsan reptil yang
besar dan kuat, panjangnya dapat mencapaisembilan meter. Kulit tebal, liat dan
mengandung kepingan-kepingan dari bahan tulang tersusun dalam deretan-deretan. Kepala kuat dan keras,
dilengkap[i oleh gigi-gigi tajam yang kuat. Gigi itu gunanmya untuk memegang
mangsanya tetapi tidak untuk mengunyah. Mata kecil terletak di bagian yang
menonjol ke arah dorso lateral. Sehingga tidak terkena air pada waktu hewan
mengapung. Ekor panjang, besar, kuat, makin ke ujung makin bilateral. Gunanya
sebagai senjata untuk memukul mangsanya dengan dikibaskan kuat-kuat, selain itu
juga sebagai alat penggerak pada waktu berenang. Hewan-hewan dalam ordo ini
bersifat ovipar.
Ordo Crocodilia mencakup tiga familia: familia Gavialidae dengan contoh spesies Gavialis gangeticus, familia Crocodilidae dengan contoh spesies Crocodilus porosus, dan familia Aligatoridae dengan contoh spesies Aligator missisipiensis (Munaf,2006).
CLASSIS
AVES
Bulu merupakan tanda
karakteristik bahwa hewan yang bersangkutan termasuk burung. Beberapa jenis
burung dapat diidentifikasi melalui selembar bulunya. Jenis burung yang memang
memerlukan bulu untuk adaptasi dengan cara hidupnya, oleh karena itu bulu
mempunyai beberapa peranan penting, antara lain : untuk isolasi panas, untuk
terbang, untuk penonjolan jenis kelamin. Bulu pada prinsipnya terjadi dari
epidermis dengan bantuan dermis. Tanpa adanya aktivitas dermis membentuk
papilla ermalis bulu juga tidak akan terbentuk. Jadi pangkal bulu dibentuk oleh
dermis sedang sisanya oleh epidermis. Sebagian besar mamalia memiliki rambut.
Selama perkembangan embrio dalam tubuh ibu, seluruh tubuh tertutup oleh
rambut-rambur halus kecuali bagian ventral, tangan dan kaki. Rambut-rambut
dalam keadaan embrio ini biasanyadisebut rambut lanugo. Rambut lanugo ini tidak
kekal dan biasanya rontok beberapa kali sebelum lahir. Rambut pada embrio
manusia berkembang terus sampai buln ketujuh. Perontokan (pengguguran) dimulai
pada bulan ke 8 dan berakhir pada waktu akan lahir, kecuali pada kulit kepala,
alis mata dan tepi mata. Bila rontok (gugur) akan selalu diganti dengan yang
baru. Berbeda dengan bulu, dimana bulu terbentuk dibentuk dari aktifitas
papilla dermalis yang mendesak epidermis, maka rambut terbentuk dari invaginasi
( penonjolan kearah dalam) epidermis menuju ke dermis untuk membentuk folikel
rambut dari mana rambut kemudian akan tumbuh(Suntoro,1994).
Kelompok reptilian kedua yang mengudara
mengembangkan suatu modifikasi yang tidak terdapat pada pterosaurus, yaitu
bulu. Pertumbuhan bulu ini member permukaan bagi sayap yang luas, ringan,
tetapi kuat. Bulu ini juga memberikan insulasi (penutup hangat) bagi tubuh,
sehingga membuatnya menjadi kecilnamun dapat mempertahankan suhu tubuh yang
relative tinggi dan tetap meskipun di daerah beriklim dingin. Mereka ini adalah
burung pertama.
Struktur dan fisiologi burung
diadaptasikan dalam berbagai cara untuk penerbangan yang efisien. Yang paling
utama di antara semua ini tentu saja adalah sayap. Meskipun sekarang sayap itu
memungkinkan burung terbang jarak jauh untuk mencari makanan yang cocok dan
berlimpah, mungkin saja sayap itu dahulu timbul sebagai adaptasi yang membantu
mereka meloloskan diri dari pemangsa. Adapun burung- burung tak bersayap di
Antartika, Selandia Baru dan daerah lain yang jarang ada pemangsanya
membuktikan hal ini
Burung yang efisien, seperti kapal terbang
yang efisien, harus ringan dan kuat. Keringanan dicapai dengan bulu, tulang-
tulang yang berongga dengan gonad tunggal (pada betina) yang membesar dan aktif
hanya selama musim kawin. Hilangnya gigi mengurangi berat kepala. Fungsi gigi
ini dilaksanakan oleh empedal, yang terletak di dekat titik berat(Kimball,1999).
Klasifikasi Classis Aves
1.
Subclassis Achaeornithes (burung bengkarung)
a.
Burung- burung bergigi.
b.
telah punah.
c.
Hidup dalam periode jurassik.
d.
Metacarpal terpisah.
e.
Vertebra caudal masing-masing dengan bulu-bulu berpasangan
Contoh:
Archaeopterygiformes, Archaeopteryx sp
2.
Subclassis Neornithes
a.
Ada yang telah punah
b.
Bergigi atau tidak bergigi
c.
Metacarpal bersatu
d.
Vertebra caudal tidak ada yang mempunyai bulu berpasangan
e.
Kebanyakan mempunyai pigostil
f.
Sternum ada yang berlunas, ada pula yang rata
A.
Odontognathae
Contoh: Hesperornis dan Ichthyornis
B.
Palaeognathae
a.
Burung berjalan atau sedikit saja terbang
b.
Tulang sternum tidak berlunas
c.
Semua dengan tulang vomer yang membentuk jembatan pada tulang langit- langit
d.
Tidak ada gigi
e.
Vertebra caudal bebas
f.
Tulang korakoid dan scapula kecil
a)
Ordo Struthioniformis
a.
Hidup bergerombolan
b.
Omnivora
c.
Seekor jantan mempunyai 4-5 betina
d.
Ukuran tubuh besar
e.
Kepala, leher dan tungkai berbulu tipis
f.
Kepala kecil, leher panjang dan teratur
g.
Paruh pendek dan besar
h.
Bulu tidak bercabang
i.
Kaki berjari-jari dua
j.
Tulang dada tanpa lunas
k.
Terdapat simfisis pubis
l.
Tanpa pygostyle
Contoh: Struthio camelus (burung unta)
b)
Ordo Rheiformes
a.
Tidak dapat terbang
b.
Tidak berlunas
c.
Dapat berlari cepat
d.
Kepala, leher dan paha berbulu
e.
Bulu tak bercabang
f.
Sayap cukup besar
g.
Kaki berjari tiga dengan cakar yang kuat
Contoh: Rhea
Americana
c)
Ordo Casuariiformes
a.
Tidak dapat terbang
b.
Tidak berlunas
c.
Sayap kecil
d.
Ukuran tubuhnya besar
e.
Kepala berbulu tipis, leher dan badab berbulu tebal
f.
Bulu bercabang hampir sama panjang dengan induknya
g.
Kaki berjari tiga, satu diantaranya bercakar runcing
Contoh: Familia Casuariidae,
Contoh
Species: Casuariius casuariius (kasuari)
d)
Ordo Dinornithiformes
a.
Tidak berlunas
b.
Sayap tereduksi atau hilang
c.
Tinggi hampir 3 m
d.
Telah punah
Contoh: Dinornis
sp
e)
Ordo Aepyornithiformes
a.
Telah punah
b.
Tulang sternum lebar, pendek
c.
Tinggi 3 m lebih
Contoh: Aepyornis sp (burung gajah)
f)
Ordo Apterygiformes
a.
Bulu-bulu panjang seperti rambut, tak bercabang
b.
Sayap kecil
c.
Paruh panjang, langsing, pada ujungnya terdapat lubang hidung
d.
Mata kecil
e.
Leher dan tungkai relatif pendek
f.
Jari-jari kaki belakang empat
g.
Tulang dada tanpa lunas
h.
Telurnya paling besardi antara burung-burung yang masih hidup
i.
Hidup di permukaan tanah, nocturnal
j.
Makannya cacing atau serangga
Contoh:
Apteryx australis (burung kiwi)
g)
Ordo Tinamiformes
a.
Sayapnya kecil bulat
b.
Tulang dada berlunas
c.
Bulu ekor dan pygosyle menyusui
d.
Telur mengkilat
e.
Pemakan tumbuhan
f.
Burung-burung kecil, teresterial, tak pandai terbang
Contoh:
Familia Tinamidae contoh
Species Eudromia elegans
C.
Impennes
a.
Sayap digunakan untuk berenang
b.
Tidak dapat terbang
c.
Metatarsus bersatu, tetapt tidak sempurna
d.
Empat buah jari terarah kemuka
e.
Jari-jari dengan selaput kulit
f.
Bulu kecil-kecil menutup seluruh tubuh
g.
Dapat dengan cepat menyelam
h.
Di bawah kulit terdapat lapoisan lemak yang tebal
a)
Ordo Sphenisciformes
a.
Tinggi 1 m lebih
b.
Burung air tak dapat terbang
c.
Bulu-bulu kecil seperti sisik menutup seluruh tubuh
d.
Sayap berbentuk seperti dayung, berguna untuk terbang di dalam air
e.
Kaki berjari empat menghadap ke depan dan berselaput
f.
Tulang-tulang berbentuk pipih
g.
Di bawah kulit terdapat lapisan lemak yang tebal
Contoh:
Familia Spheniscidae contoh Species Aptenodytes forsteri
D.
Neognathae
a.
Berlunas
b.
Metatarsus bersatu
c.
Vomer kecil dan tidak membentuk jembatan pada langit-langit
a)
Ordo Gaviiformes
a.
Tungkai pendek, terletak di bagian belakang tubuh
b.
Ekor terdiri atas 18 – 20 lembar bulu yang kaku
c.
Jari-jari berselaput renang
d.
Patella (tempurung lutut) kecil
e.
Pandai terbang
f.
Makan ikan
Contoh: Familia Gaviidae contoh Species Gavia
immer
b) Ordo Podicipediformes
a.
Hidup di air tawar, pandai menyelam
b.
Tungkai terletak jauh di bagian belakang tubuh
c.
Kaki berlebus
d.
Ekor pendek
e.
Tempurung lutut besar
f.
Tarsus pipih
g.
Ekor berbulu kapas
Contoh: Familia Podicipedidae contoh Species Podiceps cristalis
c) Ordo Procellariiformes
a.
Lubang hidung berbentuk buluh
b.
Paruh tertutup oleh beberapa kepingan bahan tanduk
c.
Di dalam kepala terdapat kelenjar garam
d.
Jari-jari belakang sangat mereduksi atau menghilang sama sekali
e.
Bulu-bulu tersusun padat dan tampak berminyak
f.
Sayap panjang dan sempit
g.
Hidup dilautan
Contoh: Familia Diomedeldae
contoh Species Diomedea nigripes dan
Familia Hydiobatidae contoh
Species Hydiobales pelangicus
d) Ordo Pelecaniformes
a.
Lubang hidung sangat mereduksi atau tak ada sama sekali
b.
Mempunyai kantung leher
c.
Kaki berjari empat dan berselaput
d.
Paruh panjang dapat membuka lebar untuk menangkap dan menelan ikan
e.
Hidup berkoloni
f.
Warna putih
Contoh: Familia Pelecanidae contoh Species Pelecanus
conspicillaris, Familia Anhingidae
contoh Species Anhinga anhinga,
dan Familia Phalacrocoracidae
contoh Species Phalocrocorax carbo
e)
Ordo Ciconiiformes
a.
Leher dan tungkai panjang
b.
Paruh besar lurus atau berombak tajam
c.
Jari-jari tanpa selaput
d.
Bulu-bulu dekoratif
e.
Burung yang baru menetas tidak berbulu
f.
Makanannya ikan dan hewan air lainnya
Contoh: Familia Ardeidae contoh Species Ardea herodrias, Familia Ciconiidae
contoh Species Leptoptilos javanicus
(bangau)
f)
Ordo Anseriformes
a.
Paruh lebar tertutup oleh lapisan bahan tanduk yang lunak
b.
Tepi paruh berlamela transversal
c.
Lidah berdaging
d.
Tungkai pendek, jari-jari berselaput
e.
Ekor umumnya pendek, tersusun atas banyak bulu
f.
Hewan muda bebulu kapas
Contoh: Familia Anhimidae contoh Species Anhima
cornuta dan Familia Anatidae
contoh Species Anas platyrynchos
g)
Ordo Falconiformes
a.
Paruh pendek, ujngnya melengkung dan runcing, tepi-tepinya tajam
b.
Jari-jari kaki tajam melengkung sesuai untuk mencengkram mangsanya
c.
Sayap kuat, terbang cepat
d.
Aktif pada waktu siang
Contoh: Familia Falconidae contoh Species Falco peregrinus
dan Familia Accipitridae contoh
Species Haliaster Indus.
h)
Ordo Galiiformes
a.
Terbangnya pendek-pendek
b.
Paruh pendek
c.
Bulu dengan cabang bulu
d.
Kaki digunakan untuk berlari dan mengais
e.
Pemakan biji-biji, rerumputan
Contoh: Familia Megapodidae contoh
Species Megapodius sp dan Familia Phasianidae contoh Species Pavo mulicus (merak)
i)
Ordo Gruiformes
a.
Ada yang tak pandai terbang, ada yang pandai terbang
b.
Bulu-bulu bercabang
c.
Tungkai panjang
d.
Paruh besar
e.
Hidup di rawa-rawa
Contoh: Familia Turnicidae contoh Species Turnix suscicator (puyuh) dan Familia Raillidae contoh Species Porphyrula
martinica
j)
Ordo Charadriiformes
a.
Sayap dan tungkai panjang dan ramping
b.
Jari-jari berselaput
c.
Paruh berbentuk buluh, sebagai alat penyedot
d.
Bulu-bulu tebal, tersusun rapat
Contoh: Familia Jacanidae contoh
Species Hydrophasianus chirurgus,
Familia Burhinidae contoh
Species Numenius americanus dan
Familia Laridae contoh Species Larus marinus
k)
Ordo Columbiformes
a.
Paruh dan langsing
b.
Tarsus biasanya lebih pendek dari pada jari-jari
c.
Kulit tebal dan halus
d.
Tembolok besar dan menghasilkan cairan susu
Contoh: Familia Pteroclidae
contoh Species Pterocles alchata,
Familia Raphidae contoh Species
Raphus cuculatus dan Familia Columbidae contoh Species Streptopelia bitorquata
l)
Ordo Psittaciformes
a.
Bulu-bulu berwarna hijau, biru, kuning, atau hijau
b.
Paruh pendek, sempit, tepinya tajam, ujungnya berbait
c.
Paruh bagian atas bersendi dengan tengkorak sehingga dapat bergerak
d.
Kaki bertipe zygodactylus (dua jari ke depan dua jari ke belakang)
e.
Jari terluar tidak reversibel (tidak dapat dibalikkan ke depan)
f.
Mandibula dapat bergerak bebas dari tulang kepala
g.
Suara keras
Contoh: Familia Psittacidae
contoh Species Psittacula alexandrii,
Cacatua galerita, Probosciger aterrimus
m)
Ordo Cucuiformes
a.
Dua buah jari kaki ke depan, dua buah yang lain ke belakang, jari terluar
dapat dibalikkan ke depan
b.
Kaki tidak sesuai untuk mencengkram
c.
Ekor panjang
d.
Paruh sedang
e.
Bersifat parasit
Contoh: Familia Musophagidae contoh
Species Tauroco sp, Familia Cuculidae contoh Species Centropus bengalensis
n)
Ordo Satrigiformes
a.
Kepala besar dan bulat
b.
Mata besar menghadap ke depan, dikelilingi oleh bulu-bulu yang tersusun radial
c.
Lubang telinga lebar, seringkali tertutup olh lipatan kulit
d.
Paruh pendek
e.
Jari kaki mempunyai cakar yang tajam sesuai dengan fungsinya untuk mencengkram
f.
Aktif di waktu malam (nocturnal), predator
Contoh: Familia Tytonidae
contoh Species Tyto alba, Familia Strigidae contoh Species Bubo virginianus
o)
Ordo Caprimulgiformes
a.
Paruh kecil dan bulat
b.
Mulut lebar, tepi paruh bagian atas tertutup
oleh bulu-bulu peraba yang bentuknya
seperti rambut-rambut kaki
c.
Bulu-bulu halus
d.
Kaki kecil dan lunak
e.
Nocturnal, insectivor
f.
Kepala besar, mata besar
g.
Lubang telinga besar kadang-kadang mempunyai
lembaran penutup
Contoh: Familia Caprinulgidae contoh Species Caprinulgus vociferus, dan
Familia Podargidae contoh Species Podargus sp.
p) Ordo Apodiformes
a.
Tubuh kecil
b.
Tungkai sangat kecil
c.
Sayap runcing
d.
Paruh kecil dan lunak
Contoh:
Familia Apodidae contoh Species Collocalia esculanta, dan Familia Trochilidae contoh Species Colibri coruscans
q) Ordo Coliiformes
a.
Kaki bertipe paserin (tiga jari ke depan, satu
jari ke belakang)
b.
Jari ke-1 dan ke-4 reversibel
c.
Ekor sangat panjang
d.
Pemakan serangga dan buah
Contoh:
Familia Collidae contoh Species Colius macrourus
r) Ordo Trogoniformes
a.
Paruh pendek dan bahu dengan rambut-rambut
bahu pada pangkalnya
b.
Kaki kecil dan lunak
c.
Bulu-bulu berwarna cerah, seringkali berwarna
hijau
Contoh:
Familia Trogonidae contoh Species Trogon viridis
s) Ordo Coraciiformes
a.
Paruh kuat
b.
Jari-jari ke-3 dan ke-4 bersatu pada bagian
pangkul
c.
Pemakan kupu-kupu kecil, lebah, kumbang
Contoh:
Familia Alcedinidae contoh Species Halcyon chloris, dan Familia Bucerotidae contoh Species Buceros
sp
t) Ordo Piciformes
b.
Bulu ekor kaku, ujungnya runcing
c.
Lidah dengan ujung yang kasar atau dilengkapi
dengan bayangan seperti bulu lidah dapat dijulurkan
d.
Membuat lubang dalam batang
Contoh:
Familia Capitonidae contoh Species Megalaima corvina, Familia Ramphasidae contoh Species Rhamphastor
sulfuratus, dan Familia Picidae contoh Species Dinopium javanense
u) Ordo Passeriformes
a.
Kaki berjari empat, tiga ke depan, satu ke
belakang
b.
Paruh sesuai untuk memotong
c.
Banyak yang pandai bernyanyi karena mempunyai
pita suara
d.
Telur berwarna-warni
e.
Pemakan insecta dan biji-bijian
Contoh: Familia Hirundinidae contoh Species Hirundo rustica, Familia Diccuridae contoh Species Dicrurus
macrocercus, dan Familia Oriolidae contoh Species Oriolus chinensis.(Munaf, 2006)
CLAS MAMMALIA
Morfologi dan Anatomi
Mammalia adalah
kelompok hewan yang menduduki tempat tertinggi di dalam sejarah perkembangan
hewan serta merupakan Vertebrata yang benar-benar paling sesuai dengan
kehidupan di darat. Semua mammalia berambut meskipun pada kelompok-kelompok
tertentu rambut-rambut itu hanya tumbuh di bagian tubuh tertentu. Mammalia
dapat mempertahankan suhu tubuhnya relatif tetap sehingga disebut berdarah
panas. Mammalia mempunyai kelenjar susu (mammae)
yang menghasilkan cairan sebagai bahan makanan bagi anak-anaknya. Kebiasaan
memelihara anak sangat berkembang pada mammalia dan mencapai puncaknya pada
manusia. Beraneka ragam mammalia menempati habitat yang berbeda mulai dari
daerah kutub sampai ke Katulistiwa, mulai dari laut sampai ke hutan-hutan dan
padang pasir. Banyak di antaranya yang aktif diwaktu malam(nocturnal) sehingga hampir tidak pernah terlihat dalam kehidupan
sehari-hari(Munaf,2006)
Morfologi kasar dari
usus mamalia sangat berbeda-beda dan sesuai dengan makanan dan sistematiknya
hanya dalam yang umum-umum saja. Usus dapat saja pendek, antara 2-6 kali
panjang tubuh (banyak insektivora dan carnivora) atau sepanjang-panjangnya sampai 20-25 kali
panjang tubuh (beberapa Artiodactyla dan Mamalia marin). Belokan duodenum
umumnya ada, tetapi terikatnya kurang kuat daripada di dalam burung. Saekum dan
usus yang berbatasan dengannya dalam beberapa (Rodentia dan lemur membentuk gulungan
spiral yang kuat, dan) Rodentia, Lemur, dan mamalia lainnya tertentu membentuk
spiral yang kuat (Djuhanda,1974)
Klasifikasi Mammalia
Subclass I. Prototheria
Ordo I. Monotremata.
Platypus, Echidna
Subclass II. Theria
Infraclass I. Metatheria
Ordo I.
Marsupialia. Opossums, Kangguru
Infraclass II. Eutheria
Ordo I.
Insektivora. Moles, shrew
Ordo
II. Dermoptera. Flying lemur
Ordo
III. Chiroptera. Bats
Ordo IV. Primata
Subordo
I. Lemuroidea. Lemurs
Subordo
II.Tarsioidea. Tarsiers
Subordo
III. Anthropoidea. Monkey, Man
Ordo V. Edentata.
Sloths, South American anteaters
Ordo VI. Pholidata.
Scaly anteaters
Ordo VII. Rodentia.
Rats,mice,squirrels
Ordo VIII.
Lagomorpha. Kelinci, hares, pikas
Ordo IX. Carnivora.
Anjing, kucing, seals, walruses
Ordo X. Cetaceae.
Whales, Porpoises
Ordo XI.
Tubulidentata. Aardvark
Ordo XII.
Proboscidae. Gajah
Ordo XIII.
Hyracoidea. Conies
Ordo XIV. Sirenia.
Manatees, Dugong
Ordo XV.
Perrissodactyla. Kuda, Zebra
Ordo XVI.
Artiodactyla. Cattle, deer, sheep(Weichert,1959)
Classis Mammalia dibedakan atas dua subclass Prototheria danThheria:
1. Subclassis prototheria
Mempunyai ciri-ciri
yaitu tidak punya daun telinga, hewan muda bergigi hewan dewasa berparuh,
mempunyai kloaka, kelenjar susu tanpa puting, testes abdominal(terletak di
dalam rongga abdomen, tidak turun ke dalam kantung buah zakar), bersifat
ovipar.
Subclassis ini hanya
mencakup satu ordo Monotremata dengan dua contoh spesies: Ornithorhychus dan Echidna.
2. Subclassis Theria
Mempunyai ciri-ciri
yaitu umumnya mempunyai daun telinga, gigi-gigi terdapat baik pada hewan muda
maupun hewan dewasa , tanpa kloaka, kelenjar susu tanpa kloaka, kelenjar susu
dengan puting, testes umumnya terletak di dalam kantung buah zakar, bersifat
vivipar.
Subclassis ini dibedakan
atas dua infraclassis yaitu: Infraclassis Metatheria dan Infraclassis Eutheria.
a. Infraclassis Metatheria
Anggota dari
infraclassis ini memiliki ciri khas yaitu hewan betina mempunyai kantung di
bawah perut, kelenjar susu terdapat di dalam kantun, embrio tanpa plasenta,
anak yang dilahirkan prematur. Infraclassis ini hanya mencakup satu ordo
Marsupialia, contoh Macropus(kangguru).
b. Infraclassis Eutheria
anggota dari
infraclassis ini memiliki ciri khas yaitu tanpa kantung (marsupium), tanpa kloaka,
testes terletak di dalam kantung buah zakar, embrio dengan plasenta, anak yang
dilahirkan sudah berkembang lebih jauh (Munaf,2006).
Infraclassis ini mencakup beberapa ordo, yaitu:
1)
Ordo Insektivora
Insektivora
merupakan mamalia kecil yang mirip tikus, tetapi berbeda dalam banyak rincian
anatomi dan perilakunya. Mereka mewakili satu kelompok mamalia yang sangat
kuno, dan mungkin tidak berbeda jauh dari penamilan mamalia asli. Moncong
insektivora relatif lebih panjang dan lebih runcing dengan sederetan gigi yang
tidak terlalu berbeda satu dengan yang lainnya, masing-masing dipersenjatai
dengan sejumlah taring yang tajam. Sementara pada gigi depan tikus memiliki
pinggir tajam seperti pahat dan terpisah dari pipi yang relatif lebar oleh
celah yang lebar. Kaki depan dari insektivor masin-masing memiliki lima jari
panjang dengan cakar-cakar yang tajam, sedangkan pada Rodentia jari bagian
dalam dari setiap kaki depan berukuran pendek dengan kuku yang tumpul, bukan
cakar yang tajam
Familia ERINACEIDAE
Di kalimantan famili ini diwakili oleh 2 jenis, yaitu tikus bulan dan
tikus babi. Bersifat nokturnal dan terestrial. Pada siang hari tinggal di
dalam lubang-lubang.
Penyebaran: Thailand dan Malaysia, Sumatera, Kalimantan
Familia SORICIDAE
Tikus celurut, terhitung juga sebagai binatang yang menyusui yang
terkecil kemudian binatang lainnya adalah kelelawar.
2)
Ordo Scandentia
Famili TUPAIDAE
Anggota ordo ini sangat mirip dengan tupai tetapi
berbeda dalam banyak rincian anatomi dan perilakunya. Mereka memiliki moncong yang
sangat panjang dan runcing dengan jumlah gigi 38.
3)
Ordo DERMOPTERA
Famili CYNOCEPHALIDAE
Hanya ada dua jenis dalam ordo ini, salah satunya diketahui dari
Phillipina dan yang lainnya dikenal dari Kalimantan dan tempat-tempat lain di
Asia tenggara
Penyebaran: India
bagian timur laut, Asia tenggara, Sumatera, jawa, Phillipina bagian selatan,
dan di Kalimantan.
4)
Ordo CHIROPTERA
Kelelawar adalah
golongan mamalia yang paling besar yang hidup di dalam hutan tropis. Di
Kalimantan kelelawar membentuk lebih dari sepertiga dari fauna mamalia. Jenis
kelelawar tidak begitu banyak dipelajari di pulau ini, ada kemungkinan bahwa
lebih banyak jenis masih ditemukan.
Familia Pteropodidae
Kelelawar buah
mempunyai mata yang besar dan tampak, karena mereka tidak mempunyai lokasi
gema, tergantung pada penglihatan dan bau untuk menemukan jalannya. Telinga
relatif kecil dan hanya dengan suatu batas yang betul-betul tidak pecah. Gigi
sederhana agak mernyusut karena hanya
makan nektar dan buah.
Familia
Megadermatidae
Berukuran sedang
sampai besardengan telinga yang bulat besar bersatu melintang di ujung kepala,
dan daun hidung tegak berukuran besar.
Familia Nycteridae
Kelelawar berukuran
besar sedang dengan telinga bulat sanggat besar yang tidak bertemu melintang di
ujung kepala.
Familia
Rhinolophidae
Termasuk kelelawar
kecil sampai berukuran sedang dengan daun hidung yang lebih detail. Bagian
bulat dan berbentuk sepatu kuda yang besar.
Familia
Hipposideridae
Beragam dalam ukuran
dari agak kecil sampai ke cukup besar. Hidung dengan daun hidung pertama bulat
dan agak berbentuk seperti kuda. Daun tengah berbentuk seperti bantal,
rendah yang membesar kesisi tanpa sella.
Familia
Vesperhlionidae
Keluarga kelelawar
yang terbesar paling beragam dan paling tersebar. Hidung tanpa daun hidung.
Telinga kecil sampai besar dengan tragus yang berkembang dengan baik. Ekor
panjang, keseluruhannya tertutup dalam selaput intermoral.
Familia Molossidae
Kelelawar berukuran
kecil, sedang sampai besar dikenal dari buntutnya yang tebal (gemuk) yang
menonjol lebih dari separuh panjangnya dari selaput intermoral. Moncong tanpa
daun hidung dan berproyeksi di luar rahang bawah, dengan telinga berdaging.
5)
Ordo PRIMATA
Semua primata memiliki tangan dan kaki yang dapat
menggenggam, jari-jari umumnya memiliki kuku bukan cakar dan kedua matanya
terletak di bagian depan mukanya. Lorissidae
dan tarsiidae benar-benar
bersifat nokturnal. Monyet dan Kera bersifat diurnal.
Familia LORISIDAE
Loris adalah primata berukuran kecil yang memiliki
ekor sangat pendek dan telinga yang lebih tidak menarik perhatian. Semua
jarinya berkuku, dengan pengecualiaan pada jari kedua dikakinya, yang bercakar
pendek. Tubuhnya ditutupi oleh rambut-rambut halus berwarna kecoklatan atau
keabu-abuan seragam dengan garis cokelat gelap dari puncak kepala sampai
pertengahan punggung atau pangkal ekor. Biasanya memiliki tanda bercak cokelat
gelap disekitar matanya.
Penyebaran: Utara-Timur India, Asia, Asia Tenggara,
Sumatera, Jawa, Philipina Selatan, Kalimantan dikenal di banyak dataran rendah
dan bukit-bukit
Familia HYLOBATIDAE
Ungko dapat melakukan perjalanan cepat di tajuk hutan tinggi, bergantung
dengan lengannya yang panjang. Warna coklat seragam atau coklat keabu-abuan ,
dengan rambut abu-abu di sekeliling wajahnya. Dan tangannya cenderung lebih
pucat daripada tubuhnya yang lain. Tidak berekor.
Bersifat diurnal dan benar-benar arboreal. Aktif sejak
sejam sebelum fajar, tetapi menghentikan
aktivitasnya lebih kurang dua jam sebelum senja.
Penyebaran: terbatas untuk Kalimantan didataran rendah
dan perbukitan.
6)
Ordo PHOLIDATA
Familia MANIDAE
Trenggiling
merupakan mamalia yang unik karena memiliki rambut yang bermodifikasi menjadi
sisik-sisik yang menutupi seluruh bagian atas tubuhnya, ekor yang dapat
memegang serta tidak bergigi, satwa ini sungguh termasuk mamalia berambut,
terbukti dengan rambut-rambut yang menutupi bagian atas bawah tubuhnya, juga
diantara sisik-sisknya terdapat sejumlah rambut, satu sisik merupakan
sekumpulan rambut.
7)
Ordo RODENTIA
Ciri khusus dar
satwa pengerat adalah pengaturan gigi. Mereka mempunyai gigi seri yang
berkembang baik,besar,lengkung. Berpahat di dalam rahang atas dan rahang bawah
kedua-duanya, tanpa taring dan celah tanpa gigi di muka gigi pipi ini. Hannya
empat jari berkuku yang berfungsi sebagai pengganti kuku.
Familia SCIURIDAE
Satwa pengerat
dengan ekor yang semu tertutup dengan rambut panjang.
Familia MURIDAE
Meskipun beberapa
tikus besar dan tikus dibatasi di penghunian manusia yang telah diganggu oleh
manusia , mereka tidak disukai dianggap sebagai satwa kotor dan tidak
menyenangkan, makan kotoran, tinggal di timbunan sampah dan menyebarkan
penyakit, tetapi kebanyakan jenis tikus-tikus besar dan tikus khusus penghuni
hutan tidak akan masuk rumah kalaupun mereka dapat kesempatan.
8)
Ordo CARNIVORA
Semua jenis karnivora memiliki tiga gigi seri disetiap
sisi rahang atas dan rahang bawah. Taring-taringnya sangat besar dan merupakan
satu dari senjata utama yang dimiliki ssatwa ini.
Familia URSIDAE
Beruang merupakan mamalia omnivor yang berukuran
besar, kuat dengan ekor yang pendek daya penciuman yang baik, tetapi
penglihatan dan pendengarannya kurang baik. Hanya ada satu spesies di
Kalimantan dan yang merupakan jenis yang terkecil di dunia.
Penyebaran: Burma, Thailand, Semenanjung Malaysia, Sumatera,
Kalimantan.
Familia MUSTELIDAE
Berang-berang, subfamili Lwirunae , memilih air untuk
makan ikan dan telah mengembangkan seluruh perlengkapan kehidupan aquatik,
contohnya selaput kaki yang seluruhnya atau sebagian berselaput serta moncong
yang lebar.
Familia VIVERRIDAE
Musang merupakan famuli yang mirip satu sama lain yang
hidup dihutan-hujan. Hampir semua anggotanya merupakan pemanjat yang ahli dan
hidup di dalam hutan . jenis makanannya sangat bervariasi, tidak hanya meliputi
daging, reptil dan serangga. Tetapi juga buah-buahan.
Familia FELIDAE
Terdapat lima jenis kucing di Kalimantan selain jenis
feral, Felis catus, dan kelima jenis kucing tersebut pada dasrnya sama dengan
kucing rumah dalam bentuk tubuh dan jumlah gigi yang dimilikinya.
9)
Ordo ARTIODACTYLA
Di Kalimantan, 12
jenis ungulata yang berjari genap di catat termasuk 4 jenis feral yang
dipelihara (domestic), babi, sapi, kerbau air, dan kambing .
Familia SUIDAE
Babi liar di Kalimantan adalah babi berjanggut Sus barbatus. Kebanyakan aktif baik di
malam hari maupun jauh sore hari.
Familia TRAGULIDAE
Kancil adalah satwa kecil, ukurannya hampir sama
dengan anjing kecil, bertempat tinggal di hutan, dengan kaki yang ramping.
Jantan mempunyai gigi taring sebagai pengganti dan cabang tanduk sebenarnya.
Familia CERVIDAE
Rusa tidak memiliki seri gigi di rahang atas. Jantan
mempunyai tanduk yang menonjol yang biasanya putus dan tumbuh kembali pada
interval waktu yang teratur(Yasuma,1990)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar