MAKALAH
EKOLOGI
TUMBUHAN
Tipe-Tipe
Vegetasi

OLEH :
PENIDIKAN BIOLOGI 2013 (R)
RIRIN
TANIA TAUFIK
DOSEN
PEMBIMBING :
IRMA
LEILANI EKA PUTRI, S.Si, M.Si
FAKULTAS
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS
NEGERI PADANG
2014
Tipe-tipe Vegetasi
Vegetasi
ialah kumpulan komunitas tumbuhan pada suatu areal lahan tertentu yang
didominasi oleh pepohonan. Vegetasi yang berbentuk hutan tsb. merupakan hasil
akhir dari proses alami sebagai hasil dari adanya interaksi antar berbagai
faktor lingkungan. Interaksi tersebut adalah interaksi antara lingkungan
abiotik, seperti faktor iklim, edafik, fisiografik dan faktor biotik baik antar
tumbuhan itu sendiri ataupun tumbuhan dengan hewan dan mikroorganisme.
Vegetasi
merupakan suatu kelompok atau kupulan komunitas tumbuhan yang terdiri dari
beberapa jenis yang hidup bersama-sama pada suatu tempat dan saling
berinteraksi. Bentuk vegetasi suatu tempat beserta faktor lingkungannya
memperlihatkan hubungan yang saling ketergantungan antara satu dengan yang
lainnya, dan mengikuti prinsip-prinsip ekologi tertentu.
Biogeografiyaitu
bidang ilmu yang mempelajari dan berusaha untuk menjelaskan distribusi
organisme di permukaan bumi. Di dunia ini dikenal 6 daerah biogeografi dengan
masing-masing daerah yang memiliki perbedaan dan keseragaman tertentu (unik)
dalam kelompok-kelompoknya.
Daerah biogeografi
ini dinamakan Australia, Oriental, Ethiopia, Neotropika, Paleartik dan Neartik.
Karena fauna Paleartik dan Neartik adalah serupa, maka kedua daerah biogeografi
ini kadang-kadang digabung menjadi Holartik.
Iklim merupakan faktor utama yang menentukan tipe tanah maupun spesies
tumbuhan yang tumbuh di daerah tersebut. Sebaliknya jenis tumbuhan yang ada
menentukan jenis hewan dan mikroorganisme yang akan menghuni daerah tersebut. Pada
dasarnya iklim tergantung pada matahari. Matahari bertanggung jawab tidak hanya
untuk intensitas cahaya yang tersedia untak proses fotosintesis, tetapi juga
untuk temperatur umumnya.
Komponen iklim lain yang menentukan organisme apa yang
dapat hidup di suatu daerah adalah kelembaban, kelembaban ini juga bergantung
pada cahaya matahari dan temperatur. Curah hujan yang banyak diperlukan untuk
mendukung pertumbuhan pohon-pohon yang besar, sedangkan curah hujan yang lebih
sedikit membantu komunitas yang didominasi oleh pohon-pohon pendek, semak
belukar, rumput dan akhirnya kaktus atau tumbuhan gurun lainnya.
Makin tinggi curah hajan dan temperatur di suatu
daerah (tanah) makin banyak dan makin besar jumlah tumbahan yang didukungnya.
Dengan demikian iklim merupakan salah satu faktor utama terbentuknya
daerah-daerah biografi.
Vegetasi adalah kumpulan dari beberapa jenis tumbuhan yang hidup secara
bersama-sama pada suatu wilayah tertentu.
Bumi
memiliki dua sumbu bumi, yaitu kutub utara, dan kutub selatan. Kutub utara
adalah titik paling utara di sumbu bumi, yang dilalui oleh garis lintang 90º
LU. Samudera Artik merupakan samudera yang berada di Kutub Utara, yang kemudian
dikenal dengan wilayah Artik. Sedangkan kutub Selatan merupakan wilayah
Antartika, yang mana diisi dengan Samudera Antartika, dan pulau-pulau kecil
disekitarnya. Suhu di kedua kutub dapat mencapai minus 85ºC pada musim dingin.
Karena daerah kutub membutuhkan waktu yang lama mendapatkan cahaya matahari,
daerah kutub mengalami lebih kurang 6 bulan malam saat musim dingin, dan lebih
kurang 6 bulan siang pada saat musim panas.
Iklim merupakan faktor utama yang menentukan tipe
tanah maupun spesies tumbuhan yang tumbuh di suatu vegetasi. Sebaliknya jenis
tumbuhan yang ada menentukan jenis hewan dan mikroorganisme yang akan menghuni
daerah tersebut. Pada dasarnya iklim tergantung pada matahari. Matahari
bertanggung jawab tidak hanya untuk intensitas cahaya yang tersedia untak
proses fotosintesis, tetapi juga untuk temperatur umumnya. Komponen iklim lain
yang menentukan organisme apa yang dapat hidup di suatu daerah adalah kelembaban,
kelembaban ini juga bergantung pada cahaya matahari dan temperatur. Curah hujan
yang banyak diperlukan untuk mendukung pertumbuhan pohon-pohon yang besar,
sedangkan curah hujan yang lebih sedikit membantu komunitas yang didominasi
oleh pohon-pohon pendek, semak belukar, rumput dan akhirnya kaktus atau
tumbuhan gurun lainnya.
Pada
tahun 1918 Dr Wladimir Koppen (ahli ilmu iklim dari Jerman) membuat klasifikasi
iklim seluruh dunia berdasarkan suhu dan kelembaban udara. Kedua unsur iklim
tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap permukaan bumi dan kehidupan di
atasnya. Berikut pembagian iklim menurut Koppen secara garis besar:
1. Iklim
A atau iklim tropis.
a)
Suhu rata-rata ulanan tidak kurang
dari 18ºC
b)
Suhu rata-rata tahunan 20°C-25°C
c)
Curah hujan rata-rata lebih dari
70 cm/tahun,
2.
Iklim B atau iklim gurun tropis atau iklim kering
a)
Curah hujan terendah kurang dari 25,4/tahun, dan penguapan besar
3.
Iklim C atau iklim sedang.
a)
suhu rata-rata bulan terdingin antara 18° sampai -3°C.
4.
Iklim D atau iklim salju atau microthermal.
a)
Rata-rata bulan terpanas lebih dari 10°C, sedangkan suhu rata-rata
bulan terdingin kurang dari – 3°C.
5.
Iklim E atau iklim kutub .
a)
terdapat di daerah Artik dan Antartika, suhu tidak pernah lebih
dari 10°C, sedangkan suhu rata-rata bulan terdingin kurang dari – 3°C.

Gambar
1. Distribusi iklim di bumi menurut Koppen
Berdasarkan pembagian iklim di dunia maka,
tipe vegetasi dunia ada empat daerah, yaitu:
1.
Tipe Vegetasi
Daerah Kutub
2.
Tipe Vegetasi
Daerah Temperate
3.
Tipe Vegetasi
Daerah Subtropis
4.
Tipe Vegetasi
Daerah Tropis
Pembentukan
Vegetasi
Vegetasi
pada dasarnya terbentuk sebagai akibat dari adanya dua fenomena penting, yaitu:
1. Adanya
perbedaan dalam toleransi terhadap lingkungan
2. Adanya
heterogenitas dari lingkungan
Maka
penutupan vegetasi di muka bumi memperlihatkan bentuk dan keanekaragaman yang
berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya yang kemudian menjadi ciri
khas dari masing-masing vegetasi tersebut.
A.
Tipe Vegetasi
Daerah Temperate
Daerah temperate ini juga dikatakan
daerah beriklim sedang, dimana daerah ini memiliki empat musim, yaitu musim
dingin, semi, panas, dan gugur.
1.
Hutan gugur (hutan
meranggas)

Ciri-ciri :
a.
Curah hujan merata
sepanjang tahun, 75 - 100 cm/tahun.
b.
Mempunyai 4 musim:
musim panas, musim dingin, musim gugur dan musim semi
c.
Keanekaragaman jenis
tumbuhan lebih rendah daripada bioma hutan tropis.
d.
Musim panas pada bioma
hutan gugur, energi radiasi matahari yang diterima cukup tinggi, demikian pula
dengan presipitasi (curah hujan) dan kelembaban. Kondisi ini menyebabkan
pohon-pohon tinggi tumbuh dengan baik, tetapi cahaya masih dapat menembus ke
dasar, karena dedaunan tidak begitu lebat tumbuhnya.
e.
Pada saat menjelang
musim dingin, radiasi sinar matahari mulai berkurang, subu mulai turun.
Tumbuhan mulai sulit mendapatkan air sehingga daun menjadi merah, coklat
akhirnya gugur, sehingga musim itu disebut musim gugur.
f.
Pada saat musim
dingin, tumbuhan gundul dan tidak melakukan kegiatan fotosentesis. Menjelang
musim panas, suhu naik, salju mencair, tumbuhan mulai berdaun kembali (bersemi)
sehingga disebut musim semi.
2.
Padang Rumput

Lebih selatan
dari daerah hutan meranggas yang curah hujannya tidak begitu besar dengan suhu
yang lebih tinggi, terdapat vegetasi tanpa pohon yang disebut padang rumput.
Vegetasi ini terdapat di daerah-daerah luas di Eropa(Honggaria, Rusia Selatan),
Asia dan Amerika Utara. Sesuai dengan keadannya, daerah padang rumput kemudian
dikembangkan sebagai pusat-pusat peternakan (Amerika Serikat dan Argentina).
Sedangkan didaerah lain untuk pertanian,misalnya di Rusia Selatan(gandum dan
kapas), padang rumput membentang mulai dari daerah tropis sampai dengan daerah
beriklim sedang, seperti Hongaria, Rusia Selatan, Asia Tengah, Amerika Selatan,
Australia.
Ciri-ciri:
a.
Curah hujan antara 25
- 50 cm/tahun, di beberapa daerah padang rumput curah hajannya dapat mencapai
100 cm/tahun.
b.
Curah hujan yang
relatif rendah turun secara tidak teratur.
c.
Turunnya hujan yang
tidak teratur tersebut menyebabkan porositas dan drainase kurang baik sehingga
tumbuh-tumbuhan sukar mengambil air.
Di daerah ini terdapat
berbagai macam spesies tumbuhan, seperti :
1. Andropogon gerardi
2. Panicum virgatum
3. Sorghastrum nutans
4. Stipa comata
5. Agropyron smithii
6. Buchloe dactyloides
7. dll.
B.
Tipe Vegetasi Daerah Kutub
Tipe
vegetasi di daerah Kutub, yaitu :
1. Tundra
Tundra
berasal dari bahasa Finlandia yang berarti daerah terbuka tidak berhutan yang
kemudian dipakai untuk menggambarkan semua bentuk vegetasi yang tidak ada
pohonnya pada garis lintang yang tinggi. Tundra ini meliputi zona antara garis
lintang 57º. Tundra paling luas menguasai daerah belahan bumi utara, sebagai
akibat tidak adanya lahan sekitar
belahan bumi selatan, karena terbatasnya masa lahan beban es dengan suhu
yang sangat dingin. Karakteristik :
a) Kondisi Lingkungan
1) Suhu. Minimal 7 bulan dalam setahun mengalami
suhu di bawah titik beku. Suhu rata-rata dari bulan terdingin bervariasi dari
-10ºC dibelahan selatan sampai -35ºC di belahan utara. Kebekuan terjadi
sepanjang tahun. Masa pertumbuhan berjalan hanya 2-3 bulan, dan suhu rata-rata
pada bulan terhangat di bawah -10ºC.
2) Hujan. Curah hujan tahunan adalah rendah,
umumnya berkisar antara 300-500 mm dengan variasinya yang tergantung pada garis
lintang dan letak dari pantai. Kebanyakan jatuh sebagai salju karena rendahnya
laju evaporasi dan rendahnya waktu air larian.
b) Adaptasi
1) Morfologi. Bentuk hidup seperti permadani
bantal dan merayap adalah sangat umum, sehingga keadaan ini menghasilkan daya
tahan yang tinggi terhadap hembusan angin yang kuat.
2) Fisiologi. Banyak tumbuhan tundra yang tahan
terhadap dingin. Kepekaan dari cairan sel meningkat untuk mencegah terhadap
kebekuan.
3) Tidak ada tumbuhan tahunan
4) Tumbuhan semusim berumur pendek dan berumur
serentak pada musim panas
2. Taiga ( Hutan Boreal)
Dikenal juga sebagai hutan conifer belahan
bumi utara atau “Taiga”, menempati zona dari perbatasan dengan Tundra sampai
sekitar 800 km ke atas. Taiga merupakan perbatasan antara daerah temperatate
dan daerah Kutub. Karakteristik:
a) Terdapat di perbatasan daerah Temperate dan
Kutub, misalnya di Rusia dan Eropa Utara, serta Kanada dan Alaska
b) Curah hujan 375-500 mm/tahun, umumnya turun
sebagai salju.
c) Suhu sangat rendah.suhu lebih tinggi daripada
Tundra. Suhu rata-rata dari bulan-bulan terpanas adalah di atas 10ºC. Masa
pertumbuhan berjalan 3-4 bulan. Meskipun total cahaya, penyinaran rendah karena
berada pada garis lintang yang besar.
d) Tumbuhan kurang subur , karena siklus nutrisi
yang pendek, pohon conifer tidak terlalu menyukai nutrisi. Sampah daun atau
serasah mempunyai kandungan nutrisi yang rendah. Penguraian di iklim yang sejuk
dan lembab utamanya dilakukan oleh jamur dengan proses yang lambat dan
menghasilkan bentuk humus.tegakan yang besar dan berumur panjang menahan
nutrisi dalam material organic yang cukup lama. Tetapi pohon conifer
menjatuhkan daunnya terus menerus sehingga tetap mengembalikan nutrisi ke
sistem.
e) Tumbuhan khas konifer (contoh; pinus)
f) Adaptasi:
-
meningkatnya cairan sel untuk mereduksi titik beku
-
daun berbentuk jarum yang memberikan kemungkinan tahan terhadap
serangan dingin dan kekeringan
-
struktur yang fleksibel dari pohon yang tidak akan patah bila dibebani oleh
salju.
C.
Vegetasi Subtropik
Ciri-ciri bioma hutan subtropis sebagai berikut :
1.
Curah hujan merata
antara 75cm – 100 cm pertahun
2.
Pohon-pohon memiliki
ciri berdaun lebar, hijau pada musim dingin, rontok pada musim panas dan
memiliki tajuk yang rapat.
3.
Memiliki musim panas
yang hangat dan musim dingin yang tidak terlalu dingin.
4.
Jarak antara pohon
satu dengan pohon yang lainnya tidak terlalu rapat/renggang
5.
Jumlah/jenis tumbuhan
yang ada relatif sedikit
6.
Memiliki 4 musim,
yaitu musim panas-gugur-dingin-semi.
Sifat-sifat :
1. Unik
Memiliki karakter yang berbeda dengan
hutan lain karena berada di daerah yang memiliki empat musim.
2. Alam
Memiliki keanekaragaman flora dan fauna
karena kondisi alam yang beragam
3.
Kondisi hutan tergantung pada musim
Daerah sub tropik pada daerah-daerah iklim sedang yang panas mempunyai
curah hujan yang tinggi dan terbagi rata sepanjang tahun, berkembang hutan yang
selalu hijau dengan curah hujan antara 150– 300 cm / tahun, tanpa ada pembekuan
yang berarti. Hutan ini kurang lebat dan pada umumnya pohon-pohon lebih rendah
dibanding pohon hutan tropis dan terdiri dari pohon yang tidak meranggas (daun
jarum). Jadi akan jelas sekali perbedaan yang tajam pada musim dingin dan musim
panas. Penyebaran hutan ini berkembang secara sporadis seperti dibagian selatan
Amerika Serikat, Jepang selatan, Korea, Cina bagian barat, Afrika Selatan dan
Selandia Baru.
Pada
daerah antara subtropika dengan daerah kutub, seperti di daerah Skandinavia,
Rusia, Siberia, Alaska, Kanada. Di daerah ini terdapat taiga. Taiga adalah
hutan pohon pinus yang daunnya seperti jarum. Pohon-pohon yang terdapat di
hutan taiga misalnya conifer, terutama pohon spruce (picea), alder(alnus),
birch (betula), dan juniper (juniperus).
Ada beberapa
jenis vegetasi alam diantaranya:
1.
Padang Rumput
Padang
rumput adalah suatu wilayah yang tumbuhannya di dominasi oleh rerumputan.
Daerah padang rumput ini terbentang dari daerah tropika sampai ke daerah
subtropika. Curah hujan di daerah padang rumput pada umunya antara 250 mm – 500
mm/tahun. Pada beberapa padang rumput, curah hujan itu dapat mencapai 1.000 mm,
tetapi turunya hujan tidak teratur. Hujan yang tidak teratur, dan
porositas yang rendah mengakibatkan tumbuhan sulit untuk mengambil air.
Tumbuhan yang dapat menyesuaikan diri terhadap kedaan lingkungan seperti ini
adalah rumput. Daerah padang rumput yang relative basah, seperti terdapat di Amerika
Utara, tumputnya dapat mencapai tiga meter, misalnya rumput-rumput bluestem,
dan Indian grasses. Sedangkan daerah padang rumput yang kering mempunyai rumput
yang pendek. Contohnya adalah rumput buffalo grasses dan rumput grama.
Padang rumput
Bila
di daerah tropika dan subtropika lahan rumput berbentuk khas sebagai sabana
dengan pohon – pohon atau semak – semak tinggi terletak berjauhan, di daerah
iklim sedang padang rumput itu biasanya tanpa pohon atau gerumbul – gerumbul
kecuali sepanjang aliran sungai.
Semua
padang rumput sama - sama mempunyai
persamaan, bahwa padang rumput itu setidak – tidaknya sebagian besar daerahnya
yang sangat luas didominasi oleh rumput (Gramineae), biasanya terdiri atas
berbagai jenis perenial atau campurannya yang merupakan hemikriptofita berdaun
sempit, banyak diantaranya yang tumbuh bergerombol dan sangat tahan.
2.
Hutan Basah
Hutan
ini sepanjang tahun selalu mendapatkan air dan mempunyai spesies
pepohonan yang beragam. Sepanjang tahun hutan basah cukup mendapat air dan keadaan
alamnya memungkinkan terjadinya pertumbuhan yang lama sehingga komunitas hutan
tersebut akan kompleks. Misalnya: terdapat di daerah tropika dan subtropika
yang ada di Indonesia, daerah Australia Bagian Utara, Irian Timur, Afrika
Tengah, dan Amerika Tengah.
Pohon-pohon
utama memiliki ketinggian antara 20 – 40 meter dengan cabang-cabangnya yang
berdaun lebat sehingga membentuk suatu tudung (canopy) yang
mengakibatkan hutan menjadi gelap. Daerah tudung tersebut cukup mendapat cahaya
matahari, tetapi hanya akan mendapat air hujan dan tidak ada sumber lainnya.
Dalam hutan basah juga terdapat perubahan-perubahan iklim mikro dari tudung
hutan ke bawah sampai ke dasar hutan. Pada tudung hutan terdapat juga kaktus,
yang mempunyai jaringan khusus untuk menyimpan air. Tersebarnya daerah kaktus
dari gurun yang kering sampai ke hutan basah tropika yang daerah tudungnya juga
kering, merupakan contoh dari preadaptasi. Preadaptasi berarti adaptasi terhadap
suatu daerah yang juga sesuai bagi daerah lain yang lingkungannya sangat
berbeda. Dasar hutan selalu gelap, air hujan sulit mencapai dasar hutan
tersebut secara langsung. Tetapi kelembaban di daerah itu tinggi dan suhu
sepanjang hari hampir tetap, yaitu rata-rata 250C.
Hutan Basah
3.
Hutan gugur
Hutan ini selalu didominasi padang rumput , juga mempunyai tumbuhan yang
daunnya gugur pada musim gugur. Curah hujan sepanjang tahun, yaitu antara 750
sampai 1.000 mm per tahun serta adanya musim dingi dan musim panas. Dengan
adanya musim panas ini tumbuhan di daerah tersebut mengadakan penyesuaian,
yaitu dengan menggugurkan daunnya menjelang musim dingin.
Musim yang mendahului
musim dingin disebut musim gugur. Sejak musim gugur sampai musim semi, tumbuhan
yang menahun pertumbuhannya terhenti. Tumbuhan semusim, mati pada musim dingin.
Yang tinggal hanya bijinya. Tumbuhan yang tahan dingin dapat berkecambah
menjelang musim panas.
Perbedaan hutan gugur
dan hutan basah adalah dalam hal kepadatan pohonnya. Di hutan gugur,
pohon-pohonnya tidak terlalu rapat dan jumlah spesiesnya sedikit, yaitu antara
10 sampai 20 spesies.
Hutan Gugur
4.
Taiga
Hutang yang
didominasi ileh tanaman pinus berdaun seperti jarum . Pohon-pohon yang terdapat di hutan taiga
misalnya conifer, terutama pohon spruce (picea), alder(alnus), birch (betula),
dan juniper (juniperus). Daerah taiga merupakan bioma yang hanya terdiri dari
satu spesies pohon. Taiga kebanyakan terdapat belahan bumi bagian utara
(Siberia utara, Rusia, Kanada Tengah dan Utara), dengan masa pertumbuhan pada
musim panas berlangsung antara 3 sampai 6 bulan.
Persebarannya
di Indnesia sangat merata dan beraneka. Banyak tumbuhan yang hanya tumbuh di
indonesia (endemic) . Dari 300.000 jenis tumbuhan di bumi ini , kurang lebih
37.000 jenis (12,3%) terdapat di indonesia . Hal ini dikarenakan indonesia
terletak di antara dua kawasan biogeografi , yaitu Oriental dan Australia .
Gambar Taiga
5. Hutan Musim Panas Yang Meranggas

Hutan
yang hijau di musim panas, yang di dominasa oleh pohon-pohon yang berdaun lebar
yang kehilangn daunnya selama musim dingin yang tidak menguntungkan.
Dapat
dibedakan kurang lebih lima tipe hutan musim panas yang meranggas di berbagai
daerah dengan iklim sedang di dunia sebagai berikut:
a. Hutan pohon pasang di bagian barat dan bagian
tengah eropa,yang cendering bersitsf terbuka
dan tidak begitu lebat.
b. Hutan campuran yang lebih berfariasi dan yang
lebih lebat .
c. Hutan fagus, fagus sylvatica merupakan jenis
yang terlihat membentuk tajuk yang tertutup hampir seragam.
d. Hutan notofagus antartica, biasanya di sertai
oleh tumbuhan yang selalu hijau.
e. Tipe lahan hutan meranggas yang lebih lembab
yang terutama berkembang di tempat yang berawa yang dapat mengalami
penggenangan.
6. Hutan Pohon Jarum Di Bagian Utara
Yang
tumbuh di bagian selatan Hutan ini juga dikenal sebagai hutan boreal.dengan
mengabaikan kebanyakan yang di luar wilayah bagian selatan,dapt di bedakan lima
tipe hutan jarum:
a. Hutan pohon jarum yang bersifat campuran yang
menempati sebagian besar daerah boreal yang berhutan di daerah eropa-asia.
b. Taiga terbuka yang bersifat seperti taman
terdapat mendekati batas utara pertumbuhan pohon.
c. Hutan pantai samudra pasifik di bagian barat
amerika utara, wilyah ini mempunyai
iklim yang hampir tidak berubah dengan curah hujan dan kelembaban udara yang
tinggi.
d. Hutan danau, wilayah ini merupakan wilayah
dengan presipitasi sedang (60-115 cm) dan suhu-suhu ekstrim yang cukup
tinggi(Polunin, 1960).

KESIMPULAN
1.
Vegetasi merupakan kumpulan
dari beberapa jenis tumbuhan yang hidup secara bersama-sama pada suatu wilayah
tertentu.
2.
Iklim merupakan faktor utama
yang menentukan tipe tanah maupun spesies tumbuhan yang tumbuh di suatu vegetasi
3.
Berdasarkan iklim yang ada di
dunia; tipe vegetasi dapat dibagi menjadi vegetasi daerah kutub, daerah
temperate, daerah subtropik, dan daerah tropik.
4.
Tipe vegetasi daerah temperate
yaitu, hutan gugur (hutan meranggas) dan padang rumput.
5.
Tipe vegetasi daerah kutub,
yaitu Tundra dan Taiga.
6.
Tipe vegetasi daerah sub-tropik
yaitu, padang rumput, hutan basah, hutan gugur, taiga, dan hutan meranggas.
DAFTAR
PUSTAKA
Ardhana, I putu Gede. 2012. Ekologi
Tumbuhan. Denpasar : Udayana University press.
Hardjosuwarno, Sunarto. 1990. Dasar-dasar
Ekologi Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada University press.
Syamsurizal. 1999. Pengantar
Ekologi Tumbuhan. Padang : UNP




Tidak ada komentar:
Posting Komentar